Final… Mubtadi’ !!! Itulah kesimpulan Syaikh Rabi’ atas Ali Hasan

30 - August - 2010 Leave a comment

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkholi

- Hafizhahullah Ta’ala –

Pembawa bendera Jarh wa Ta’dil abad ini

beliau telah berbicara tentang Ali Al-Halabi hadahullah

Asy-Syaikh DR. Ahmad Bazmul berkata:

Dan kami para salafiyin walaupun sampai sekarang tidak mentabdi’ (memvonis mubtadi’) Al-Halabi, karena menunggu penjelasan para ulama’ kibar, hanyasaja kami mengatakan bahwa tidak boleh menimbah ilmu darinya sebagaimana ucapan Syaikh kami (Yahya) An-Najmi rahimahullahu ta’ala, dan disepakati oleh ahlul ilmi juga para penuntut ilmu.

Dan Al-Halabi menjarh sendiri dirinya dengan manhaj barunya…

Dan kami tidak mentabdi’ dia, tidak, karena dia masih ahlus sunnah dan dia memiliki kesalahan.

Selamanya, ahlus sunnah berlepas diri dari manhaj barunya Al-Halabi. Namun kami tidak ingin mendahului para ulama’ kibar, sebagai adab kepada mereka. Tetapi jika Al-Halabi  tidak rujuk  dari petaka dan penyimpangannya, maka ia berhak digabungkan bersama orang-orang yang ia beri tazkiyah dan ia bela dari kalangan ahlul bidah, tidak ada kemuliaan, sebagaimana para salaf menghukumi seperti itu kepada orang-orang yang lebih berilmu darinya dan lebih selamat keadaannya.”

[ Selesai ucapan Syaikh Ahmad Bazmul ]

Memang begitulah adab seorang ‘alim, tidak bertindak kecuali dengan bimbingan alim di atasnya.

Ucapan ini keluar dari beliau sebelum muncul vonis dari Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafizhahullah Ta’ala.

Alhamdulillah, Asy-Syaikh Rabi’ pun telah mengeluarkan sikapnya terhadap Al-Halabi.

Al-Halabi, orang yang selama ini di “eman” oleh Syaikh Rabi’ dan masyayikh lainnya, tapi begitulah orang yang tak tahu di sayang….

Kemudian, Asy-Syaikh Ahmad berkata:

“Dan sekarang,  akan aku nukilkan kepada anda dan saudaraku salafiyin: bahwa Syaikh pembawa bendera jarh wa ta’dil telah melontarkan ucapannya tentang Ali bin Hasan Al-Halabi dan Abu Manar Al-’Iraqi, yaitu bahwa keduanya adalah mubtadi’. Dan beliau berkata kepada saudara-saudara dari Iraq: “Nukilkan (vonis) ini dari aku.” (Hari Kamis, pukul 22.11. 23 Sya’ban 1431 H.")

————————————–

Asy-Syaikh Abu Umar Usamah bin ‘Athoya Al-’Utaibi Hafizhahullah berkata:

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد:

Ketika aku berkunjung hari kemarin kepada Asy-Syaikh Rabi’ Hafizhahullah wa Ro’ahu, aku pun mendengar beliau mengucapkan hal itu…”

Maksud beliau adalah bahwa beliau ketika berkunjung ke kediaman Syaikh Rabi’ Hafizhahullah Ta’ala mendengar bahwa Syaikh memvonis Ali Hasan dan Abu Manar sebagai mubtadi’….

Wahai seandainya Ia mau rujuk dan mau mendengar nasehat dan bimbingan para ulama’ dan masyikhnya yang mulia, pasti Ia tidak akan terjerembab ke dalam kesalahan yang begitu fatal .

———————-

FAEDAH DARI REALITA INI

Dari realita yang kita saksikan ini dapat dipetik beberapa faedah ilmiyah,

  • betapa pun seorang itu berilmu dan faqih dalam ilmu agama, pasti dia memiliki peluang tuk tergelincir dari jalan yang lurus…..

Maka janganlah seorang tertipu dengan kefaqihan, kecerdasan, dan kemantapan ilmunya, Ingatlah bahwa hidayah itu di tangan Allah, Ia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki…

  • Bahwa tidak boleh bagi seseorang tuk fanatik buta kepada seorang ‘alim yang terjatuh dalam kesalahan, walaupun ia seorang yang faqih. Ingat, selama koreksi yang ditujukan kepadanya itu berdasarkan dalil yang benar dan qo’idah yang disepakati, maka itulah yang harus kita pegang..

wallahu a’lam bish shawwab (/ws)

Sumber:

http://www.sahab.net/forums/showthread.php?s=0a8d83ee3c8b033eb6cf8fb9987b48a0&p=785764#post785764

http://warisansalaf.wordpress.com/2010/08/08/asy-syaikh-rabi-berbicara-tentang-ali-hasan-al-halabi/#more-572

Syaikh Muhammad Bazmul Mentahdzir Akan Bahaya Ali Hasan Al-Halabi cs

23 - August - 2010 Leave a comment

Fatwa dari Asy-Syaikh Prof. DR. Muhammad Umar Bazmul:
“WASPADALAH DARI PENYIMPANGAN MANHAJ ALI HASAN AL-HALABI.”

Saudara pembaca, Asy-Syaikh DR. Muhammad Umar Bazmul adalah salah seorang ulama dari negeri Makkah Al-Mukarramah. Beliau adalah seorang dosen dan guru besar di Universitas Ummul Qura Makkah yang dikenal dengan keluasan ilmunya, sebagaimana nampak dari berbagai karyanya di berbagai bidang ilmu agama.

Asy-Syaikh DR. Muhammad Umar Bazmul menjawab seputar syubuhat yang beredar di beberapa situs internet yang menyebutkan bahwasanya beliau tidak sepakat dengan karya tulis yang disusun oleh adik kandung beliau yang bernama Fadhilatu Asy-Syaikh DR. Ahmad Umar Bazmul yang berisi bantahan terhadap berbagai penyimpangan manhaj Ali Hasan Al-Halabi.

Kini kami menyuguhkan kepada para pembaca hasil terjemah dari rekaman jawaban Asy-Syaikh DR. Muhammad bin Umar Bazmul mengenai penyimpangan manhaj Ali Hasan Al-Halabi sekaligus bimbingan beliau untuk Ahlussunnah dalam menentukan sikap terhadap orang ini.

Rekaman diambil dari acara tanya jawab bersama beliau pada daurah ilmiyah yang dilaksanakan di Masjid Al-Anshar kompleks Ma’had Al-Anshar Sleman Yogyakarta pada tanggal 25 Rajab-2 Sya’ban 1431/8-15 Juli 2010. Para pembaca pun dapat mendengar langsung rekaman suara yang disampaikan oleh beliau.

Tujuan kami menampilkan tulisan ini adalah untuk membantu para pembaca dalam menyikapi penyimpangan manhaj Ali Hasan Al-Halabi dengan cara yang ilmiyah dan jauh dari sikap ashobiyah yang tidak objektif dan tercela.

Penanya:
Bagaimana sikap seorang salafy terhadap Ali Hasan Al-Halabi?

Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul menjawab:
Sikap seorang salafy terhadap Ali Hasan Al-Halabi adalah tawaqquf dari menerima (ilmunya) dan berhati-hati dari mengambil ilmu darinya, baik ilmu yang disampaikan melalui berbagai muhadharah (ceramah) maupun dari berbagai karya tulisnya, terkhusus karya-karyanya pada akhir-akhir ini. Karena kini Asy-Syaikh Ali memiliki sikap-sikap masybuhah (rancu) yang menyelisihi keyakinan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Kini dia mulai menempuh sikap (manhaj) yang harus dia koreksi ulang, serta harus dia luruskan kembali sesuai dengan cara bersikap (manhaj) yang telah ditempuh oleh para ahli hadits dan pengikut jejak manhaj as-salafus salih.

Maka sudah seharusnya tawaqquf terhadapnya dan tidak mengambil ilmu dari berbagai karya tulis dan muhadharah yang disampaikannya, terkhusus pada akhir-akhir ini. Sudah seharusnya untuk waspada dari (manhaj)nya sekaligus mentahdzir (memperingatkan ummat) dari orang ini, sampai benar-benar ia kembali kepada al-haq dan membersihkan dirinya (dari berbagai keyakinannya yang menyimpang), sehingga disaat itu boleh untuk menempuh jalannya.

Kemudian Asy-Syaikh Muhammad Bazmul ditanya tentang beberapa bentuk penyimpangan Ali Hasan, maka beliau menjawab:

Kesalahan paling fatal yang ada pada diri Asy-Syaikh Ali Hasan Al-Halabi adalah:
1. Dia berupaya merobohkan kaidah Ahlussunnah Wal Jama’ah dalam berinteraksi dengan para pengikut hawa nafsu dari kalangan Ahlul Bid’ah dan orang-orang yang menyimpang. (sekali lagi) penyimpangan paling berbahaya pada diri Asy-Syaikh Ali Hasan Al-Halabi adalah upayanya merobohkan prinsip pokok dalam menyikapi Ahlul Bid’ah dan orang-orang yang menyimpang serta para pengikut hawa nafsu. Dia ingin menyetarakan antara Ahlussunnah dan Ahlul Bid’ah. Ini adalah manhaj yang paling berbahaya yang ada pada diri Asy-Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Manhaj seperti ini tentu sangat berbahaya sekali, karena dapat menimbulkan berbagai dampak buruk yang sangat besar.

2. Termasuk dari bentuk kesalahan fatal yang ada padanya adalah upayanya merendahkan kedudukan ulama, dan memposisikan dirinya seolah-olah seperti kibarul ‘ulama (ulama senior). Dia mencoba menjatuhkan Asy-Syaikh Rabi’ (Al-Madkhali) dan Asy-Syaikh ‘Ubaid (Al-Jabiri). Seolah-olah posisi dirinya dengan kedua syaikh tersebut adalah teman selevel (seangkatan). Sikap seperti ini merupakan adab yang jelek. Berbagai ungkapannya dalam hal ini mengandung makna penghinaan dan pelecehan yang tidak pantas diucapkan terhadap para ulama.

Ada beberapa penyimpangan lainnya yang semuanya telah disebutkan oleh saudara (kandung)ku Asy-Syaikh Ahmad dalam tulisannya (tentang Asy-Syaikh Ali Hasan) yang berjudul Shiyanatus Salafy ‘An Wasawisi ‘Ali Al-Halabi 1) .

—————————–

Footnote:
1. Judul aslinya adalah Shiyanatus Salafy Min Waswasati Wa Talbisati Ali Al-Halabi (Penjagaan salafy Dari Bisikan Jahat dan Tipu Daya Ali Al-Halabi, pent.)
2. Download suara asy Syaikh Muhammad Bazmul http://www.archive.org/download/FatwaAsy-syaikhMuhammadBazmul/FatwaAsy-syaikhMuhammadBazmul.mp3

(Sumber : http://www.assalafy.org/mahad/?p=526, judul WASPADALAH DARI PENYIMPANGAN MANHAJ ALI HASAN AL-HALABI)

Tambahan redaksi :
a. Download kitab "Shiyanatus Salafy" Asy Syaikh Ahmad Bazmul hafidhahullah yang juga direkomendasi asy Syaikh Rabi ‘ibn Hadi disini
- http://www.2shared.com/file/7b-F-kPV/siyanat_salafi_syaikh_ahmadbaz.html
- http://upload.ugm.ac.id/699siyanat_salafi_syaikh_ahmadbazmul.zip
b. Download kitab "Tanbihul Fatiin li Tahaafut Ta’‘siilat ‘‘Ali Al Halabi Al Miskin" Asy Syaikh Abi Abdirrahman Sa’ad ibn Fathi ibn Sayyid az-Za’tari hafidhahullah yang juga menjelaskan ttg Ali Hasan, kitab beliau ini dipuji asy Syaikh Rabi’ ibn Hadi hafidhahullah
- http://www.2shared.com/document/A5h-BTWw/tanbihul_fatin_syaikh_zatari.html
- http://upload.ugm.ac.id/283tanbihul_fatin_syaikh_zatari.pdf
c. Download tulisan Asy Syaikh Ahmad An Najmi rahimahullah ttg Ali Hasan
- http://www.2shared.com/document/DOwShr8r/sheikh_najmi_ttg_alihasan.html
- http://upload.ugm.ac.id/528sheikh_najmi_ttg_alihasan.pdf
d. Link tanya jawab bersama asy Syaikh ‘Ubaid al Jabiri terkait Ali Hasan dan tahdzir atasnya
http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=361507
e. Kitab bantahan asy Syaikh Uba’id al Jabiri atas prinsip baru Ali Hasan al Halabi
- http://www.2shared.com/document/oKy1IHUy/radd_syeikh_ubaid_atas_alihasa.html
- http://upload.ugm.ac.id/941radd_syeikh_ubaid_atas_alihasan.pdf

(http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1670)

Risalah ‘Amman, disanjung Ali Hasan tapi difatwa sesat oleh Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafizahullah

22 - August - 2010 Leave a comment

Bismillah…

Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, siapa yang tak mengenalnya?

Siapa pula yang tak mengakui keilmuannya?

Ia dikenal pula sebagai seorang yang bagus hafalannya

Namun, siapa saja yang mengikuti perjalanan dakwah salafy dari masa ke masa pasti tahu, bahwa memang Syaikh Ali Hasan Al-Halabi tidak sedikit melakukan kesalahan….

Bukan baru-baru ini saja, sejak dari dulu kekeliruan-kekeliruan itu ia lakukan. Para ulama’ kibar rasanya terlalu sabar terus menasehati dia, Syaikh Rabi’, Syaikh Muhammad Hadi, dan selain keduanya…

Sampai-sampai Syaikh Muhammad bin Hadi ketika melihat bahwa Syaikh Ali terus  menerus seperti itu, beliau mengatakan, “Ali la’ab (Ali ini main-main)” maksudnya main-main dengan hal manhaj dan aqidah. Tidak mau menerima nasehat para ulama’….

Kesalahan pun terus mengalir, dari memuji para gembong mubtadi’ seperti Abu Ishaq Al-Huwaini, Muhammad Hassan, dan selain mereka.

Tak cukup disitu, ia juga melecehkan para ulama’ kibar, dan menyamakan dirinya sama dengan para ulama’ kibar seperti Syaikh Rabi’ dan selain beliau..

Lebih dari itu, kita dikagetkan dengan pujian beliau -di salah satu khutbahnya- terhadap RISALAH ‘AMMAN, yaitu risalah tentang persatuan agama, walaupun ia mengingkari bahwa risalah itu bukan seruan penyatuan agama [lihat cuplikannya di sini ] …. la haula wala quwwata illa billah

Setelah itu, kekeliruannya dalam hal manhaj dan dalam meletakkan qa’idah manhaj ia tuangkan dalam buku terakhirnya manhaj salaf ash-shalih.

——–

Alhamdulillah, Kemudian tampillah Syaikh Dr. Ahmad bin Umar bin Salim Bazmul Hafizhahullah Ta’ala menulis bantahan dan terhadap Ali Hasan Al-Halabi…., dan menjelaskan kekeliruanya dalam hal manhaj dal selainnya…

Barangsiapa yang ingin melihat lebih jauh kesalahan Syaikh Ali Al-Halabi bisa membaca buku beliau.. download disini http://www.2shared.com/file/7b-F-kPV/siyanat_salafi_syaikh_ahmadbaz.html atau disini http://upload.ugm.ac.id/699siyanat_salafi_syaikh_ahmadbazmul.zip.

Apa itu risalah Amman ???

Ali Hasan Al-Halabi menolak jika risalah ‘amman mengajak kepada persatuan agama, tetapi realita membuktikan bahwa memang risalah itu adalah upaya kepada wihdatul adyan.

Kita akan lebih memahami bahwa risalah itu benar-benar ada upaya penyatuan agama dari jawaban Syaikh Shalih Al-Fauzan berikut, Insya Allah Ta’ala.

Pada acara Daurah Al-Imam Abdul ‘Aziz bin Baaz Al-’Ilmiyyah tahun 1431 H yang diselenggarakan di Thoif, dilontarkan sebuah pertanyaan kepada Asy-Syaikh yang mulia Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, anggota hai’ah kibarul ulama’ saudi arabiyah sebagai berikut:

“Aku mendapatkan sebuah ungkapan dalam salah satu risalah, disebutkan disitu:


أصل الديانات الإلهيّة واحد ، والمسلم يؤمن بجميع


الرسل، ولا يفرّق بين أحد منهم،


وإنّ إنكار رسالة أي واحد منهم خروج عن الإسلام،


مما يؤسس إيجاد قاعدة واسعة للالتقاء مع المؤمنين


بالديانـــــات الأخرى علـــــى صعد مشتركـــــــة


في خدمة المجتمع الإنساني دون مساس


بالتميّز العقدي والاستقــلال الفكري ) اهـ

————————

Itulah bunyi pertanyaan yang dilontarkan kepada Fadhilatusy Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafizhahullah Ta’ala. Perlu anda ketahui, bahwa teks arab di atas yang ditanyakan kepada Syaikh Al-Fauzan adalah nukilan dari isi risalah ‘amman yang disanjung oleh Ali Hasan Al-Halabi dalam satu ceramah atau khutbahnya.

Sekarang, simak jawaban Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafizhahullah Ta’ala:

“INI ADALAH UCAPAN SESAT -wal-’iyadzu billah-…

benar, kita beriman kepada seluruh para rasul dan seluruh kitab-kitab,

Tetapi mereka, mereka tidak beriman kepada seluruh para rasul, mereka kafir kepada ‘Isa dan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkaitan dengan orang-orang Yahudi,

dan orang-orang Nashara, mereka kafir kepada penutup para nabi, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam! Mereka juga tidak beriman kepada Al-Qur’an!


Bagaimana kita mengatakan mereka beriman?!!! Sedangkan mereka kafir kepada sebagian para rasul! dan mereka juga kafir kepada sebagian kitab-kitab!


Mereka bukanlah mukminin, mereka bukanlah mukminin,


Ini adalah upaya al-khalth (mencampurkan alhaq dan bathil) dan penyesatan umat manusia! wajib mengingkarinya. [selesai jawaban beliau]

——————-

Saudaraku yang saya hormati, runtutan tahdzir para ulama’ kibar dan masyayikh dari ucapan, perbuatan, dan manhaj Al-Halabi yang sudah tampil di blog ini demikian pula yang belum tampil menunjukkan bahwa pada manhaj Al-Halabi ada kholal dan penyimpangan….

Renungilah penjelasan para ulama’ kibar!

Hanyakah disebabkan pembelaan kita terhadap Ali Al-Halabi membawa  kita meninggalkan semua tahdzir dan peringatan para ulama’ atasnya? wallahul musta’an…..

Kembali kepada alhaq adalah keutamaan, sedangkan terus berjalan di atas kekeliruan adalah kebinasaan dan kesengsaraan……

(Download pdf tanya jawab syaikh Shalih Fauzan hafidhahullah disini…

http://www.4shared.com/document/8IxAgndm/risalahaman_syaikhfauzan.html

atau audionya

http://www.4shared.com/audio/gBC8iURC/risalahaman_syaikhfauzan.html

Semoga bermanfaat. (/ws)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.