Archive

Archive for 22 - May - 2008

BAUS BUAS (6), “Penyusup” itu bernama….

22 - May - 2008 nyata Leave a comment

Lanjutan dari BAUS BUAS (5)…

Kesimpulannya cukup jelas, menurut pengakuan LAT, bahwa LAT ruju’ kepada Salaf lewat asatidzah Salafy yang bukan Sururi/Turotsi sejak awal 2007. Akan tetapi tidak nampak kejujuran pengakuannya, mengingat LAT tetap bercampur-aduk dengan nickname nashirussunnah, berwala’ dengannya, membela kajian-kajian tetangga sebelah, di awal tahun 2007 bahkan sampai tanggal 12 Mei 2008. LAT terbukti berteman dengan Turotsi dan merekomendasikan pemikiran, buku, kajian dari Turotsi lewat approvalnya saat mendapati email dari member Manhaj-Salaf. Temukan buktinya di gambar 2 & 3 di awal tulisan ini. Maka penulis amat sangat yakin bahwa pengakuan LAT telah berganti manhaj Salaf — menurut bukti yang ada — adalah pengakuan yang tak ada kenyataannya. Wallahu Ta’ala A’lam.

b. Milis Salafiyyin http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin
Situs resmi milis ini http://salafiyyin.sensualwriter.com atau http://salafiyyin.blogsome.com/
Abu Tilmidzi dengan email muslimsalafy@gmail.com dan tilmidz@yahoo.com aktif dari Jan 22, 2005 sampai Oct 30, 2007.
Mailing list ini didominasi oleh para penjejak Ja’far Umar Thalib sebagaimana milis mediasalafy@yahoogroups.com seperti Ibnu Qittun, Muhammad Zacky Fajar (mzackyf@gmail.com 0274-895790 -Ma’had Ihya ‘Us-Sunnah- Jl. Kaliurang KM. 15 Degolan Sleman Yogyakarta Thullabul Ilmi bersama Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib.) [53], terkadang Abu Salma Ibnu Burhan murid Abdurrahman Tamimi juga aktif disana.
Abu Tilmidz memposting http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin/message/1595 Tue Jan 30, 2007 4:49 pm posting daurah yang diadakan oleh Yayasan Imam Bukhari, Jakarta. Abu Tilmidz terakhir aktif 30 Oktober 2007 posting “Re: [salafiyyin] [INFO] BLOG Artikel-artikel salafiyyin@yahoogroups.com : http://salafiyyin.sensualwriter.com/ .” dengan email muslimsalafy@gmail.com [54] dst.

Sebenarnya masih banyak lagi, akan tetapi sudah cukup membongkar milis Manhaj-Salaf yang dikelola LAT, yang jelas membongkar pemikiran LAT.

c. Milis Assunnah http://groups.yahoo.com/group/assunnah
Situs resmi milis ini :
http://www.assunnah.or.id
http://assunnah.mine.nu
http://www.almanhaj.or.id

Milis ini banyak sekali anggotanya yang berpaham Turotsi, Abu Salma Muhammad Rachdi Pratama murid Abdurrahman at-Tamimi Surabaya, termasuk aktivis disana. Tercatat Abu Tilmidz adalah aktivis milis As Sunnah sejak 16 Desember 2004 – 4 Maret 2007 http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/31602. http://groups.yahoo.com/group/assunnah/msearch?query=tilmidzi&pos=30&cnt=10.

Di milis ini jangan harap bisa mengirimkan hal-hal terkait situs dakwah kita, salafy.or.id, darussalaf.or.id, kajian asatidzah kita, karena banyak moderatornya yang tidak suka. Sebaliknya apabila kita tulis abdat, jawwas, maka bertaburan hasil pencariannya sampai ribuan temuan. Misal tulis abdat, ditemukan 1486 pesan, tulis jawas ditemukan 1307 pesan, tulis jawwas ditemukan 83 pesan. Tapi kalau coba menulis “salafy.or.id”, hanya 2 pesan yang memuat artikel tentang salafy.or.id, selebihnya email-email pertanyaan bahkan tahdzir.

Abu Tilmidz terakhir posting pada tanggal Mar 4, 2007 dengan topik “Mohon bantuan untuk meramaikan musholla”[55], juga pada Feb 8, 2007 topik “Re: [assunnah] tanya ebook – Pengurusan jenazah “promosi websitenya http://tilmidzi.googlepages.com [56], topik “ebook Pra Nikah & Pasca Nikah “pada Nov 5, 2006 promosi websitenya http://www.geocities.com/dewa_inskari/download/ZAWJI.zip[57], pada Oct 31, 2005 topik “Re: [assunnah] Tanya Adab Berbicara/Mengobrol Di Jalan” promosi websitenya http://www.geocities.com/tilmidzi/tilmidzi/Etika_Kehidupan_Muslim_Sehari.htm[58], topik “Info kajian di Bekasi Timur” promosi kajian di Bekasi Timur sbg CP 0813-16776443 pada Mar 24, 2005[59], dll.
Jadi milis ini juga milik Turotsi yang campur-aduk didalamnya berbagai manusia lintas manhaj, lintas pemikiran, sementara LAT aktif disana sampai Maret 2007. Sementara pengakuan LAT, telah ruju’ menjadi Salafy di awal 2007. Inilah yang amat membingungkan dari saudara kita, LAT.

Iseng Kelima : Membedah pertanyaan LAT
Kita amat mafhum bahwa pertanyaan yang diajukan pada ustadz, ulama, lantas dijawab sesuai pertanyaan si penanya, dengan kemampuan ilmiah ustadz/ulama. Maka tidak heran apabila didapatkan jawaban dari ustadz/ulama, perlu juga dibedah sejauh mana kejujuran si penanya.

Berikut kutipan si penanya kita, Abu Tilmidz alias La Adri at Tilmidz yang ditanyakan pada tanggal 13 Mei 2008 :
“Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Saya mau tanya ttg blog fakta -http://fakta.blogsome.com- saya sudah lama tahu ttg fitnah Surury, tepatnya sejak 2004-2005. Namun hingga awal 2007 saya masih ngaji dengan mereka dan blog saya berisi artikel dan kajian dari asatidz Surury. Hal ini disebabkan saya alergi melihat sepak terjang yang terkesan galak dan kurang adab dari sebagian ikhwan Salafy. Saya ndak suka dengan sikap seperti itu yang galak dan tidak menaruh rasa belas kasihan bahkan membuat bingung orang awam, seperti Saya. Hal itulah yang membuat saya terus menjauh dari Salafy bahkan memberi nasihat kepada temen2 untuk tdak ambil pusing melihat tingkah Salafy dan mengajak mereka untuk terus menuntut ilmu kepada Abdul hakim Abdat, yazid Jawas, Zainal Abidin, dan lainnya dan semisalnya. Hal ini terus berlanjut.
Hingga kemudian di awal 2007 saya semakin tidak tenang hingga ahirnya Allah memberikan ketetapan kepada saya untuk pindah majelis untuk memindahkan tempat duduk saya bermualazamah menuntut ilmu kepada asatidz Salafy, diawali dengan menghadiri daurah dua hari di Karawang bersama Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed dan Abdurrahman Lombok, lalu semua daurah-dauarah Salafy saya datangi, saya juga memborong semua rekaman mp3 asatidz di seluruh indonesia, sebagian saya download di internet sebagian lagi minta kiriman dari sahabat dakwah di luar daerah.
Sungguh 3 tahun saya bertahan di Surury karena akibat dari kejamnya blog fakta yang menjauhkan saya dari Salafiyyin. Ketika saya telah menjadi Salafy saya paksa-paksakan diri untuk mencintai blog fakta, kami paksakan untuk membaca semuanya. Namun hasilnya tetap sama seperti dulu, membuat kami pusing dan pegel bacanya. Istri saya malah berkata, “ini orang gak ada kerjaan, dia kaya mata-mata yang ada di film, kan kasihan orang awam” Dan mmg pernyataan istri saya iyakan. [60]

Saya mau tanya :
Apakah Ustadz tahu siapa yang berada di balik cadar blog fakta ?
Apakah ketika melihat isinya, ustadz merekomendasikan untuk kami ?
Apakah blog fakta adalah blog Salafy ?
Apa nasihat ustadz kepada kami selanjutnya ?

Mohon penjelasan yang jelas dan gamblang disertai dgn hujjah dan dalil sehingga ini bisa kami jadikan acuan dalam bersikap. Saya pikir efek blog fakta kepada org awam sungguh sangat keterlaluan.
Barokallahu fiika wassalmualaikum warohmatullahi wabarokatuh.”

Baiklah, kita membaca bersama-sama kata-kata yang amat bombastis “Sungguh 3 tahun saya bertahan di Surury…”. Wallahul musta’an. Hidayah Allah Ta’ala itu mahal, ini buktinya. Terhalang selama 3 tahun, kalau dari ucapannya, yang dimaksud si penanya adalah sejak tahun 2004 – 2007. Sebab setelah tahun 2007, ybs mengaku sudah pindah ke majelis asatidzah Salafy. Tentunya kita tidak mengetahui hati seseorang, hanya Allah-lah yang tahu keikhlasan kita, pembaca dan semua manusia dalam menetapi jalan Allah Ta’ala dan manhaj Salaf yang mulia ini.

Akan tetapi, kiranya pembaca melihat bukti yang hendak penulis ajukan, agar kita dapat adil menyikapi keadaan sesuai kadarnya. Apakah patut seseorang/sekelompok manusia, atau bahkan sebuah situs disalahkan, dikambing-hitamkan, yang membuat seorang rugi waktu 3 tahun, bagaimana kalau dalam rentang waktu 3 tahun itu ybs tetap berkubang kesalahan dan qadarallah meninggal ??? Masya Allah, sepintas akan sangat besar dosa yang diemban penulis dan pengelola situs itu.

Baiklah, kita mencoba membuka situs fakta.blogsome.com dan melihat tanggal posting pertama. Simak screen shot pada gambar ke 6 sbb :

Gambar 6 : Bukti bahwa situs Fakta.blogsome.com baru terbit pada tanggal 21 November 2006. Bila nanti November 2008, baru genap 2 tahun umurnya. Bisa juga ditemukan di http://img174.imageshack.us/img174/4098/faktablogsomecom2006112gf2.jpg

Gambar 7 : Artikel pertama dalam situs fakta.blogsome.com terbit, tanggal 21 November 2006. [61]

Nah disinilah poin kedustaan LAT yang hendak membayangkan kepada al Ustadz al Fadhil Abu Muhammad Abdul Mu’thi al Maidani hafidhahullah kesalahan fatal dari blog Fakta. Jangankan seorang ustadz, bahkan seluruh ustadz, masyayikhnya, pasti akan memberikan jawaban yang sama bagi si penghalang hidayah ini. Akan tetapi LAT telah berdusta demi memuaskan ambisi “kebenciannya” terhadap Fakta dan sekarang dia mendapatkan jawaban yang memuaskan, bagaimana bila LAT diketahui mendustai ustadz, kira-kira apa akibatnya ? Wallahul musta’aan.

Dari sini dapat penulis dan pembaca ketahui bahwa umur blog Fakta masih belum genap 2 tahun, akan tetapi kenapa secara bombastis LAT menyalahkan hidayah Allah Ta’ala tidak turun karena situs Fakta? Janganlah karena buruk muka, lantas cermin dibelah. Banyak sekali situs Salafy — selain Fakta — di tahun 2004-2005 yang dapat ditekuni, baik berbahasa Indonesia, Inggris, Arab dst. Bahkan yang lebih baik lagi, belajar langsung, ta’lim melalui masjid-masjid, ma’had, kaset/CD/DVD, siaran radio ma’had, dst. Jangan semata-mata melalui media Internet saja, terlebih hanya menjadi sambilan di waktu kerja, itupun cuma memelototi satu situs saja. Bisa jadi seperti katak dalam tempurung nantinya, padahal upaya mencari hidayah Allah Ta’ala banyak sekali. Dan memang, hidayah Allah Ta’ala itu amat mahal harganya, tak ternilai. “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada orang yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada orang yang dapat memberikan hidayah padanya.”

LAT berkata : “Ketika saya telah menjadi Salafy saya paksa-paksakan diri untuk mencintai blog fakta, kami paksakan untuk membaca semuanya. Namun hasilnya tetap sama seperti dulu, membuat kami pusing dan pegel bacanya”. Pembaca akan tersenyum melihat kekanak-kanakan si LAT, silakan sebutkan ustadz siapakah yang menyuruh taqlid, mengkomando secara membabi-buta, dengan mewajibkan membaca situs Internet untuk belajar ? Siapa yang menyuruh mencintai sebuah web tanpa dasar ? Apalagi seorang ustadz sampai memaksa muridnya hanya satu situs Internet saja, yakni Fakta. Terang saja seseorang akan capek membaca bukti yang dipaparkan secara detail, yang menyusun saja pegel apalagi yang membaca secara terpaksa. Fitnah pecah belah dakwah Salafiyah yang dilakukan oleh Ihya’ut Turots yang sudah berlangsung sepuluh tahun lebih ingin dibaca oleh LAT sependek “sms-sms” dari sebuah handphone! Inilah lelucon yang diadukan LAT kepada al Ustadz kita, mudah-mudahan pembaca ikut tersenyum.

Perlu dibaca dulu aturan yang dibuat oleh pembuat situs Fakta yang telah ada sejak tanggal 21 November 2006 sbb :
———————————————–
“Peringatan dari Webmaster untuk Pengunjung
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh… (untuk muslim)
Sebelum membaca tulisan dan postingan disini, harap diketahui bahwa tulisan disini sifatnya hanya untuk kalangan sendiri, haram/terlarang dibaca/dikopi oleh non muslim. Dan bagi muslimin, ini untuk kalangan sendiri, karena hanya opini pribadi semata.

Insya Allah postingan disini tetap membawa amanat ilmiah, menyertakan nama asli penulisnya, hal ini sesuai dengan misi kami membawakan fakta, untuk dicatat oleh kami sendiri dan yang seide dgn kami, walau terkadang pahit dirasa pihak lain, pahit diungkapkan dan dikata, FAhit diKata tapi nyaTA.

Mudah-mudahan dengan bantuan kami, fakta tersebut dapat tercatat, menjadi nyata bagi kita semua dan yang terpenting dicatat sebagai amalan baik oleh Allah Azza wa Jalla.

Kenapa ditulis di blog ? Bukankah akan membikin publik membacanya ? Ya, terkadang diantara rekan-rekan memiliki file-file bagus, hanya sayang sekali baru didokumentasikan pada email-email pribadi. Nah untuk memudahkan diri kami, kiranya situs catatan/blog pribadi ini membantu, mencatatnya, mengarsipkannya.

Sekali lagi bagi pengunjung, diharapkan materi disini tidak digunakan untuk perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya, dst, sebab postingan disini apa adanya, tidak diperhalus bahasa, bukan representasi atas nama seorang da’i, ulama, dakwah secara umum, tapi apa adanya. Harap maklum, tulisan disini sifatnya DRAFT dan Insya Allah kami revisi apabila ada fakta baru. Sehingga tulisan bernada faktual dengan ketiadaan dewan redaksi, editor, terkadang kurang santun, harap maklum adanya.

Maka dari itu, sebelum para pengunjung melihat disini lebih jauh, diharapkan mengetahui bahwa tulisan disini hanya opini pribadi, bila tidak tertarik atau marah, benci, harap meninggalkan situs ini segera, tidak usah membacanya, menyalinnya, menyebarkannya, mengkonfrontir, memprovokasi pihak lain, karena kami hanyalah hamba Allah yang awam, bukan seorang ulama, apatah lagi da’i, santri, atau pelajar.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh… (untuk muslim)
Abdul Hadi as Salafi
———————————————–
Dari sini saja memang diakui oleh pengelola situs Fakta, bahwa situs ini bukan untuk semua kalangan, apalagi muslimin awam. Jelas sekali aturan saat membaca situs tersebut, bukan representasi atas nama seorang da’i, ulama, dakwah Salafiyyah. Itu diakui pengelolanya, sebagai situs pribadi, karena ketiadaan redaksi yang memadai sebagaimana layaknya situs profesional, situs dakwah, sehingga tulisan kadang kurang santun, keras, kasar, dst. Sehingga dulu penulis sempat meminta kepada situs ikhwan Salafy untuk tidak melink situs fakta, agar mereka tidak terkena dampaknya.

Nah, disaat pembaca mulai marah, benci, diminta oleh pemilik situs untuk dilarang membaca, menyalin, menyebarkan, mengkonfrontir, memprovokasi pihak lain. Tapi entah kenapa tanpa membaca “Peringatan dari Webmaster untuk Pengunjung“, serta-merta pengunjung itu marah-marah, menghubungi lewat email, memprotes karena ketiadaan tempat untuk komentar, buku tamu, untuk sekedar meluapkan kemarahannya, mengajak debat, mengecap pengecut, dst. Itulah hizbiyyun yang marah ketika kedoknya dibongkar secara detail disertai bukti-buktinya.

Iseng Keenam : Senyum kemenangan LAT
Amat wajar ketika artikel “BAUS Buas?” mulai edisi 1 sampai 4 diterbitkan, yang menjelaskan posisi Joko Waskito dengan Wahdah Islamiyahnya, Pustaka Al Kautsar dengan Abduhnya, Ikhwanul Muslimin dan pendukungnya di myQuran, sebagai pihak yang perlu dicermati. Amat sangat wajar bila kini LAT pun ikutan marah, rupanya hal itu dikarenakan LAT masih bergumul dengan hizbiyyun, sururiyyun, turotsiyyun dan tampil untuk berdusta untuk mendapatkan jawaban yang memuaskannya.

Kini LAT sedang tersenyum kemenangan, mendapatkan ucapan selama dari rekan-rekannya seperti ditulis sbb [62]:
– Abu Muhammad Heriyanto, di/pada Mei 15th, 2008 pada 1:27 am Dikatakan:

Terima kasih juga telah bertanya kepada Al Ustadz ‘Abdulmu’thi tentang FAKTA. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih hikmah dan bijaksana dalam dakwah ini

Jazakallaahu khoyr wa baarokallaahu fiikum.

– Rijal, di/pada Mei 15th, 2008 pada 4:42 am Dikatakan:

Assalamu’alaikum

Barakallahu fiikum.
Na’am. Ana jg tau dr bulletin friendster yg dipost oleh seorang ikhwan. Dan setau ana FAKTA ud “diusir” dr list http://blogsalaf.co.cc sejak beberapa hari yg lalu.

Maka jelas sudah, LAT dkk tertawa kegirangan. Bahkan saking senangnya, LAT sengaja menaruh artikel tanya-jawab dia dengan ustadz Abdul Mu’thi di bagian kategori Firqah-Hizbiyyah. Artinya bisa dipahami bahwa kesalahan pengelola Fakta yang ‘menghalangi 3 tahun’ si LAT adalah kesalahan Manhajiyyah. Berikut buktinya :

Gambar 8 : Nampak artikel Nasihat Untuk Sebuah Blog Yang Telah Menjauhkan Kami Dari Salafy dimuat disitus LAT dalam kategori Firqah Hizbiyah, yang diikuti oleh ghuroba.blogsome.com dengan judul “Tentang Blog FAKTA” dalam kategori Firqah Hizbiyah. [63]

Berikut kutipan lengkap ungkapan kegembiraan LAT :

” Ditulis pada 15 Mei 2008 oleh Abu Tilmidz | Sunniy Salafy
La Adri At Tilmidz
Aku sangat marah kepada blog itu [1], karena ia telah membuat image buruk Salafy di mataku, sehingga membuatku menjauh dari Salafy sejak ahir 2004 sampai dengan awal 2007. Ketika mengetahu isinya maka dapatlah diketahui -sepertinya- blog tersebut adalah blog dari ikhwan Salafy karena blog tersebut adalah sebuah blog yang berisi berbagai data dan fakta tentang keadaan sebagian kaum Muslimin yang lekat dengan ahlul bid’ah dan pengekor hawa nafsu. Blog itu juga berisi data keadaan Hizbiy dan Surury. Bagi sebagian kaum Muslimin blog ini amatlah menyesakkan dada sehingga mereka sakit hati oleh data yang disajikan, mereka adalah ahlul bid’ah dan hizbiy. Dan sebagian kaum muslimin lainnya merasa pusing membacanya, pegel karena panjang tulisannya, dan bingung karena isinya yang gontok-gontokan, mereka adalah orang awam yang sedang semangat dalam menuntut ilmu.

Tolong dicamkan, ketika anda membaca nasihat untuk blog tersebut, apa yang akan kami sajikan akan ada dua jenis manusia dalam mensikapi :

1. Sebagian manusia akan semakin bersemangat dalam menimba ilmu dan semakin yakin tentang dakwah yang menyeru kepada Al Quran dan As Sunnah mengikuti manhaj Salaf, karena mereka yakin semua ahlus sunnah adalah berhati bersih dan jika ada satu atau dua Salafy yang keluar dari akhlak dan adab adalah mencerminkan pribadinya dan sama sekali tidak mengurangi nama harum dakwah Salaf. Dan ini adalah sikap yang utama.

2. Sebagian manusia lain akan tertawa, tersenyum, bahkan terbahak-bahak, siapa lagi mereka kalau bukan hizbiy dan ahlul bid’ah, karena mereka akan menyangka bahwa di antara Salafiyyin sendiri ada yang saling sikut-sikutan, itu sangkaan mereka. Jika saja mereka melihat dengan seksama akan nasihat yang akan kami bawakan kepada blog tersebut, dan mereka jujur tentu ini adalah nasihat kepada saudaranya untuk kembali dalam menuntut ilmu dan bukan apa yg mereka sangkakan. Kasihan sekali jika mereka menyangka bahwa di antara Salafiyyin saling gontok-gontokan. Padahal ketahuilah bahwa seluruh Salafiyyin bersatu dan sebagai perwujudan rasa kasih sayang, mereka memberi nasihat jika ada saudaranya kaum Muslimin yang terjatuh ke dalam penyimpangan sebagai rasa kasih sayang.

[[Maka kami/Fakta katakan: Pantaskah seorang Salafy yang jujur akan menjerumuskan saudara-saudaranya dalam pergolakan khilaf dan fitnah seperti ini? Lihatlah bahwa La Adri benar-benar menyadari bahwa tulisannya ini akan membikin para hizbiyyun tertawa dan La Adri tetap mempublikasikannya!! Dia telah membantu hizbiyyun dalam menertawakan Salafiyyun. Dan sungguh para hizbiyyun tersebut tidak pantas tertawa karena “penyusup” ini, tetamnya sendiri telah ketahuan belangnya dalam upayanya untuk mengadu domba sesama saudara seiman semanhaj. Walhamdulillah]]

Beda dengan Hizbiy. Karakteristik hizbiyah adalah melindungi tokohnya meskipun tokohnya salah. Inilah ta’ashub mereka yang fanatik serta taqlid kepada kelompoknya. Mereka membela mati-matian tokohnya, sebut saja Hasan Al Banna sang Sufi, Sayyid Quthb yang suka mengkafirkan atau Yusuf Al Qardhawi sang rasionalis, mereka tahu akan hal itu dan mereka bisa baca karya-karya tokoh tersebut yang tertulis jelas sikap mereka, namun mereka membela dengan berbagai-bagai alasan diputar-putar dengan tujuan membela manhaj kelompok mereka.

Namun tidak bagi seorang Muslim sejati, kebenaran adalah datang dari Allah dan jika ada yang salah dari saudaranya hendaklah diperbriki dan diberi nasihat, semoga saja ia kembali menempuh Islam di jalan Al Quran dan As Sunnah dengan pemahman yang benar. Jika diterima ya syukur walhamdulllah dan jika tidak diterima ya terserah dia, wong kita ndak maksa koq, Wabillahi taufik.

Yakfi, inilah nasihat kepada blog tersebut, yaitu blog yang telah menjauhkanku dari Salafy selama tiga tahun dan juga menjauhkan temen-temenku yang saat ini masih ngaji dengan Surury karena menyangka Salafy adalah serem, kasar, beringas, gak beradab, jutek, galak, kaku, sama sekali gak sopan, berbicarnya beringas, dan seterusnya… dan seterusnya…

Ditanyakan oleh Abu Tilmidz, seorang penuntut ilmu dari Bekasi Timur kepada Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani, seorang asatidz Salafiyyin di Jogja yang beliau adalah pengajar Pondok Pesantren Al Anshor, Yogyakarta, melalui blog beliau [2].

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Saya mau tanya ttg blog -deleted- saya sudah lama tahu ttg fitnah Surury, tepatnya sejak 2004-2005. Namun hingga awal 2007 saya masih ngaji dengan mereka dan blog saya berisi artikel dan kajian dari asatidz Surury. Hal ini disebabkan saya alergi melihat sepak terjang yang terkesan galak dan kurang adab dari sebagian ikhwan Salafy. Saya ndak suka dengan sikap seperti itu yang galak dan tidak menaruh rasa belas kasihan bahkan membuat bingung orang awam, seperti Saya. Hal itulah yang membuat saya terus menjauh dari Salafy bahkan memberi nasihat kepada temen2 untuk tdak ambil pusing melihat tingkah Salafy dan mengajak mereka untuk terus menuntut ilmu kepada Abdul hakim Abdat, yazid Jawas, Zainal Abidin, dan lainnya dan semisalnya. Hal ini terus berlanjut.

Hingga kemudian di awal 2007 saya semakin tidak tenang hingga ahirnya Allah memberikan ketetapan kepada saya untuk pindah majelis untuk memindahkan tempat duduk saya bermualazamah menuntut ilmu kepada asatidz Salafy, diawali dengan menghadiri daurah dua hari di Karawang bersama Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed dan Abdurrahman Lombok, lalu semua daurah-dauarah Salafy saya datangi, saya juga memborong semua rekaman mp3 asatidz di seluruh indonesia, sebagian saya download di internet sebagian lagi minta kiriman dari sahabat dakwah di luar daerah.

Sungguh 3 tahun saya bertahan di Surury karena akibat dari kejamnya blog -deleted- yang menjauhkan saya dari Salafiyyin. Ketika saya telah menjadi Salafy saya paksa-paksakan diri untuk mencintai blog -deleted-, kami paksakan untuk membaca semuanya. Namun hasilnya tetap sama seperti dulu, membuat kami pusing dan pegel bacanya. Istri saya malah berkata, “ini orang gak ada kerjaan, dia kaya mata-mata yang ada di film, kan kasihan orang awam” Dan mmg pernyataan istri saya iyakan.

[[Kami/Fakta katakan: Sungguh ucapannya di atas adalah bukti bagaimana La Adri menghiasi tulisannya dengan sesuatu yang tidak masuk akal, Ya La Adri sedang “menunggu Kuda bertanduk”! Bagaimana mungkin artikel yang diawalinya dengan kalimat “Aku sangat marah kepada blog itu” , kemudian “kejamnya blog -deleted-” dan dia membumbui masakannya dengan MSG (Monosodium Glutamat) “saya paksa-paksakan diri untuk mencintai blog -deleted-”.

Apakah ada diantara pembaca yang bisa mencintai sekaligus membenci satu “sosok” yang kejam? Apakah Al Wala' dan Al Bara' dapat diterapkan pada satu hal? Semoga La Adri tidak akan menjawab, “La Adri, Saya nggak tahu apa-apa?” ]]

Saya mau tanya :
Apakah Ustadz tahu siapa yang berada di balik cadar blog -deleted- ?
Apakah ketika melihat isinya, ustadz merekomendasikan untuk kami ?
Apakah blog -deleted- adalah blog Salafy ?
Apa nasihat ustadz kepada kami selanjutnya ?

Mohon penjelasan yang jelas dan gamblang disertai dgn hujjah dan dalil sehingga ini bisa kami jadikan acuan dalam bersikap. Saya pikir efek blog -deleted- kepada org awam sungguh sangat keterlaluan.
Barokallahu fiika wassalmualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Jawab:
Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh

Terkait dengan pertanyaan antum tentang blog -deleted-, saya nasehatkan kepada segenap ikhwan salafiyyin untuk tidak menghiraukannya. Anggaplah keberadaannya seperti tidak ada. Blog itu tidak mewakili dakwah yang mulia ini (Salafy, -red) dan asatidzah yang menyerukannya.

Setahu saya blog itu tidak dikelola dan ditulis oleh orang-orang yang berilmu. Hendaknya para pengelola blog itu bertaqwa kepada Allah. Kewajiban mereka untuk menyerahkan urusan dakwah ini kepada orang-orang yang telah diberi amanah ilmu oleh Allah. Orang-orang yang bodoh sebagaimana yang dinyatakan oleh para ulama kita: “mereka membuat kerusakan dari arah yang mereka menyangkanya adalah perbaikan”. Segala yang mereka perbuat akan dimintai pertanggung jawabannya disisi Allah. Termasuk ketika blog itu menjadi bumerang atas dakwah yang mulia ini sehingga memalingkan manusia dari jalan Allah. Barangsiapa yang memperburuk wajah dakwah yang mulia ini niscaya Allah tidak akan membiarkannya.

Bisa jadi Allah menyesatkan seseorang pada suatu masa karena dia memiliki andil dalam menjauhkan manusia dari jalan Allah. Oleh karena itu, saya mengajak para pengelola blog itu untuk meninggalkannya dan bergiat untuk menuntut ilmu. Masih banyak ilmu yang harus mereka pelajari. Serahkan urusan dakwah yang mulia ini kepada ahlinya. Karena apa yang meraka lakukan itu adalah tugas para ulama, da’i, ustadz untuk menyampaikannya kepada manusia, baik melalui lisan maupun tulisan, dengan ilmu dan hujjah dari kitabullah beserta sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas pemahaman salaf yang dihiasi dengan ketelitian, kehati-hatian, dan cara yang benar, bukan semata-mata dengan meracau melalui fakta yang mereka temukan. Wallahu A’lam Bish Shawab.

-sampai di sini jawaban ustadz-

Yups… jawaban ini membuat hatiku dan istriku tenang, setidaknya memang benar indahnya dakwah Salafiyah. Memang kami kenal dakwah Salaf sejak 2001 dan kami berazam menjadi Salafy di tahun 2004, kemudian kami dibenturkan dengan masalah Surury di ahir 2004 dan kami cuek aja wong kami ndak paham yang begituan dan kami menganggap bahwa ini berita surury bikin bingung dan memang gaya bahasa di blog itu sangat jauh dari adab seorang Salafy. Alhamdulillah Allah Tabaroka wata’ala memberikan kami hidayah sehingga kami tahu bahwa selama ini kami ngaji bukan di Salafy namun kami ngaji di Surury, Maka kami langsung pindah majelis di awal tahun 2007 untuk bermulazamah [3] di depan asatidz Salafy. wuuiih… betapa panjang liku-liku kebenaran yang kami jalani…

Sebagai catatan bahwa kami membaca tentang Surury TIDAK MELALUI BLOG -deleted- tapi melalui artikel lainnya yang secara ilmiah dan lugas, singkat padat jelas, dan bahasa yang santun. Wallahi kami ndak pernah mengambil faidah dari blog -deleted-. Bahkan cuma membaca judul-judul tulisan yang ada di blog itu saja kami sudah marah dan benci setengah mati. Kami mulai membaca secara serius dan belajar mencintai blog -deleted- semenjak jadi Salafy.

Sungguh jauh berbeda dengan anggapan. Aku mendapati mereka, salafy begitu sopan, kalem, murah senyum bahkan akrab dan bersahabat. Ketika aku pertama kali datang masuk masjid, mereka tersenyum kepadaku dan sebagainya yang pokoknya jauh dari kesanku terhadap Salafy sebelumnya. Dan setiap daurah, kajian, muhadharah, dan tabligh Salafy sama sekali aku ndak menemukan kesan para asatidz yang galak dan serang sana serang sini. Semuanya beradab dan hikmah. Bahasa santun dan ilmiah. Demikian pula ratusan rekaman kajian mp3 Salafy dari seluruh asatidz di Indonesia yang aku miliki ndak aku temukan susana panas, pun ketika membicarakan Surury dan firqoh hizbiyah dibahas dengan santun dan ilmiah.

Wallahu a’lamu bish shawab

Footnote
[1] Blog yang aku maksud adalah blog FAKTA -FAnas diKata Tapi nyatA- Juga blog lain yang mungkin ada, yang satu karakter dengannya.
Dulu kami juga membenci website http://salafy.or.id karena beberapa isinya di menu SURURIYAH mirip sama satu karakter dengan blog FAKTA. Namun kini semenjak kami jadi Salafy dan kami kembali membuka website musuh lama ini kami tidak mendapati beberapa artikel yang dulu pernah kami temukan, mungkin beberapa sudah dideleted maka kami mengucapkan Alhamdulillah… dan kami dapati http://salafy.or.id penuh dengan ilmu dan khazanah dan betapa indahnya website Salafy lainnya semisal http://asysyariah.com atau http://darussalaf.or.id, dan semua mua muanya website salafiyyin dan beberapa blog ikhwan Salafy yang penuh dengan ilmu, tidak seperti dulu yang kaku, galak, beringas, dan kasar. Jadi ingat sama blognya Abu Maulid Anto Salafy yang galak itu, tapi alhamdulillah dia sekarang dah taubat dan merubah sikap. Dan ketika aku pertama kali jadi Salafy langsung aku kenalan dan ketemuan sama dia dan masya Allah… wajahnya ternyata kalem koq, ramah, murah senyum. Kata temenku, “iya dianya kalem dan ramah senyum, tapi itu lho jari jemarinya yang galak dan jutek”…he…he…..

Hhhmm…. Cobaaaa dari dulu seperti ini mungkin saya dah lama ngaji di Salafy…he..he…. ini sudah Qaddarullah kali yee….. (jawab : Yaa iyyalaaaah !!)

Tapi memang masih ada saja ikhwan dan akhwat Salafy yang rada-rada ekstrim, contoh saja istriku cerita bahwa di kajian rutin kami hanya istri saja yang ndak pake cadar, semuanya ummahat bercadar, naah istriku langsung diberitahu bahwa cadar itu hukumnya WAJIB! Nah lho tuh khan ndak tanggung tanggung tuh ummahat bilang gitu secara to the point, istriku sih diam aja sambil senyum, tapi dia cerita kepadaku bahwa dalam hati dia bilang, “memangnya saya bodoh, itu kan ikhtilaf di antara ulama dan sebagian ada yang mengatakan itu tidak wajib cuma keutamaan saja dan ndak wajib”

Maksudku ya mbok tuh akhwat ndak langsung to the point gitu, semuanya butuh proses. Ndak usah bilang gitu dia seharusnya paham tanpa diajari juga istri setiap hari diajari sama suaminya !! [64]

[[Kami/Fakta katakan: bagaimana mungkin engkau mengajari istrimu sementara dirimu dengan jujur mempublikasikan di situsmu bahwa engkau nggak tahu apa-apa? Pantaskah engkau wahai La Adri (yang mengaku mencintai dakwah Salafiyah) menyiarkan di situsmu bahwa “ada saja ikhwan dan akhwat Salafy yang rada-rada ekstrim”? Inikah ucapan seorang salafy yang mencintai saudaranya? Membongkar aibnya (kalau memang benar-benar ada) di internet dan menyebarkannya ke seluruh manusia, hizbiyyun? Ataukah engkau sedang membantu hizbiyyun untuk berucap, “Benarkan bahwa Salafi itu kayak gitu...?” Tetapi sayang bahwa dirimu mengambl sanad dari istrimu! Dan pantaskah engkau berceracau tentang akhwat salafiyah dalam masalah cadar di situs internetmu? Kalau benar (dan sayang (dengan bukti kedustaannmu) kami tidak percaya dengan ceracaumu, maka pantaskah aib-aib saudaramu engkau siarkan di khalayak ramai? Tidakkah seharusnya engkau memiliki prinsip bahwa sejelek-jelek saudara seaqidah semanhaj maka dia masih jauh lebih baik daripada sebaik-baik hizbi yang engkau undang makan ke rumahmu!)
Walhamdulillah betapa indahnya dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah waljamaah. Sebuah karakter Salafy sejati. Tidak keterlaluan selayaknya Haddadiyah dan tidak lembek selayaknya Surury dan ikhwaniy. Barokallahu fiikum.
[2] Al Ustadz Abdul Mu’thi di blog resmi beliau http://alhujjah.wordpress.com
[3] Mulazamah = secara rutin datang menuntut ilmu
DIarsipkan di bawah: Akhlak Salaf, Al Manhaj As Salafus Shalih, Firqah Hizbiyah, Ilmu dan Ulama, Urgensi Dakwah [65]“

Satu lagi, salah seorang ikhwan dari Sumut, Abdul Wahid as-Sibolgawy juga turut merilis http://almaidany.wordpress.com/2008/05/14/blog-faka-tidak-mewakili-dakwah-salafiiyah/ berjudul “Blog “Faka” tidak mewakili dakwah salafiyyah!”. Kali ini ybs meletakkan dalam kategori Manhaj.

Terakhir yang penting yakni seseorang dengan nickname t1lmidzi memposting tanya-jawab terkait fakta di situs yang notabenenya milik hizbiyyun, yakni myQuran. Topiknya yang dipilih di bawah thread Dunia Dakwah Islam adalah “USTADZ SALAFY ‘YAMANI’ MENCELA BLOG FAKTA”. Tercatat telah 192 kali dibaca oleh peminatnya sampai tanggal 20 Mei 2008 pukul 19.43 WIB, wallahul musta’an. Kini telah terbuka sudah sampai ke tangan hizbiyyun adanya tahdzir dari ustadz kepada blog Fakta.

Gambar 9 : Topik yang diposting tanggal 17 Mei 2008 pukul 13.11 WIB menurut jam server myQuran berjudul USTAD SALAFY ‘YAMANI’ MENCELA BLOG FAKTA di alamat http://myquran.org/forum/index.php/topic,38900.0.html .[66]

Tulisan ini menukil dari situs al Ustadz Abdul Mu’thi diberi judul seram “USTAD SALAFY ‘YAMANI’ MENCELA BLOG FAKTA’. Menurut catatan myQuran, tulisan tersebut dikirim oleh seseorang yang mengaku namanya t1lmidz, tulisan di myQuran baru 1 saja, tanggal terdaftar yakni baru tanggal 17 Mei 2008, 12:43:22. Terakhir aktif adalah hari ini tanggal 20 Mei 2008 pukul 13:14:53.[67]

Kesimpulan
Demikianlah, kedustaannya, memakai bahasa yang bombastis, saat menanyakan perihal situs Fakta kepada ustadz Abdul Mu’thi. La Adri telah berlaku tidak sopan, tak beretika dan tidak santun dengan cara mendustai ustadz kita. Perlu diketahui ungkapan gembira Abu Tilmidzi di halaman 26 – 30, tulisan Abu Tilmidz pada 15 Mei 2008 setelah pertanyaan Abu Tilmidz dijawab al Ustadz Abdul Mu’thi al Maidani. Abu Tilmidz mengakui bahwa dirinya mengenal dakwah Salafiyyah melalui Surury sejak tahun 2004/2005. Lantas karena ‘tertahan selama 3 tahun’ gara-gara kesalahan uslub situs Fakta.blogsome.com yang menurutnya amat buruk. Abu Tilmidz tidak bergegas berganti majelis dakwah Salafy yang benar sampai awal 2007. Sementara situs Fakta baru mulai terbit tanggal 21 November 2006 dan mulai menampilkan artikel tentang Sururi seperti Al Irsyad baru Desember 2006. Lihat juga tulisan dia tentang nasihat akhwat atas istrinya yang belum bercadar karena alasannya cadar itu ‘cuman diutamakan’, tidak wajib, dst.

Demi melihat bukti-bukti yang ada, yakni aktivitas Abu Tilmidz yang merestui informasi tentang kajian, tulisan dari da’i ‘tetangga’ disebarkan ke seluruh anggota milis “Manhaj-Salaf” yang dikelola olehnya, menunjukkan Abu Tilmidz “jujur” dengan ruju’nya yang disebutkan yakni sejak awal tahun 2007 ?

Berikut ringkasannya, Abu Tilmidz meloloskan email kiriman anggota terkait kajian Abu Haidar as Sundawy (31 Maret 2008), Abu Salma (4 Februari 2008), Abdullah al Hadromi Malang (3 Okt 2007), Yazid Jawwas (30 Sept 2007, 6 Agustus 2007), Abu Qotadah Tasikmalaya (19 Ags 2007), Arif Fathul Ulum rekan Abdurrahman Tamimi Al Irsyad Surabaya (30 Juli 2007), Abu Ahmad as Salafi rekan Aunur Rofiq Ghufron Gresik (29 Juli 2007), Arif Fathul Ulum (29,30 Juli 2007), Abdul Hakim Abdat (22 dan 29 Juli 2007), Abu Qotadah (26 Juli 2007), Abu Ihsan Al Atsari (24 Juli 2007), Fariq Gasim Anuz (18 Juli 2007).

Sementara rekan yang dipercaya juga sebagai moderator di Manhaj-Salaf@yahoogroups.com bernama samaran nashirussunnah meloloskan informasi kajian Yazid Jawwas (8 Nov 2007), Abdul Hakim Abdat (8 Sept 2007), Kholid Syamhudi PP Bukhari Solo (5 Juli 2007), Abu Salma murid Abdurrahman Tamimi Al Irsyad Surabaya (5 Juli 2007), Abdul Hakim Abdat (27 Juni 2007), Ali Saman, Lc Al Irsyad Tengaran (25 Juni 2007), Zainal Abidin Syamsudin dai resmi Al Sofwa (2 Mei 2007). Dst.

Juga nampak adanya ketidakjujuran Abu Tilmidz sesuai pengakuan ruju’ kepada manhaj yang haq ini. Abu Tilmidz sendiri mengirimkan informasi kajian Yazid Jawas pada 12 Maret 2007, mengirimkan tulisan Muhammad Arifin Badri 14 Maret 2007 secara berseri sampai 14 edisi, meloloskan email yang berisikan pertanyaan dari anggotanya yang mengutip lengkap ucapan Joko Waskito atau Abu Abdirrahman al Thalibi (26 Juli 2007). Abu Tilmidz sesuai pengakuannya, ruju; di awal 2007, menurut saya sekitar Januari – Februari 2007 mestinya sudah tidak mencampur-adukkan lagi antara Salafy dengan Turotsi .

Abu Tilmidz tidak pantas disebut ruju’ kepada manhaj Salaf sejak awal 2007 — menurut pengakuannya — dan disebut seorang Salafy, apabila menulis penuh keakraban di forum kontak/buku tamu situs yang mendukung dan sepemikiran dengan Turotsi. Mohon disimak pada “Iseng Ketiga : Melacak aktivitas lewat Internet” poin g sampai k yang menunjukkan bukti adanya keakraban itu. Yakni beramah-tamah dengan Abu Muadz Yusuf Al Malanji (12 April 2008), Abu Zubair Danny K (15 Maret 2008), Aditya (17 Januari 2008), Abu Zayd (26 Oktober 2007), situs Al Sofwa (8 Maret 2007), dll.

Abu Tilmidz mengucapkan seperti dimuat lengkap pada halaman 16 di tulisan ini, poin ke 25 “Iseng Keempat”. Apakah ini menunjukkan bahwa Abu Tilmidz seorang yang Salafy, seorang yang tsiqah, bisa dipercaya untuk turut berdakwah ke manhaj Salaf dengan situs blognya “sunniy.wordpress.com” serta 5 situs lainnya, aktif di milis-milis dst ?

Sekarang kita dapat menyikapi saudara La Adri At Tilmidz, apakah sebagai seorang hizbi atau Salafy – melihat bukti-bukti yang ada ramah dengan Turotsi. Saya melihat niat baik untuk ruju’ pada Salafy secara lahiriah, namun tidak diikuti dengan bara’ kepada Turotsi, bahkan marah ketika membaca fakta tentang keadaan Hizbi dan Turotsi dibongkar dalam situs Fakta. Juga nampak sikap yang melecehkan ketika istrinya dinasehati untuk bercadar, serta memasukkan nasihat ustadz kepada situs Fakta dalam kategori Firqah – Hizbiyah.

Pantas saja Abu Tilmidz marah demi melihat rekan-rekannya dicerca dan dibongkar dengan bukti-buktinya. Sehingga Abu Tilmidz gembira seperti yang saya dikutip pada halaman situsnya, serta-merta nasihat Al Ustadz Abdul Mu’thi dimasukkan ke kategori Firqah – Hizbiyah, diikuti blog Ghuroba.blogsome.com milik Abu Husam as Samaranji di kategori Firqah – Hizbiyah, lantas Abdul Wahid as Sibolgawy di almaidany.wordpress.com pada kategori Manhaj.

Perlu diketahui, dengan situs tersebut yang merupakan sarana untuk mencatat aktivitas hizbiyyun, membeberkan kesalahannya, yang sesuai peringatan dari webmasternya “untuk kalangan sendiri“. Sama sekali tidak ditujukan untuk disebarkan di kalangan muslimin awam untuk membingungkan mereka. Seperti ditulis di kategori “Dari Webmaster”, ada tulisan berbunyi “Peringatan dari Webmaster untuk Pengunjung”, pada tanggal 21 November 2006. Sengaja tidak adanya kontak, buku tamu, fasilitas komentar, untuk menghindari adanya perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya dan menyita waktu.

Bahwa dengan pengarsipan bukti-bukti di situs Fakta ini, guna menghindari dihapusnya bukti/rekaman di situs-situs hizbi tersebut, banyak sekali yang sudah dimatikan oleh pengelolanya seperti situs at Turots dan situs Al Irsyad “liar” kelompoknya Abdurrahman At Tamimi (untuk menghapus jejak-jejak kejahatan hizbiyah mereka), belum lagi url yang berubah lantaran sistemnya ganti, tidak ditampilkan lagi, oleh situs semacam Al Sofwa Al Muntada Indonesia.

Semestinya kita patut bersyukur kepada Allah Ta’ala dengan usaha para ikhwah yang sudi meluangkan waktunya yang tidak sedikit, yang telah sekian tahun ini mendokumentasikan bukti-bukti tersebut. Dan ini bukanlah pekerjaan pengangguran atau mata-mata ! Darimana kita tahu kalau Abubakar Ba’asyir adalah penasehat KOMPAK Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang mewadahi Laskar Mujahidin ? Dari bukti yang direkam oleh para ikhwah! Darimana anda tahu bahwa Daurah masyayikh Yordan yang hampir setiap tahun diselenggarakan oleh Ma’had Al Irsyad Abdurrahman Tamimi ternyata juga mengundang jaringan teroris takfiri berikut nama-nama, alamat dan nomor telepon para da’i seluruh Indonesia yang terlibat di dalamnya? Dari bukti-bukti yang didapatkan dan didokumentasikan oleh para ikhwah sekalian !

Sungguh bukti-bukti kejahatan dakwah tersebut tidaklah bisa dinilai oleh rupiah! Berapapun! Kita tidak tahu kapan akan berakhir fitnah hizbiyyah ini, tidak ada yang bisa kita wariskan kepada anak anak kita kecuali bukti-bukti berharga yang terdokumentasikan dengan rapi dan detail. Maka ketika datang seorang hizbiyyun yang hendak memanipulasi fitnah dan persoalan, cukuplah sodorkan dan tunjukkan bukti-bukti kejahatan hizbiyyah mereka dan katakan: “Sungguh engkau adalah pendusta! Engkau telah didustakan oleh bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh ustadz-ustadzmu sendiri!”

Maka bersyukurlah kepada Allah Ta’ala, wahai para ikhwah sekalian, jangan engkau mudah percaya dengan orang-orang yang mengaku telah ruju’ dan bertaubat dari kehizbiyyahannya. Jangan percaya sebelum engkau yakin seyakin-yakinnya bahwa kerak-kerak hizbiyyah telah benar-benar ditanggalkannya.

Keadaan saudara kita La Adri ini sebagai contoh person yang secara lisan ruju’, namun terburu-buru berdakwah di Internet, lantas dipercaya, dilink oleh sebagian situs ikhwan Salafy. Wallahul musta’an. Kiranya hal ini dapat menjadikan pelajaran bagi kita semua di masa mendatang. Walhamdulillah ‘ala ni’matillah.Wallahu a’lam.

Ibrahim Abu Abdillah & Redaksi

Catatan ringan bukti masa kini : 
http://img389.imageshack.us/img389/7633/buktimasakini001ms4.jpg
http://img155.imageshack.us/img155/4934/buktimasakini01fr1.jpg http://img98.imageshack.us/img98/3072/buktimasakinibv0.jpg
http://img80.imageshack.us/img80/8756/abuharunmasihakrabiturotx8.jpg
http://img511.imageshack.us/img511/1566/almuhandisbukutamu13082un4.jpg
http://img150.imageshack.us/img150/8346/abuharunrismaka01092008te0.jpg
http://img149.imageshack.us/img149/7803/abuharunakhsa01092008bp8.jpg
http://img523.imageshack.us/img523/6295/abuharunalqiyamah010920ti3.jpg
http://img515.imageshack.us/img515/9416/abuharunbukutamu0109200sw6.jpg
http://img244.imageshack.us/img244/4889/abuharunrismaka15092008pm4.jpg
http://img246.imageshack.us/img246/3089/abuharunfitrah15092008ne5.jpg
http://img255.imageshack.us/img255/3925/abuharunbukutamu1509200dg1.jpg
http://img244.imageshack.us/img244/6268/abuharunsadat15092008mp4.jpg
http://img246.imageshack.us/img246/9014/abuharunmanana15092008jh0.jpg
http://img140.imageshack.us/img140/2244/abuharunbukutamu1509200nj4.jpg

Si hizbi di atas-pun menyambut gembira “kemenangan” ini. Perhatikan pula link-link situsnya:
http://img214.imageshack.us/img214/113/salafiyunpadhizbiva3.jpg

Tetapi Abu Harun lupa rupanya bahwa beliau juga bukan ulama, ustadz ataupun da’i dan websitenya masih tetap eksis sampai saat ini (26 Mei 2008 pukul 12.23 WIB). Semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa kita semua, amin.

Kilas Balik tentang Turotsi
Seorang guru di PP. Al Furqon Gresik (kolaborator dakwah Turatsiyyin) berkata di dalam buku bantahannya:
http://img215.imageshack.us/img215/6356/jgntolakkebenarandrorgyjy2.jpg

“Yah, demikianlah keadaan penulis, orang biasa dan bukan apa-apa kalau dibandingkan dengan…. Namun saya yakin bahwa standar dan barometer kebenaran bukanlah gelar dan popularitas. Kebenaran tetaplah kebenaran yang harus dijunjung tinggi walaupun yang mengatakannya seorang tukang becak atau petani. Dan kebatilan tetaplah kebatilan yang harus dilenyapkan sekalipun yang mengucapkannya seorang guru, doktor, profesor atau kyai.”

“Oleh karena itu, wajib bagi kita semua, apabila kita keliru hendaknya bersenang hati untuk kembali kepada kebenaran setelah mengetahui dalilnya. Tidak boleh malu di hadapan manusia hanya karena takut disalahkan atau gengsi hanya karena takut kehilangan wibawa. Malu di hadapan Allah lebih utama daripada malu di hadapan manusia”.

Sekali lagi, janganlah memandang kritikan ini dengan sebelah mata hanya karena penulisnya. Dahulu ada cerita menarik, pernah suatu kali ada seorang alim ditanya suatu masalah, lalu dia menjawab: “Saya tidak tahu.” Lantas ada seorang muridnya berkata: “Saya mengetahui jawaban masalah tersebut.: Mendengarnya, sang ustadz langsung memerah wajahnya dan memarahi murid tersebut. Murid itu lalu berkata: “Wahai ustadz! Setinggi apapun ilmu anda, tapi anda tak sepandai Nabi Sulaiman ‘alaihis salam. Saya juga tak lebih bodoh dari burung Hud-Hud, walaupun demikian dia berkata kepada Nabi Sulaiman (artinya): “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya.” (QS. An Naml: 22). Setelah itu, sang guru tak lagi memarahi murid cerdas tadi. [Miftah Darus Sa’adah I/521 oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah]

Selanjutnya kepada para pembaca tulisan ini, apabila mendapati kebenaran di dalamnya maka terimalah dengan senang hati tanpa melirik siapa yang mengucapkannya, perhatikan apa yang dia ucapkan, bukan orangnya. Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah mencela orang yang menolak kebenaran hanya karena datang dari orang yang dibencinya, dan mau menerima kebenaran kalau datang dari orang yang dicintainya karena itu adalah perangai ummat yang tercela. Sebagian sahabat pernah mengatakan: “Terimalah kebenaran walaupun datangnya dari orang yang kamu benci dan tolaklah kebatilan sekalipun datangnya dari orang yang kamu cintai,” Sebagaimana apabila kamu mendapati kesalahan di dalamnya, maka sesungguhnya penulis telah berbuat sekuat tenaga, karena hanya Allah-lah yang sempurna.” [Madarijus salikin III/545 oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah]

Kalau kamu dapati kesalahan, maka tutupilah lubangnya…
Hanya Allah, Dzat Maha Tinggi dan Mulia saja, yang tidak punya salah…

Dan apabila anda menjumpai beberapa kritikan yang terasa cukup pedas setengah kecut, maka anggaplah hal itu jamu yang pahit rasanya tapi terjamin khasiatnya. Janganlah anda terburu-buru memvonis penulisnya dengan orang yang ‘kasar’ atau ‘kurang adab’ karena –demi Allah– tidaklah dia menulis tulisan ini kecuali sebagai nasehat.” [Syaikh Al Albani Dihujat!, Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar al Atsari, Pustaka Abdullah, Jakarta, tt. hal. 183-185]

Sekiranya hal itu dianggap ‘kasar’ dan ‘kurang beradab’, maka bukti-bukti fakta ucapan, tulisan dan sepak terjang hizbiyyah ustadz kondang Yazid Jawaz, Abdul Hakim Abdat, Aunur Rafiq, Zainal Abidin, Abdurrahman Tamimi dan rekan-rekannya dari jaringan teroris Khawarij NII, Joko Waskito, Abduh ZA, Halawi Makmun, Abdullah Hadrami. Serta Ikhwanul Muslimin dan para gembong besarnya dengan gerakan terorisme mereka terhadap Aqidah Tauhid (yang kesemuanya mengatas-namakan berdakwah di atas jalan Ahlussunnah, Salafush shalih), HARUSLAH LEBIH SYAR’IY untuk dicap lebih dulu sebagai ‘kasar’ dan ‘kurang beradab’.

Kami sangat sangat menyadari bahwa kami bukanlah manusia yang terjaga dari suatu kesalahan, dan tidaklah mungkin situs ini akan menjadikan seorang hizbi mencintai ‘kliping’ bukti-bukti kejahatannya sendiri, walaupun “kita memaksa” mereka untuk mencintainya. Wajib bagi kami untuk bertaubat dan ruju’ kepada kebenaran, karena kebenaran lebih berhak untuk diikuti dan dicintai.

Kemarahan Muslim.or.id berubah menjadi “tertawa gembira” dengan fakta saat ini :
http://img67.imageshack.us/img67/2227/nebengsyaikhrabirq7.jpg

Jangan salah, semestinya bukan menertawakan “nasib” Fakta saat ini, tetapi “tertawa” menyaksikan “kelihaiannya sendiri”, saat mana terlontar pertanyaan dari saudara kita LAT alias Abu Harun (saat itu, semoga Allah mengampuni kami dan dia) kepada siapa dia berwala’ ketika mengikrarkan bara’ kebenciannya terhadap fakta (tentu saja termasuk bukti-bukti hizbiyyah di dalamnya). Ternyata Muhammad Arifin, pembesar muslim.or.id, Yazid Jawaz dan Abdul Hakim Abdat masih melekat di hatinya, di websitenya sendiri terbukti :
http://img61.imageshack.us/img61/9422/wwwgeocitiescomdewainskxy0.jpg http://img67.imageshack.us/img67/7056/wwwgeocitiesdewaihptilmya8.jpg http://img61.imageshack.us/img61/9412/wwwgeocitiesdewaihptilmaz1.jpg http://img67.imageshack.us/img67/9855/wwwgeocitiesdewaihptilmcu1.jpg

Serta sampai hari ini 1 Juni 2008 siang, masih bisa diakses situsnya yg merekomendasi tulisan Muhammad Shalih Al Munajjid.
http://img145.imageshack.us/img145/5204/wwwgeocitiescomdewainskvf8.jpg

Bukankah Fakta yang mempublikasikan bukti & data bagaimana “muslim.or.id” bergandengan tangan dengan Wahdah Ikhwaniyah? http://fakta.blogsome.com/2008/02/05/turatsiwadah-ikhwaniyyah-keceplosan/

Sebuah artikel yang tampaknya cukup membikin ‘fanas’ telinga kedua-belah pihak (Turotsi dan Wahdah Islamiyah) yang ternyata “bersalam-salaman” di balik layar dakwah.

Sungguh sangat mengherankan ketika melihat nasihat Syaikh Rabi’ hafidhahullah agar sesama Ahlussunnah saling berkasih-sayang, berlemah-lembut, mempererat dan mengokohkan tali persaudaraan, ternyata sekarang dimanfaatkan oleh Turotsiyun, muslim.or.id.
http://img67.imageshack.us/img67/3879/nebengfatwasyaikhrabivx3.jpg

Sejak kapan Syaikh Rabi’ hafidhahullah memiliki nilai dan kedudukan di sisi kalian wahai Turotsiyyun?

Bukankah ustadz kalian, Muhammad Wujud yang dulu berkata, “Kalau di Indonesia dia (Syaikh Rabi’) diulamakan, kalau di Saudi banyak yang seperti dia” atau kalimat yang semakna dengan ini.

Belum, belum selesai serangan “rifqan dan mawaddah” para penjahat dakwah itu! Murid besar Syarif Hazza’ asal Mesir, kaki-tangan Ihya’ut Turots (yakni Abu Mush’ab At Turotsy) tidak ketinggalan untuk mengajarkan rifqan Sururinya dengan menyatakan: “Syaikh Rabi’ yang membantah Syarif Hazza’ adalah Shighar ulama (ulama kecil)”!! Itulah kesopanan dan kelembutan dakwah mereka terhadap ulama kita.

Walaupun banyak yang merasa puas menjadi “penonton”, tetapi bagaimana mungkin kita bisa duduk tenang, berdiam-diri ketika mendengar para ustadz “disopan-santuni dan diramah-tamahi” dengan cara yang sangat sangat tidak ilmiah sebagaimana ucapan si hizbi Irsyadi Abu Salma (AS) :
Risalah bundelan tersebut sepertinya berasal dari admin web site ahli fitan terbesar saat ini, yaitu www.talafi.or.id yang dimotori oleh seorang da’i terkenal dari Malang yang saat ini menjadi penasehat website tersebut, yang dia saat ini sedang ‘mencak-mencak’ kepanasan karena merasa al-haq yang dia klaim ditalbis dengan kebatilan dari ‘musuh’ yang dia hasadi dan benci.
Membaca risalah tersebut, membuat saya terheran-heran, kepengen tertawa karena tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini. Sehingga melihat risalah tersebut menyebabkan Syaikh Ali Hasan tidak bergeming sedikitpun dan bahkan melihat bagaimana rusaknya manhaj kaum munaffirin ini” [artikel “Lama Tidak OL”, Abu Salma]

Saudaraku kaum Muslimin, lihatlah pelecehan luar biasa yang dilakukan oleh Abu Salma (perhatikan bukti sebelumnya, bahwa blog si AS ini tampil di situs aboezaid yakni salafiyunpad.wp.com http://img98.imageshack.us/img98/3072/buktimasakinibv0.jpg
http://img214.imageshack.us/img214/113/salafiyunpadhizbiva3.jpg http://img221.imageshack.us/img221/5782/aboezaidabusalmaia7.jpg )

Kepada orang-orang yang dinyatakannya :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini”!! Padahal di tempat yang sama dia menuduh lawan-lawannya:”…kini dengan ‘tidak tahu malu’ pula mereka kotori lisan dan hati mereka dengan hasad, iri, dengki, cercaan, ejekan, makian dan semisalnya…”. Ya subhanallah, tidakkah dia sedang bermain-main dan berputar-putar dengan tulisannya sendiri? Menuduh orang lain mengotori lisan dan hati mereka dengan berbagai cercaan, ejekan dan makian sementara dirinya sendiri bebas menetapkan untuk mencerca, mengejek dan memaki orang-orang lain!! Itu yang pertama.

Kedua, tahukah kamu, wahai Abu Salma bahwa orang-orang yang :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini” tidaklah berinisiatif apapun untuk menyampaikan risalah ‘bundelan bukti’ yang cukup tebal yang membuatmu “terheran-heran, kepengen tertawa” tersebut kepada Masyayikh Yordan kecuali hanyalah untuk membantu Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah!! Ya, Syaikh Rabi’lah yang memerintahkan orang-orang yang :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini” agar mengirimkan bundelan bukti tersebut ke Markaz Al-Albani di Yordania. Lalu apa pandanganmu sendiri terhadap Syaikh Rabi’ Hafidhahullah dengan “semua pujianmu” ini?! Jika demikian keadaannya, lalu siapa yang engkau maksudkan “bahkan melihat bagaimana rusaknya manhaj kaum munaffirin ini”?! Syaikh Rabi’lah yang memerintahkan “kaum munaffirin yang rusak manhaj” ini!! Ini adalah celaan dan ini adalah pelecehan!! (Adakah yang tersisa dari secuilpun kebaikan manhaj asatidzah jika vonis “rusak manhaj” telah dijatuhkannya?)

Tidakkah anda lihat wahai saudaraku, bukan situs Fakta saja yang dicapnya rusak manhajnya! Tetapi para asatidzah yang menjalankan perintah Syaikh Rabi hafidhahullah shighar ulama di sisi mereka — yang divonis rusak manhajnya! Kaum munaffirin! Apakah kita akan tetap merasa nyaman berdiam-diri agar tidak dibenci oleh para hizbi dan Turotsi demi menghindari cap kasar dan tidak beradab? Betapa sedihnya hati kita jika pembelaan terhadap kehormatan para ulama dan asatidzah dari tuduhan-tuduhan tak berdasar seperti contoh di atas dikatakan sebagai gontok-gontokan. Subhanallah.

Dan bukankah hal ini menunjukkan i’tikad baik orang-orang yang engkau “puji” sebagai: ”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini”? Tidaklah mereka sebarkan kepada umat isi bundelan bukti tersebut kecuali hanyalah dikirimkan kepada Masyayikh Yordan!! Bukankah dirimu sendiri yang menyampaikan kepada umat betapa Masyayikh Yordan telah menerima bingkisan bukti yang cukup tebal dari orang-orang pengangguran yang lugu dan bloon itu?!

Ketiga, kenapa tidak engkau sebutkan satu-dua contoh saja risalah dan isi bundelan yang mampu membuat dirimu terheran-heran dan kepengen tertawa itu?! Bacakanlah satu-dua lembar saja risalah itu sehingga umat dapat engkau ajak untuk tertawa bersama-sama!! Adakah hal-hal yang lucu sehingga menjadi alasan bagimu untuk ‘kepengen tertawa’? Ataukah engkau sedang menertawakan bukti-bukti penyimpangan manhaj yang kalian lakukan sendiri? Allahu yahdik.

Sungguh, anak-anak ingusan ini tidak hanya sekali menyaksikan bukti betapa dirinya memiliki “hoby” menertawakan kebenaran ketika penyimpangan dan penyelewengan kelompoknya disampaikan sebagai suatu bentuk nasehat kepadanya, apa balasannya? Ketawa!! Saudaraku, perhatikan jawaban “tertawanya”:

Komentar buat Abu Salma :
Kalo’ antum merasa sebagai salafiyun koq kenapa masih berlemah-lembut dengan hizbi Al Irsyad yang pro Demokrasi, pro Partai dan Penyimpangan lainnya?? Bahkan masih duduk di majelis mereka?? Allahu yahdik!!!
————–
Tanggapan Abu Salma :
Dengan tertawa ana berkata : “la an Allaha an yahdiyakum”… sudah bosan ana ditanya demikian ini, dan terakhir kali ana katakan : Ma’as Salamah atas kejahilan dan kebodohan antumsemoga Allah menambah ilmu dan hikmah kepada antum…( Anti Sururi, July 5th 2005, 05:18:14 AM, Judul Komentar : Al-Irsyad, Asal : Jawa) [Menyoroti Kiprah dakwah Ihya Turots dkk di Indonesia, sub judul: 22.3 ABU SALMA vs MUHAMMAD RACHDI PRATAMA (SEBUAH KADO PERNIKAHAN)]
Demikianlah “mufti” ini berbicara semaunya untuk melindungi dan membela hawa nafsu hizbiyyahnya.

Bukan itu saja, tahdzir tanpa hujjah dan bukti fakta ilmiyahpun diluncurkannya tanpa malu terhadap ustadz Abu Mas’ud dan Afifuddin: “dakwah tanfir Abu Mas’ud serta Afifuddin dan muqallid Al-Bayyinahnya”
http://img61.imageshack.us/img61/3510/tahdzirabumasudhp6.jpg

Tentu saja tahdzir keras, tanfir, mutasyaddidin di atas tidak lengkap jika ustadz Muhammad as Sewed tidak turut dijarhnya pula:
http://img67.imageshack.us/img67/2375/tahdzirassewedsx9.jpg
http://img67.imageshack.us/img67/8677/tegaskantahdzirassewedvl2.jpg

Tetapi siapa yang mau peduli dengan semua bukti hinaan dan cercaan terhadap asatidzah di atas? Bukankah membela kehormatan ulama, membela keteguhan dakwah para ustadz kita adalah bukti kurang beradab dan tidak beretika? Ya, diamnya Ahlussunnah adalah emas………………………..bagi hizbiyyin.

Itulah aksi kesopanan dan kelembutan etika si murid, bagaimana pula dengan si guru? Pendusta besar Abdurrahman Tamimi hadanallahu wa iyyah (dan kami tidak merasa risih untuk dicap kasar dan tidak sopan karena bagian dari etika kesopanan itu sendiri terhadap seorang pendusta adalah mencapnya pula sebagai pendusta) :
“…sebagian orang yang menisbatkan diri mereka kepada dakwah Salafiyyah, akan tetapi hakikatnya mereka adalah orang-orang yang berbuat “ghuluw” (menyimpang dan berlebih-lebihan dalam agama) dan ekstrim, yang mana mereka memusuhi kami lantaran hasad dan dengki yang telah memakan hati mereka. Padahal mereka itu masih anak-anak yang masih ingusan lagi bodoh.
Sungguh mereka telah menjauhkan manusia dari dakwah Salafiyyah yang haq ini, akibat perangai mereka yang buruk dan dakwah mereka yang kasar lagi jelek. Tidaklah seorang menyelisihi mereka, sekalipun itu dari teman-teman mereka sendiri, melainkan mereka membid’ahkannya dan mengucilkannya dari pergaulan dengan mereka….
Akan tetapi segala puji bagi Allah, kekuatan mereka hancur berkeping-keping sehingga hilang dan lenyaplah kekuatan mereka. Tersingkaplah keburukan mereka, permusuhan diantara mereka sendiri sangat sengit, mereka bercerai-berai, dan ini adalah pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Sesungguhnya Allah tidak akan memperbaiki perbuatan orang-orang yang merusak.
Sekalipun mereka melakukan suatu perbuatan yang mereka inginkan untuk mengelabui manusia…dan sekalipun mereka merubah kulit-kulit (baju-baju) mereka untuk menjelekkan dan mengacaukan….dan sekalipun mereka membaguskan penampilan mereka, untuk menyembunyikan kejelekan mereka.
Semua itu –dan selainnya- sekali-kali tidak akan ada kelangsungannya atau perbaikannya, sekali-kali tidak akan berjalan bersamanya amal kebenaran yang jelas, justru ia akan hilang dan meleleh serta tidak akan kembali”

(Pidato Abdurrahman At-Tamimi ketika menceramahi peserta Muktamar Masyayikh Salafiyyin ke-1 di Markaz Al-Albani, Yordania)

Bisa jadi saat pidato ini diucapkan (untuk kemudian dipublikasikan secara luas di situs internet Irsyadiyyun dan disebarkan pula melalui majalah Adz-Dzakhirah Ma’had Al Irsyad Surabaya) kita belumlah “lahir” atau kita malah sama sekali tidak tahu atau bahkan mungkin saat itu. Mungkin kita sedang asyik taklim, bergaul dan berinteraksi dakwah lemah-lembut bersama hizbiyyun Irsyadiyyun Turotsiyun, atau mungkin kita tahu, tapi kita lalui begitu saja “pidato kesopanan” di atas karena kita anggap bukan urusan kita. Sampai kemudian anak-anak ingusan yang “tak tahu etika dan sopan santun” itu mengklipingkan dan menghidangkannya untuk kita faktanya. Sayang, bukan tahdzir terhadap situs Fakta itu sendiri tetapi tahdzir habis tak bersisa dari ustadz Abdurrahman Tamimi kepada para asatidzah Salafiyyin (tanpa kecuali!) di hadapan lebih kurang seribu ulama dari seluruh dunia di markaz Al Albani. Sekali lagi, siapa yang mau peduli dengan semua ini? Allahul Musta’an.

Di masa Ja’far Umar Thalib –dulu–bahkan tuduhan di atas jauh lebih santer dan lebih dahsyat diarahkan kepadanya. Tapi semua itu mental tiada berarti. Sampai akhirnya diangkat ke Syaikh Ali Hasan hafidhahullah (dan mereka/Turotsiyyin ketika itu menyangka dengan fatwa Syaikh Ali, dakwah Ja’far menjadi tamat!). Tapi apa kata beliau:
 ان كل ا لأمورالتى يٍٍلآ حظهاالاحوةعلي جعفر انما هي الأمورفي طريقة تطبيق المنهج وليس في المنهج في طريقة تطبيق المنهج وليس في المنهج,واذ الأ مر كذالك فان عندي عندي,ان عشرين خطأ في تطبيق المنهج ليسوابأخطرمن خطأ واحدفي المنهج
“Sesungguhnya seluruh urusan yang diperingatkan oleh para Ikhwan terhadap Ja’far hanya merupakan urusan-urusan dalam hal cara menerapkan manhaj dan bukan dalam hal manhaj, dalam hal cara menerapkan manhaj dan bukan dalam hal manhaj. Jika permasalahannya demikian, maka sesungguhnya menurutku 20 kesalahan dalam penerapan manhaj tidaklah lebih berbahaya dari 1 kesalahan dalam hal manhaj.”(Meruntuhkan Syubhat Hizbiyyin, Lajnah Khidmatus Sunnah wa Muharabatul Bid’ah, Syawwal 1419H, hal.28).

Jadi sebaiknya para hizbiyyin menghentikan saja tuduhan “semu” seperti ini, silakan mereka tunjukkan bukti fakta penyimpangan manhaj kami agar kami bisa segera menghapusnya dan bertaubat kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana kami telah mempublikasikan bukti fakta penyimpangan manhaj mereka, semoga Allah Ta’ala selalu menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang tidak keras kepala untuk rujuk kepada Al Haq! Amin.

http://fakta.blogsome.com/2007/03/11/maka-menangislah/

Keliru besar jika orang-orang jahat yang memang sedari awal menginginkan agar kami bentrok, memusuhi atau bahkan memerangi ustadz-ustadz kami sendiri, demi mengikuti skenario keji mereka untuk mengadu domba diantara kami. Bagaimana mungkin kami akan memusuhi asatidzah, sementara merekalah hafidhahumullah (jazahumullahu khaira katsira) yang selama ini membentengi umat dari kesesatan dan kehizbiyahan dakwah mereka? Para ustadzlah yang selama ini menjelaskan dengan jelas dan ilmiyah akan bukti kejahatan dakwah Sururiyah Ikhwaniyah! Ihya’ut Turots! Surkati dan Al Irsyadnya!

Terakhir hari ini pembaca bisa menyimak komentar terakhir yang diloloskan dan disepakati oleh al Ustadz Abu Harun La Adri at Tilmidz Dewa Inskari Harry Putra sbb :

Abu Hisyam, demikian pendukung Abu Harun itu mengucapkan pada tgl 1 Juni 2008 pukul 04.51 AM sbb :
“abu hisyam, di/pada Juni 1st, 2008 pada 4:51 am Dikatakan:
assalamu ‘alaikum…
akhi, saya bahkan amat yakin ibrahim abu abdillah, abdul hadi as salafi, abdul ghafur al malanji adalah penyusup dakwah, yg memporak-porandakan dakwah salafiyah, bukan seorang salafy. bahkan dari tulisannya nampak dia berpemikiran khawarij, mungkin sisa-sisa pemikirannya laskar dulu.wallahu a’lam.
saya amat berterimakasih kalau upaya akhi antosalafy, abdurrahman, antum abu harun, untuk segera menghadap ke 10 ustadz yg biasa mengkaji di jakarta dan sekitarnya. mohon apapun hasilnya dikabarkan di forum yg kita cintai ini.
buat akhi abu harun, tetap bersabar, sejak awal sikap antum sudah tepat, 100% benar, mereka memang perlu di’hajar’ dengan fatwa asatidzah. kita buktikan siapa yg salah, antum apa mereka yang cuman segelintir. tidak ada ikhwan yg membela mereka, apatah lagi ustaz. wallahu a’lam.uhibbuka fillah.” [http://sunniy.wordpress.com/about/#comment-426 direkam di http://img65.imageshack.us/img65/2883/sunniywordpresscomaboutne1.jpg]

“Kepenyusupan” tiga orang ini juga diamini oleh Akmal Hisyam, di/pada Mei 30th, 2008 pada 12:47 am, “Ana masih belum berani mengatakan justru bahkan mereka mungkin penyusup, wallahu a’lam.”, dan Ummu Salamah, di/pada Mei 24th, 2008 pada 2:53 am “semoga Allah segera membongkar kedok mereka sebagai penyusup di barisan salafiyyun. ” Yah, untuk sementara Abu Harun ‘menang’ dengan sukses banyaknya pendukung dan pembela via Buku Tamunya ini.

Siapa pula yang menyebarkan berita bahwa Syaikh Rabi’ hafidhahullah telah diusir dari Madinah? Bukankah pihak kalian sendiri wahai turotsiyyin, muslim.or.id? Betapa anehnya bahwa setelah turotsiyyun menunjukkan betapa tingginya “keramahan, adab dan sopan santun”nya terhadap Syaikh Rabi’, sekarang mereka tanpa rasa malu menampilkan nasihat beliau hafidhahullah? Masya Allah, suatu sikap yang luar biasa — yang di luar kebiasaan–. Ketegasan manhaj sebagaimana penjelasan para ulama dan asatidzah terkait fitnah Sururiyah Ikhwaniyah Turotsiyah Irsyadiyah akan menghindarkan kita dari kebingungan. Tetapi jika tetap masih bermuka dua, duduk sana duduk sini, taklim Salafy yes, taklim sururi oke, gaul sururi, ikhwani dan salafypun tak masalah, jangan jadikan fakta sebagai kambing hitamnya. Ada yang bertanya, apa solusinya? Ternyata “gampang”, tetapi sungguh berat jika penghasilan pergaulan ramah lintas manhaj yang menjadi tujuan kehidupan:

Syaikh Ali Hasan : “Solusinya gampang, jangan bergaul dengan mereka para hizbiyah. Muamalah kita sebatas dakwah kepada mereka.”
http://img61.imageshack.us/img61/3488/solusinyagampanght5.jpg

Gampang memang jika lisan yang mengucap, adapun faktanya? Sebagaimana bukti sebelumnya, toh masih tetap “keras kepala” juga beretika sopan santun dengan saudara hizbinya:
http://fakta.blogsome.com/2008/02/05/turatsiwadah-ikhwaniyyah-keceplosan/

Semoga masih tetap ada yang berani untuk mengungkap, menulis dan berucap bahwa ucapan-ucapan mereka, sikap-sikap dan perilaku mereka, para hizbi ini benar-benar sangat tidak sopan, tidak beretika, kasar dan tidak santun! Tentu saja tidak ilmiyah, yakni tuduhan-tuduhan khabits terhadap ulama Ahlus Sunnah dan para asatidzah yang tetap istiqamah membentengi umat dari dakwah hizbiyyah-dinariyah mereka walaupun pengungkapnya harus menanggung resiko untuk dijauhi, dibenci, dicap kasar dan tidak punya adab….walau Fahit AKibaTnyA.

Jazakumullahu khairan katsiro, atas semua saran, kritik, masukan dari asatidzah dan ikhwan semua…

Footnote:
[53] http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin/database?method=reportRows&tbl=1&sortBy=1&sortDir=down&start_at=20
[54] http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin/message/1801
[55] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/31602
[56] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/31602
[57] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/29261
[58] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/20739
[59] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/17258
[60] http://img204.imageshack.us/img204/6944/bertahandisururitigatahty2.jpg
[61] http://img174.imageshack.us/img174/5218/faktablogsomecom2006112ju7.jpg
[62] http://sunniy.wordpress.com/about/
[63] http://img297.imageshack.us/img297/1981/sunniywordpresscom20080ci5.jpg
[64] http://img292.imageshack.us/img292/7605/sombongcadartidakwajibno6.jpg
[65] http://sunniy.wordpress.com/2008/05/15/nasihat-untuk-sebuah-blog-yang-telah-menjauhkanku-dari-salafy/#more-414
[66] http://img174.imageshack.us/img174/4076/myquranorgforumindexphpvb5.jpg
[67] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=55094

BAUS BUAS (5), “Penyusup” itu bernama….

22 - May - 2008 nyata Leave a comment

MEMETIK BUAH DARI POHON KEDUSTAAN
(Tanggapan atas tulisan: “Nasihat Untuk Sebuah Blog Yang Telah Menjauhkan Kami Dari Salafy”)

Pengantar
Bismillahirrahmanirrahim.

Ngakunya sih sudah bertaubat dari Sururi dan ruju ke Salafy pada awal 2007. Tetapi lihatlah aksi “kejujurannya” di pertengahan 2007:

Nukilan:
“Ana dimarahi ust As Sewed, "ngapain antum duduk di majlis Hakim Abdat, gak
usah baca buku lau kaana khoiron lasabaquna ilaihi, itu buku susuri.."
Ana juga dimarahu ust Yazid, ngapain antum duduk di majlis As Sewed, jgn
dengerin kajian Asykari nanti seperti dia…"
Ya Allah… ana ikhlas di marahin sana sini, ana ikhlas diomelon temen-temen,
"antum dah berubah haluan ya.. antum salafy campur aduk. Ana ikhlas dijauhi
temen-temen. Tugas dakwah ana masih banyak, tugas ana masih banyak di kampung
ngebina anak-anak kecil yang awam, ngelawan dukun dan kiayi bid’ah, dihajar
sana sini oleh para sufi dan penyembah kubur.
Allahu musta’an… Allahul musta’an…
yaa ikhwah salafiyyin bersatulah antum dan biarkan para ustadz yg memahami
masalah ini yang lebih paham, boleh antum ngaji terserah antum tapi jgn
menghalang-halangi penuntut ilmu dan taklim mereka !!” (La Adri…)

Ketika saat ini anda mengetik alamat situs Fakta, kemudian “berani” membaca artikel kami, berhaklah bagi kami untuk bertanya, “Kenapa anda masih “nekat” juga membuka website pribadi kami? Bukankah “penyimpangan” kami sudah dimasukkan ke dalam locker “manhaj” dan “hizbiyyah” oleh La Adri At Tilmidz? Tidakkah anda takut bahwa kami akan menjerumuskan anda sekalian ke dalam penyimpangan manhaj dan mengajak anda berhizbiyyah ria?” Ataukah anda sedang menanti-nanti apa sikap yang akan kami tempuh setelah dihizbiyyahkan oleh orang yang bernama La Adri?
http://img215.imageshack.us/img215/6916/vonisfaktafirqohmanhajtg7.jpg

Jika ada orang yang ditanya tentang suatu permasalahan dan dia menjawab tidak tahu (karena benar-benar tidak tahu), maka ini adalah sebagian dari ilmu, tidak ada aib padanya dengan jawaban itu. Akan tetapi jika ada orang yang nggak tahu apa-apa kemudian menulis artikel ini dan itu apa kira-kira yang terjadi? Kekisruhan dan kekacauan, fitnah dan tipu daya.
Tetapi, benarkah ada orang yang tidak tahu apa-apa berani menulis fakta? Simak saja…
http://img527.imageshack.us/img527/5120/laadrigaktauapaapaiz0.jpg
http://img215.imageshack.us/img215/9522/akutdktauapaapaep3.jpg

Benarkah dia nggak tahu apa-apa? Atau justru bersembunyi di balik cadar “nggak tahu apa-apa” untuk memuluskan ambisi “apa-apa”-nya?

Dengan timbangan apa orang yang nggak tahu apa-apa ini menghukumi Salafy sebagai sosok yang “serem, kasar, beringas, gak beradab, jutek, galak, kaku, sama sekali gak sopan, berbicarnya beringas, dan seterusnya… dan seterusnya… ?”. Dengan timbangan menurut “lembut, penuh hikmah, dan penuh adab” dari firqah Jama’ah Tabligh!
http://img372.imageshack.us/img372/488/imjtlembuthikmahadabqw2.jpg

Na’am, demikianlah orang yang nggak tahu apa-apa ini ternyata telah menghukumi kami dengan ‘kelembutan kesesatan’ penuh adab kesyirikan dan khuruj ‘penuh hikmah’ dari Jama’ah Tabligh As Sufi Al Hindi. Allahul Musta’aan.

Sungguh tulisan La Adri — yang nggak tahu apa-apa ini — telah membetot perhatian sebagian ikhwah sehingga terpesona sampaipun website Ikhwanul Muslimin, MyQur’an mengasap-asapinya juga, menyambut gembira pahlawan ke”surup”an (sore, Jw), La Adri — yang nggak tahu apa-apa — padahal tanpa selembar benang datapun dia meracau vonis kebencian untuk situs Fakta. Subhanallah.

Tetapi hal ini tidaklah mengagetkan kami, karena terbukti dia tetap menjalin hubungan dengan teman hizbinya, tetap bergaul dan beramah-tamah, yang dengannya dia bisa menjadi wakil suara mereka untuk “memberangus” situs Fakta!
http://img228.imageshack.us/img228/5765/tetapgauldgntmanhizbixi8.jpg

Ya, fakta kehizbiyahan ustadz-ustadz mereka benar-benar telah menyesakkan dada. Bukankah “kambing hitam” ada di depan mata? ‘Kambing hitam’ Fakta yang senantiasa berupaya mengkliping kejahatan dan kehizbiyahan para ustadznya dan memamerkannya kepada umat? Segera tutup Fakta, bisiknya, biar kita tidak bisa menyaksikan lagi bukti-bukti kejahatan orang-orang terhormat kita! Nampaknya, bahasa orang awam, penyebab bingung, kasar tak beretika adalah proposal lempang untuk memuluskan ambisi orang yang nggak tahu apa-apa.

Bukan, bukan fakta yang menjadikannya bingung, tetapi pergaulan bebasnya yang membikinnya bingung, simak bagaimana seorang Akhwat berupaya “menaklukkan” kebingungan orang yang nggak tahu apa-apa ini:
http://img215.imageshack.us/img215/2073/sibingungvsakhwat01yg0.jpg
http://img228.imageshack.us/img228/6695/sibingungvsakhwat02kc5.jpg

Sebentar, berbicara hal yang tidak sopan, kasar, beringas tak beretika kita jadi terigat kembali dengan Joko Waskito dengan ‘Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak’, yang pada setelah kelabakan amunisi lemah-lembutnya kedodoran,  akhirnya mempertontonkan dirinya sebagai orang yang ngawur, bicara seenaknya dan dan… (telah berlalu bukti dan penjelasannya di artikel BAUS Buas 2).

Kami akan tunjukkan kepada anda sebuah contoh kesopanan bahasa dan kebaikan tutur-kata Amrozi sang terpidana mati Bom Bali itu :
http://img232.imageshack.us/img232/1962/korbanbombalikurangbykvt2.jpg

Amrozi berkata dalam Jawa Pos 26 Januari 2008 : "… seharusnya, “…menyesal mengebom di Bali karena korbannya 200. Kurang banyak itu. Seribu gitu loh,” katanya lalu tertawa."

Silakan anda perhatikan ucapan teroris Amrozi di atas (di sisi Abduh, Tohir Bawazir, Pustaka Al kautsar dan teman-temannya mereka adalah mujahid). Adakah kalimat yang tidak senonoh, tidak beretika dan kasar? Tetapi kalau kami (Fakta) menyatakan bahwa ucapan Amrozi itu adalah ucapan biadab, bukankah La Adri dan orang-orang yang sepemikiran dengannya akan menuding kami kasar, brutal dan tak tahu sopan santun?

Jadi wahai saudaraku sekalian rahimakumullah, tidaklah kami dicap brutal, kasar, beringas, gak beradab kecuali karena kami “nekat” mempublikasikan bukti-bukti kejahatan dan kehizbiyahan mereka! Sungguh merekalah yang mencampakkan Tauhid, menolak Sunnah, berenang di lautan hizbiyyah dan kebatilanlah yang brutal, tak beretika dan tak beradab kepada Islam, kepada Allah Ta’ala dan kepada Sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam! Setelah dia mengebom dan membunuh umat Islam, dengan entengnya dibayar dengan kafarah puasa dua bulan berturut-turut! Apakah Amrozi telah menggauli istrinya di siang bulan Ramadhan, sehingga cukup membayar kafarah untuk nyawa muslim yang terkena imbasnya? Inilah tingkah laku tidak beradab terhadap Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam!

Tidaklah kami divonis sedemikian jahatnya, kecuali karena kami menyimpan dan mengarsipkan bukti-bukti kejahatan hizbiyah mereka. Maka cukuplah Allah sebagai tempat mengadu.

Lihatlah bagaimana Abduh sampai kehilangan pegangan dan amunisi untuk meladeni bantahan ustadz Luqman Ba’abduh, sampaipun Abduh ZA membikin judul bukunya “Belajar Dari Akhlaq Ustadz Salafi”. Tidak ada lagi tempat bagi Abduh untuk menghindar dari bukti-bukti kejahatan aqidah, manhaj dan khurafat harakah Ikhwanul Muslimin, sampai akhirnya “akhlaq” yang dikejar untuk menutupi kerusakan manhaj dan aqidah para tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin.

Jadi, kalau aqidah dan manhaj Ikhwanul Muslimin sesat dalam timbangan Al Qur’an dan Sunnah maka ini masihlah sopan, ramah dan hikmah di sisi Abduh dan kawan-kawan Ikhwanul Musliminnya. Akan tetapi jika anda sampai berani menulis kesesatan dan kerusakan aqidah mereka, maka ini sudah termasuk tidak berakhlaq, kasar dan tak beretika!

Subhanallah, sampai-sampai untuk meyakinkan para pembaca bukunya bahwa ustadz Luqman tak beretika, kasar, berkata-kata yang jauh dari norma kesantunan, Abduh sampai perlu menuliskannya dalam dua catatan dalam buku BAUSnya. Yakni catatan ke 6: “Pemakaian kata-kata yang jauh dari norma kesantunan, kasar, bernada menuduh, dan berlebihan”, yang terdiri dari 11 halaman dan catatan ke 18 yang berjudul, “Tidak suka kesantunan dan menjaga etika dalam mengkritik”, yang terdiri dari 40 halaman!!

Bahkan dibuktikan di artikel kami, BAUS BUAS (1),  Abduh juga bersikeras meyakinkan pembacanya bahwa salafiyyin kasar dan tak beretika dengan menukil ucapan “anjing” dari Syaikh Muqbil rahimahullah terhadap kesesatan Yusuf Qaradhawi. Padahal yang ucapan ‘tidak sopan’ ini juga diajarkan Mursyidul ‘Am Ikhwanul Muslimin, Hasan Hudaibi (diangkat pada tanggal 17 Oktober 1951). Lihatlah Hasan Hudhaibi yang mengajarkan kesopanannya dalam meng”anjing-anjingkan” penguasa.

http://img216.imageshack.us/img216/5154/imvonisanjingjugaxa3.jpg

Cukuplah bermanis muka ketika Mursyidul ‘Am bertemu dengan “utusan anjing” itu, kemudian memasang “foto anjing” tersebut di toilet rumahnya!

http://img216.imageshack.us/img216/6701/kesopananimas7.jpg

Memang, BUTAK SUTAK, ‘Baik’ Untukku , TidAk’ UntuKmu, ‘Sopan’ Untukku ‘TidAk’ untuKmu.

Menengok lebih ke belakang lagi, bukankah pembaca masih ingat bagaimana Syaikh penjajah kafir Belanda, Ahmad As Surkati As Sudani menggelari dakwah tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah sebagai dakwah keras, musyaddid? Jadi, dakwah yang hikmah, santun dan beretika adalah ketika anda berkolaborasi dengan penjajah, menghalalkan lotre untuk kemudian menerimanya untuk pendirian Stichting Al Irsyad Al Islamiyah. Inilah dakwah bil hikmah!! Dan bukan dakwah musyaddid!!

Tudingan La Adri bukanlah hal baru dan bukan pula suatu kejutan, toh dia nggak tahu apa-apa. Buktinya? Dia tidak membawa selembar ‘benang’ datapun untuk menulis artikel “pendeknya” (agar tidak pegel ?). Sampaipun sanad ’setengah’ si istri dibawa-bawa pula, bukti lain tidak percaya diri pada kemampuan yang nggak ada apa-apanya guna meyakinkan orang lain. Menyedihkan…

Bukan untuk membela diri, kadang, obat terasa pahit memang, tetapi insya Allah menyembuhkan. Jangan tergesa-gesa bersikap apriori,  “Aku sangat marah kepada blog itu”, dengan menuduhnya kasar dan tak santun, toh teman-teman hizbi anda sendiri yang berbicara demikian.

http://img215.imageshack.us/img215/6356/jgntolakkebenarandrorgyjy2.jpg


Walhamdulillah, iseng-iseng membawa berkah…

Suatu ketika ada sepucuk surat yang isinya tertera tanya-jawab antara seseorang yang bernama "Abu Tilmidz | Sunniy Salafy", yang dikirim pada tanggal 13 Mei 2008 yang silam. Wallahul musta’aan… saya jadi bertanya-tanya apa dan siapakah Abu Tilmidz itu ? Mungkin juga diantara pembaca ada yang mengalami hal yang sama. Maka perlu kita mintai bantuan lewat internet yang irit daripada harus mencari-cari lewat pulsa telepon atau langsung di lokasi.

Iseng Pertama : Siapakah Abu Tilmidz ?

Sepertinya nama yang janggal dan tidak dikenal dari sekadar nama kunyah "Abu Tilmidz, ditambah lagi nama aneh di situsnya "La Adri at Tilmidz" yang belakangan berubah Abu Harun (http://img204.imageshack.us/img204/5666/sunniywordpresscomaboutpw2.jpg). Lantas saya mencoba melakukan cek-ricek, ternyata benar ada yang memakai nama itu di sebuah situs, di halaman Profil & Buku Tamu, nampak nama samaran lengkapnya sesuai surat tsb. Apakah sehari-harinya ybs dipanggil la, la adri ? Atau semata-mata nama samaran di Internet agar bisa lepas tanggung-jawab ? Wallahu a’lam. Sebelum berpemikiran yang bukan-bukan, perlu adanya ‘keisengan’ tersendiri untuk menyelidikinya. Anggaplah sebagai ‘balasan’ atas keisengan ybs bertanya ke ustadz kita itu.

Secara iseng saya mencoba mengobati penasaran tentang siapa Abu Tilmidzi yang menanyakan ke ustadz ttg situs fakta itu. Akhirnya saya menemukan tahdzir itu juga dimuat oleh si penanya yang alamat situsnya www.tilmidzi.tk yang redirect ke www.cahayasalafy.blogspot.com dan otomatis pindah ke www.sunniy.wordpress.com .

Tertera identitas ybs menurut situsnya http://sunniy.wordpress.com, nama yang diakuinya di halaman "Man Ana"adalah : La Adri At Tilmidz atau Abu Tilmidz[1] atau Abu Tilmidzi at Tilmidzi[2] atau La Adri At Tilmidzi[3] atau Abu Harun.  Dijelaskan disana alamatnya di Bekasi Timur. Alamat email belakangan secara berturut-turut ditemukan adalah tilmidzi@yahoo.com[4]. Di situsnya merekomendasikan situs http://muslimsalafy.googlepages.com yang di halaman utamanya tertulis milik "La Adri at Tilmidzi, Bekasi Timur – Indonesia", berarti ybs punya email lain yakni muslimsalafy@gmail.com [5]. dewa_ihp@yahoo.com[6], Dewa.Putra@snsgroup.co.id.[7]

Man Ana
La Adri At Tilmidz aw Abu Tilmidz | 1401 H | Sunniy Salafy | Bekasi Timur – Indonesia

Seorang Murid, tholibul ilmi yang tidak tahu apa-apa dan mencoba untuk mengetahui Islam dengan pemahaman yang benar. Semangat dakwah yang tinggi, insya Allah bi idznillah dengan bimbingan ulama Ahlus Sunnah wal jamaah. Karena apa ? karena betapa banyak kebodohan manusia, terutama kaum Muslimin dan ilmu harus diajarkan.

Istri : Ummu Tilmidz aw Masithoh Al Atsary | 1402 H | Sunniy Salafy | Bekasi Timur – Indonesia

Putra : Harun Dzulfahmi Salaf As Shalih | 1428 H | Sunniy Salafy | Bekasi Timur – Indonesia“. [8]

Sampai disini jelas sudah namanya Abu Tilmidz ini tinggal di Bekasi Timur dan memiliki sekian alamat email dan website.

Iseng Kedua : Nama aslinya ?

Keisengan itu terus berlanjut, maklum di situs Fakta banyak tulisan saya yang dimuat, yang tidak mungkin saya kirim ke situs dakwah resmi atau situs ikhwan lainnya. Selain kapasitas saya cuma orang bodoh di dalam dienul Islam, bukan representasi mewakili ustadz Salafy, murid ustadz, ulama, murid ulama atau seorang santri ma’had. Kebetulan saya dipercaya memiliki sertifikat untuk orang yang iseng ini, yakni "riset internet dan evaluasi", maka hanya itu yang saya mampu, menyajikan informasi dan meracau dari data dan fakta semata. Selebihnya terserah redaksi situs fakta.blogsome.com itu sendiri.

Berbekal informasi awal alamat emailnya yang paling sahih dan valid, serta sering dipakai adalah tilmidzi@yahoo.com , maka yang tampak dari hasil pencarian bahwa Abu Tilmidz adalah aktifis mailing list atau milis manhaj-salaf@yahoogroups.com .[9] Nampak disana tertulis : "From: Abu Tilmidz <tilmidzi@yahoo.com> Date: Jan 16, 2006 7:18 PM Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 10] Arti Sebuah Keteguhan Iman To: manhaj-salaf@yahoogroups.com ."Demikian hasil searching itu, lantas coba kita crosscheck ke situs milis tersebut.

Alamat utama situs mailing list manhaj-salaf adalah http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf. Ternyata saat kita buka yang tampil justru ybs adalah Admin alias pembuat mailing list manhaj-salaf ini.

Gambar 1. Screen shot halaman utama situs mailing list manhaj-salaf@yahoogroups.com dan komentar. [10]

Seperti kita ketahui, mailing list atau milis adalah sarana untuk seseorang yang telah memiliki email untuk dapat saling berkomunikasi dengan sesama anggota. Sehingga seseorang yang ingin mengirimkan email ke seluruh anggota milis manhaj-salaf cukup mengirimkan ke email manhaj-salaf@yahoogroups.com. Secara otomatis sistem Yahoogroups mendistribusikan ke alamat email yang telah terdaftar ke milis manhaj-salaf.

Mengingat sebuah fasilitas tanpa aturan pasti akan mengacaukan seluruh elemen sistem, maka sebagai Admin atau yang mendaftarkan milis ini ke Yahoogroups, Abu Tilmidz berhak mengangkat dan memberhentikan moderator disana. Fungsi moderator nantinya berupaya memfilter tulisan yang laik/tidak untuk disebarkan ke seluruh anggota milis tersebut. Tercatatlah alamat email tilmidzi@yahoo.com sebagai pemilik dan pengelola merangkap moderator, dibantu nickname (nama alias) nashirussunnah (nashirussunnah@yahoo.com) dll. Nantikan di "Iseng Keempat" tentang nashirussunnah ini, insya Allah.

Berbekal tulisan "La Adri At Tilmidz", ternyata dapat ditemukan bahwa nama aslinya Dewa Inskari Harry Putra[11]. Menurut situsnya sendiri yakni http://www.geocities.com/dewa_inskari/nikah/ZAUJATI2.htm, ternyata nama aslinya adalah "Dewa Inskari Harry Putra". Tertulis nama nick namenya "Abu Tilmidz | La Adri At Tilmidz". "Putra ke dua Bpk. R. Harry Trianto"[12]. Disana diinformasikan ybs Akad Nikah : Ahad, 9 Juli 2006 Pkl. 10.00 WIB Bulak Perwira RT. 05 / 17 No. 20 Kelurahan Perwira, Bekasi Utara. Menurut informasi database di milis Salafiyyin adalah Dewa Inskari Harry Putra[13] untuk nama hijrah "La Adri At Tilmidzi"dan beralamatkan di Bekasi Timur.

Sampai disini mulai terbuka sudah jati diri yang ada di balik nama aneh tersebut.

Iseng Ketiga : Melacak aktivitas lewat Internet

Demi mencari jejak yang terkait dengan kata "La Adri at Tilmidzi", maka perlu dilakukan pencarian, bila lewat Google ditemukan sbb :

a. http://sunniy.wordpress.com/ alias www.tilmidzi.tk alias

www.jendelasalafy.blogspot.com adalah milik Abu Tilmidz

Jelas siapa pemiliknya. Di bagian Hizbiyyah, dimasukkan tahdzir ustadz Abdul Mu’thi pada Fakta, berarti situs fakta sudah termasuk situs hizbiyyah
b. http://jeda.co.nr/ alias http://sunniy.wordpress.com/buku-sunniy-chm/ adalah milik Abu Tilmidz

Ini adalah situs Jendela Dakwah yang dibuat oleh Abu Tilmidz. Artikel kategori Firqah-Hizbiyyah, juga dimasukkan tahdzir ustadz Abdul Mu’thi pada Fakta, berarti situs fakta sudah termasuk situs hizbiyyah menurut anggapan Abu Tilmidz [14]

c. http://tilmidzi.googlepages.com/ adalah milik Abu Tilmidz

Bukti kepemilikan website ini, selain dari namanya, juga pernah dipromosikan di milis Assunnah pesan ke 31085 [15] yang bertajuk "Re: tanya ebook – Pengurusan jenazah". Pada file http://tilmidzi.googlepages.com/praysalat.zip, yang berjudul "Sholatlah Kamu Sebelum Ajal menjemputmu", terdapat video bergambar manusia

d. http://www.geocities.com/dewa_inskari adalah milik Abu Tilmidz
Sesuai hasil temuan lewat kata kunci di atas, ditemukan nama asli La Adri adalah Dewa Inskari. Tentunya situs ini cocok dengan nama aslinya. Lewat artikel di milis Assunnah@yahoogroups.com nomor 29261 [16], dipastikan adanya pesan bertajuk "ebook | Pra Nikah & Pasca Nikah"yang dikirim oleh Abu Tilmidz pada Fri Nov 3, 2006 4:35 pm. Isinya menukil situsnya sendiri "Berikut ini adalah ebook pasca nikah dan pra nikah, semoga bermanfaat http://www.geocities.com/dewa_inskari/download/ZAWJI.zip".

e. www.geocities.com/tilmidzi/AbuTilmi.htm adalah milik Abu Tilmidz
Jelas ditulis sesuai namanya, memakai direktori tilmidzi dan melink ke situs utamanya, www.tilmidzi.tk, yakni : "Abu Tilmidz At Tilmidzi HOME http://www.tilmidzi.tk". Dikuatkan dengan posting Abu Tilmidz pada milis assunnah pesan ke 20739 bertajuk "Tanya Adab Berbicara/Mengobrol Di Jalan"pada Mon Oct 31, 2005 4:31 pm.[17] Isinya nukilan situsnya sendiri"dari situsnya sendiri yang beralamat di http://www.geocities.com/tilmidzi/tilmidzi/Etika_Kehidupan_Muslim_Sehari.htm".

f. salafuna.wordpress.com adalah milik Abu Tilmidz
Situs yang dikelola Abu & Ummu Tilmidz, banyak memuat artikel gubahannya sendiri, nampak tidak mengutip sana-sini.

g. Abu Tilmidz mengirimkan pesan penuh keakraban di buku tamu situs http://salafiyunpad.wordpress.com/buku-tamu/ milik Abu Zayd Amirulhuda el-Posowy. Padahal situs ini lengkap sekali menunjukkan hubungan situs-situs Turotsi se Indonesia, publikasikan kajian mereka, dst. Simak gambar 1a yang menunjukkan keramahannya pada Turosi itu :

Gambar 1a. Screen shot keakraban Abu Tilmidz dan pengelola situs salafiyunpad.wordpress.com, terekam pada tanggal 26 Oktober 2007. [18]

h. Kembali Abu Tilmidz mengirimkan pesan ke situs abuzubair.wordpress.com yang dikelola oleh Danny K Abu Zubair. Abu Zubair merekomendasi situs Turotsi se Indonesia, termasuk abusalma.wordpress.com milik Abu Salma murid Abdurrahman Tamimi dan situs LBIA muslim.or.id, muslimah.or.id, manhaj.or.id, situs Muhammad Salman al Farisi almanhaj.or.id, Simak gambar 1b untuk lebih jelasnya.

Gambar 1b. Tulisan Abu Tilmidz pada 15 Maret 2008 di buku tamu situs abuzubair.wordpress.com milik Abu Zubair Danny K[19]

i. Abu Tilmidz juga pembaca situs yayasan Al Sofwa, lantas meninggalkan pesan seperti di buku tamu pada tanggal 8 Maret 2007 di gambar 1c sbb :

Gambar 1c. Seorang yang memakai nama Abu Tilmidz yang beralamat internet jeda.co.nr meninggalkan pesan di buku tamu situs yayasan Al Sofwa www.alsofwah.or.id pada 8 Maret 2007 yang silam [20]

j. Abu Tilmidz juga meninggalkan pesan di halaman buku tamu situs penjejak dakwah yayasan Al Sofwa (tampak ada kajian Al Sofwa disana http://aditya06.wordpress.com/jadwal-pengajian/) yakni aditya06.wordpress.com milik Aditya.

Gambar 1d : Abu Tilmidz mengisi buku tamu situs yang merekomendasikan yayasan Al Sofwa dkk [21]

Situs Aditya juga merekomendasikan situs Muhammad Salman Farisi www.almanhaj.or.id, Yayasan Al Sofwa www.alsofwah.or.id, Muslim.or.id, situs FSMS Surabaya yang diketuai Abu Salma murid Abdurrahman Tamimi Al Irsyad Surabaya, situs Darul Haq milik Al Sofwa

k. Abu Tilmidz juga menunjukkan keakraban dengan Abu Muadz Yusuf Al Malanji (Murid Agus Hasan Bashari penerjemah Fatwa Al Irsyad yang menghina para ulama pewaris para Nabi. Update terakhir telah ditahdzir oleh saudaranya sendiri, Abdurrahman At Tamimi dkk. Lebih lengkap lihat artikel http://fakta.blogsome.com/2008/03/19/perang-saudara-pendusta-vs-pendusta/ ),Yusuf ini adalah teman dekat Abu Ali Qiblati yang pernah mengancam untuk membunuh Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur. Dia mengirim pesan nan akrab pada tanggal 12 April 2008 di almalanji.wordpress.com. Lihat gambar 1e sbb :

Gambar 1e: Abu Tilmidz mengirimkan pesan ke situs almalanji.wordpress.com milik Abu Muadz Yusuf al Malanji pada tanggal 12 April 2008.[22]

Situs Abu Muadz merekomendasikan situs sesama penjejak Turotsi seperti Abu Salma murid Abdurrahman Tamimi dari Al Irsyad Surabaya, Abu Zaid el-Posowy, situs FSMS Surabaya yang diketuai Abu Salma, Al Manhaj yang dikelola Muhammad Salman Al Farisi, dst.

Berikut screen shot terakhir tgl 26 Mei 2008 pukul 12.23 WIB berisikan keakraban dgn Abu Zaid el-Posowy di buku tamunya.  http://img248.imageshack.us/img248/5872/sunniywordpresscomaboutss2.jpg

l. Sementara bila memakai nama aslinya "Dewa Inskari", dapat ditemukan sbb :

"Dewa Inskari
07-05-2007 | 07:41:07 | koneksi: 1.0 proxy.corp.snsgroup.co.id: | ip: (202.152.17.52) | proxy: (unknown) (http://www.ilmuwebsite.com/detil_php_tutorial/2/_Membuat_System_LOG_dengan_FLAT_FILE/)". Nampaknya Abu Tilmidz kerja di PT. Sinar Niaga Sejahtera Bekasi dengan alamat internet snsgroup.co.id.

Ditambah lagi menurut milis Manhaj-Salaf yang dikelolanya, pada pesan ke 1042 yang dikirimkan nickname La Adri <tilmidzi@yahoo.com> pada Tue, Oct 4, 2005 at 7:41 AM, disebutkan :

"Best Regards,
Dewa Inskari Harry Putra

tilmidzi’s personal website http://www.tilmidzi.tk

Logistics Crew Of Jabekban

PT. Sinar Niaga Sejahtera

Jl. Wahab Affan No. 135 Medan Satria, Bekasi Barat 17132
Jawa Barat – Indonesia
(021) 8843210 Ext. 1116"
Semoga tulisan nyata yang dapat diakses oleh siapapun ini tidak menjadi cap "mata-mata", penyusup, makin lekat pada diri penulis. Lihat saja sumbernya adalah tempat-tempat publik yang mudah dijangkau oleh siapapun yang rela menyempatkan waktunya.

Iseng Keempat : Membedah milis-milis LAT
Sementara aktivitas "La Adri at-Tilmidz" alias LAT yang mampu dipantau di mailing list Internet untuk mengetahui siapa saja teman duduknya, bagaimana manhajnya, sbb :

a. http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/ [dihapus, untuk menghilangkan jejak ?]

LAT adalah admin mailing list manhaj-salaf@yahoogroups.com. Berikut buktinya : “Assalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuhu Alhamdulillah… segala puji bagi Allah Subhanahu wata’ala, Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan untuk Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam dan keluarganya, shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan para ulama salaf. Insya Allah forum ini dapat digunakan untuk berdiskusi tentang Islam yang Istiqomah pada Al Qur’anul Kariim dan As Sunnah berdasarkan pemahaman Salafus Shalih Wassalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuhu. Admin tilmidzi@yahoo.com”. [23]

Mailing list ini dibuat 10 September 2004, dipakai mulai 11 September 2004, terakhir ada aktivitas tanggal 18 Mei 2008. Surat ini ditulis pada 20 Mei 2008 / 14 Jumadil Awal 1429 H.

Pada tanggal 30 Maret 2008, mailing list Manhaj Salaf yang dikelola Abu Tilmidzi masih berbau Turotsi, misal http://www.mail-archive.com/manhaj-salaf@yahoogroups.com/msg00584.html [24]. Bila pembaca menjadi anggota milis manhaj-salaf ini, maka ketika klik pada bagian Show message options – lantas View Source, maka pembaca akan melihat header email dari pesan email tersebut.

Mohon maaf, sekarang kuliah per-emailan, agak sulit sedikit harap maklum. Perlu diketahui bahwa setiap pesan yang masuk ke milis lewat alamat manhaj-salaf@yahoogroups.com, apabila milis tersebut diset untuk "Messages require approval", maka email akan ditunda penayangannya, sampai disetujui salah satu moderator. Guna memantau siapakah yang mengijinkan email tersebut tersebar ke seluruh anggota milis tersebut, maka diberi cap "X-eGroups-Approved-By:"pada header email tersebut.

Penulis mengambil contoh untuk pesan bertajuk ">>informasi kajian Kebangkitan Abu Jahal – Cikarang<<"yang tampil di versi webnya di alamat http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3372. Nah disana ada tombol Show message options, klik lanjutkan klik View Source. Maka akan tampil sbb :

Gambar 2 : Tampak header email pada pesan nomor 3372 tertulis X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 31 Mar 2008. Artinya pesan ini diloloskan oleh moderator sekaligus Admin milis Manhaj-Salaf@yahogroups.com yang bernama Abu Tilmidz <tilmidzi@yahoo.com> [25]
Dengan cara yang sama, simak pesan ke 3410 yang diloloskan oleh moderator bernama nashirussunnah pada tanggal 12 Mei 2008 pada gambar 3 berikut ini.


Gambar 3 : Moderator rekan dari tilmidzi yang bernama nashirussunnah, via web pada tanggal 18 Mei 2008 meloloskan posting ke 3410 terkait promosi penerbit buku At Tibyan www.at-tibyan.com. Milik siapakah penerbit buku ini ? [26]

Sebenarnya pesan yang diloloskan itu hanya ‘pesan biasa’ yang tidak masalah secara manhaj Salaf ataukah pesan biasa, atau justru pesan ‘lintas manhaj’ yang disajikan ke seluruh anggota milis itu ? Penulis perlu memberikan penekanan tentang "Approved-By" yang maknanya "Disetujui olehuntuk diloloskan dan disebarkan ke seluruh anggota milis lewat alamat emailnya yang telah terdaftar…". Sementara milis yang sedang kita sorot adalah milis berlabel Salaf, cukup indah namanya "Manhaj-Salaf". Orang awam akan mengira inilah praktik penjejak Manhaj Salaf yang itu, dst. Ternyata pesan istimewa itu yang bernomor 3372 adalah ? Simak gambar 4 di bawah ini.

Gambar 4 : Pesan ke 3372 yang diloloskan LAT adalah kajian Abu Haidar as Sundawy di milis yang dia kelola manhaj-salaf.

Baiklah, kini dengan cara yang sama, kita dapat menyimak karakter aneh dari LAT, yang mengaku telah ruju’ pada Salafy sejak awal 2007. Berikut ucapannya sendiri : "Hingga kemudian di awal 2007 saya semakin tidak tenang hingga ahirnya Allah memberikan ketetapan kepada saya untuk pindah majelis untuk memindahkan tempat duduk saya bermualazamah menuntut ilmu kepada asatidz Salafy [27]".

Marilah kita uji kejujuran manhajnya lewat kutipan mailing list yang dia kelola selama rentang bulan Maret 2007 – bulan Mei 2008, mengingat bulan Januari – Februari 2007 termasuk "awal 2007", ybs masih bimbang dst. Berikut posting email yang diloloskan Abu Tilmidz dengan nama nick tilmidzi dan rekannya sendiri nick Nashirussunnah sbb :

1. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Dukung Proyek Pencetakan Buku Gratis!!"yang dikirim oleh "Ronny as-Salafi"<ronny.assalafi@…> pada Wed Jan 30, 2008 8:18 pm.
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 04 Feb 2008 05:29:20 0000"
Kutipan keanehan email : "PROYEK PENCETAKAN BUKU GRATIS. Sumber:
http://abusalma.wordpress.com/2008/02/03/proyek-pencetakan-buku-gratis/
Ditulis oleh abu salma di/pada Februari 3, 2008. Rekening: BCA KCP Lawang 3161247471 a.n. Moch. Rachdie Pratama. Setelah melakukan transfer, harap memberikan konfirmasi dengan mengirimkan sms atau email ke alamat di bawah ini : Email: abu.salma81@gmail[dot]com HP: 0888353558 [28]".
Komentar : Tahukah LAT siapakah Abu Salma ? Inilah yang diloloskan oleh Tilmidzi pada 4 Februari 2008 yang silam

2. Rekan Tilmidzi yang juga dipercaya sebagai moderator — nashirussunnah — meloloskan pesan berjudul "Cerita Tsa’labah"yang dikirim oleh "Donny Aliredja"<daliredja@…> pada Thu Nov 8, 2007 10:19 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah <nashirussunnah@…> via web; 09 Nov 2007 06:26:12"
Kutipan keanehan email : "Assalamu’alaykum, Ini hasil cari2 di almanhaj.or.id Mudah2an bermanfaat Meluruskan Cerita Tentang Tsa’labah Bin Haathib Senin, 5 Nopember 2007 10:21:42 WIB MELURUSKAN CERITA TENTANG TSA’LABAH BIN HAATHIB Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas[29]".
Komentar : Moderator nashirussunnah meloloskan posting Turotsi terkenal Yazid Jawwas. Inilah akibat manhaj campur-aduk itu.

3. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "tanya: solat jumat musafir" yang dikirim oleh "alghurahy"<alghurahy@…> pada Wed Oct 3, 2007 5:04 am
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 04 Oct 2007 00:10:23 0000"
Kutipan keanehan email : "tulisan ustadz abdullah al-hadromi –> SEPUTAR HUKUM SHALAT JAMA’ DAN QASHAR. tulisan ustadz abu salma al-atsari –> Shalat Jama’ dan Qashar.[30]"
Komentar : Tilmidzi sendiri yang katanya ruju’ di awal 2007, masih meloloskan pesan milis yang ditulis oleh alghurahy dengan kutipan tulisan Abdullah Al-Hadromi dan Abu Salma.

4. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Silaturahmi" yang dikirim oleh Budi Ari <kuhanyaorangbiasa@…> pada Sun Sep 30, 2007 7:43 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 02 Oct 2007 00:14:15 0000"
Kutipan keanehan email : "Silaturahmi Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullaH "[31]
Komentar : Tilmidzi meloloskan tulisan Yazid Jawas lagi

5. Nashirussunnah meloloskan pesan berjudul "Tanya : hadits dan salat ghaib"yang dikirim oleh indra abu dawud <indra_aa@…> pada Sat Sep 8, 2007 3:12 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah <nashirussunnah@…> via web; 08 Sep 2007 22:20:07 0000"
Kutipan keanehan email : "Di situs almanhaj.or.id, pembahasan tentang puasa,dituliskan penjelasan dari Ustadz ‘Abdul Hakim mengenai dhaifnya hadits berikut ini…[32]"
Komentar : Kali ini mempromosikan situs Turotsi almanhaj dan Abdul Hakim, disetujui nashirussunnah

6. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Dauroh Islam Ilmiyyah Batam bersama Ustad Abu Qotadah"yang dikirim oleh Agus Purwanto <agus@…> pada Sun Aug 19, 2007 11:37 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 21 Aug 2007 03:55:48 0000"
Kutipan keanehan email : "Dauroh kajian islam ilmiyyah bersama al ustadz Abu Qotadah dari Tasik Malaya. Lajnah dauroh Yayasan Islam al Kahfi Batam[33]"
Komentar : Tilmidzi meloloskan posting terkait kajian Abu Qotadah, da’i resmi yayasan Al Sofwa

7. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Undangan = Kajian Islam Intensif – Daurah Kobe 11 – Jepang"yang dikirim oleh pada Joy Rizki PD <joy@…> joy_rizki pada Mon Aug 6, 2007 3:09 am.
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 07 Aug 2007 00:09:40 0000 Kutipan keanehan email : "*Pembicara: *Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas[34] "
Komentar : Tilmidzi kembali meloloskan posting Yazid Jawas, padahal katanya sudah ruju’ awal 2007. Tanggal 07 Agustus 2007 adalah pertengahan tahun 2007, sudah lewat 8 bulan dari awal tahun 2007.

8. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Waspadailah Fitnah Sururiyyah !! "yang dikirim oleh "Abu Fahmi Abdullah"<abufahmi_tholib07@…> pada Sun Jul 29, 2007 11:36 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 30 Jul 2007 08:29:54 0000 "
Kutipan keanehan email : "Waspadailah Fitnah Sururiyyah !! Penulis: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Syaifullah[35]"
Komentar : Arif Fathul Ulum, dai Turotsi dari Surabaya diloloskan oleh Tilmidzi

9. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "BUKU DAKWAH SALAFIYAH DAKWAH BIJAK" yang dikirim oleh "Abu Fahmi Abdullah" <abufahmi_tholib07@…> pada Sun Jul 29, 2007 11:46 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 30 Jul 2007 08:30:24 0000 "
Kutipan keanehan email : "BUKU DAKWAH SALAFIYAH DAKWAH BIJAK Oleh Ustadz Abu Ahmad As-Salafi. [Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 08 Tahun VI/Robi’ul Awwal 1428H [April 2007], Diterbitkan Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim 61153] "[36]
Komentar : Tilmidzi kembali meloloskan da’i yang seide untuk membela Ihya-at Turats al Islami

10. Tilmidzi kembali meloloskan pesan berjudul "TALBIS SALAFI HAROKI "yang dikirim oleh "Abu Fahmi Abdullah"<abufahmi_tholib07@…> pada Sun Jul 29, 2007 11:42 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 30 Jul 2007 08:31:06 0000 "
Kutipan keanehan email : "TALBIS SALAFI HAROKI Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh[37]"
Komentar : Tilmidzi kembali meloloskan da’i yang seide untuk membela Ihya-at Turats al Islami

11. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "GARIS PEMISAH ANTARA DAKWAH SALAFIYAH DAN DAKWAH HIZBIYYAH" yang dikirim oleh "Abu Fahmi Abdullah" <abufahmi_tholib07@…> pada Sun Jul 29, 2007 11:57 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 30 Jul 2007 08:31:41 0000"
Kutipan keanehan email : "GARIS PEMISAH ANTARA DAKWAH SALAFIYAH DAN DAKWAH HIZBIYYAH Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh[38]"
Komentar : Komentar : Tilmidzi kembali meloloskan da’i yang seide untuk membela Ihya-at Turats al Islami

12. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Tidak menyukai Jabatan dalam Urusan Pemerintahan (1)" yang dikirim oleh Budi Ari <kuhanyaorangbiasa@…> pada Sun Jul 29, 2007 9:00 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 30 Jul 2007 05:18:58 0000"
Kutipan keanehan email : "Hadirilah Kajian rutin mingguan (khusus ikhwan/laki-laki) Kitab Shahih al Bukhari beserta syarahnya (Kitab Fathul Baari). Setiap Sabtu, jam 08.30-11.00 WIB, di Mesjid al Mubarak, Krukut-Kota (Belakang Gedung Pos Kota) bersama al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.[39]"
Komentar : Meloloskan promosi kajian Abdul Hakim Abdat

13. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Daurah Syar’iyyah Surabaya 28-29 Juli 2007 Ust Abu Qotadah & Ust" yang dikirim oleh "Teguh Prihattanto" <teguh.prihattanto@…> pada Thu Jul 26, 2007 3:47 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 27 Jul 2007 00:05:20 0000"
Kutipan keanehan email : "Hadirilah, Daurah Syar’iyyah Surabaya Insya ALLOH diadakan pada : Hari : Sabtu, 28 Juli 2007 Pukul : 08.00-13.00 WIB Tema : Kaidah2 dalam Beribadah Ustadz : Abu Qotadah Hari : Minggu, 29 Juli 2007 Pukul : 08.00-selesai Tema : Masih dalam konfirmasi .. Ustadz : Yazid bin Abdul Qodir Jawas[40]"
Komentar : Tilmidzi meloloskan promosi Yazid Jawas dan Abu Qotadah

14. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "DAUROH SYAR’IYYAH di Sidoarjo" yang dikirim oleh riva fauziah rifa fauziah <rivafauziah@…> pada Tue Jul 24, 2007 3:06 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 26 Jul 2007 00:31:42 0000"
Kutipan keanehan email : "Tanggal/Hari : Tgl. 22 Juli 2007 / Ahad( Jam 06.00 – 08.00 ) Tempat : Masjid Al-Kholil Abu Tauhid ( Jl. Monginsidi / Depan KBIH Rohmatul Ummah ) Materi : "BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRIBADI & MASYARAKAT" Pembicara : Ustadz Abu Ihsan Al Atsari, Lc. (dari Medan) { Penerjemah Kitab Tafsir Ibnu Katsir diterbitkan oleh Pustaka Imam Syafi’i } [41]"
Komentar : Benar, Abu Ihsan adalah penerjemah kitab tsb bersama-sama dengan Dr. Hidayat Nur Wahid dkk. Dan Tilmidzi lagi yang meloloskannya.

15. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Orang Mulia, Putra dari Orang Mulia … "yang dikirim oleh Budi Ari <kuhanyaorangbiasa@…> pada Sun Jul 22, 2007 9:01 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 23 Jul 2007 04:24:02 0000"
Kutipan keanehan email : "Hadirilah, Kajian rutin mingguan (khusus ikhwan/laki-laki) Kitab Shahih al Bukhari beserta syarahnya (Kitab Fathul Baari). Setiap Sabtu, jam 08.30-11.00 WIB, di Mesjid al Mubarak, Krukut-Kota (Belakang Gedung Pos Kota) bersama al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat[42]."
Komentar : Kembali Tilmidzi promosi kajian Abdul Hakim Abdat

16. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Antara Kritik Syar’i Dengan Kebencian Pribadi" yang dikirim oleh pada "Abu Fahmi Abdullah" <abufahmi_tholib07@…> pada Wed Jul 18, 2007 7:50 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 19 Jul 2007 03:40:03 0000"
Kutipan keanehan email : "BULETIN: Fiqh Nasehat, Antara Kritik Syar’i Dengan Kebencian Pribadi Oleh: Al-Ustadz Fariq Bin Gasim Anuz[43]"
Komentar : Tilmidzi meloloskan tulisan Fariq bin Gasim Anuz dari tetangga sebelah

17. Nashirussunnah meloloskan pesan berjudul "Beragama Yang Benar, Kunci Kebahagiaan Seorang Hamba (Diambil dari Makalah Kajian PT Telkom Semarang) Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.[44]" yang dikirim oleh "Abu Fahmi Abdullah" <abufahmi_tholib07@…> pada Thu Jul 5, 2007 9:09 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah <nashirussunnah@…> via web; 06 Jul 2007 06:37:16 0000"
Kutipan keanehan email : "Beragama Yang Benar, Kunci Kebahagiaan Seorang Hamba (Diambil dari Makalah Kajian PT Telkom Semarang) Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc."
Komentar : Rekan Tilmidzi, nashirussunnah sedang menyetujui promosi Kholid Syamhudi

18. Nashirussunnah meloloskan pesan berjudul "MENYINGKAP SYUBHAT TERHADAP DAKWAH SALAFIYYAH" yang dikirim oleh "Abu Fahmi Abdullah" <abufahmi_tholib07@…> pada Thu Jul 5, 2007 7:09 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah <nashirussunnah@…> via web; 06 Jul 2007 03:34:07 0000"
Kutipan keanehan email : "MENYINGKAP SYUBHAT TERHADAP DAKWAH SALAFIYYAH Ditulis oleh abusalma di/pada Juli 5th, 2007"[45]
Komentar : Jelas, nashirussunnah meloloskan sesamanya

19. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Re: [manhaj salaf] Konfirmasi Kajian" yang dikirim oleh "melda syl" <melda.syl@…> pada Wed Jun 27, 2007 12:56 am
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 27 Jun 2007 08:13:10 0000"
Kutipan keanehan email : "Thema : "TELAH DATANG ZAMANNYA "Pemateri: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat ( Abu Unaisah ) (Penulis Buku)[46]"
Komentar : Jelas, Tilmidzi meloloskan posting terkait Abdul Hakim Abdat

20. Nashirussunnah meloloskan pesan berjudul "Bedah Buku Dosa-Dosa Besar" yang dikirim oleh "Warno" <nowar_prawiro@…> pada Mon Jun 25, 2007 2:17 am
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah <nashirussunnah@…> via web; 25 Jun 2007 13:41:06 0000"
Kutipan keanehan email : "Bedah Buku "Dosa-dosa Besar" Pemateri : Ustadz Ali Saman LC Waktu : KAMIS, 28 Juni 2007, Jam 18.00 – 19.30WIB"
Komentar : Nashirussunnah loloskan kajian ustadz Ma’had Ali Al Irsyad, Butuh, Tengaran, Salatiga

21. Nashirussunnah meloloskan pesan berjudul "Kajian di Seputaran Kebon Jeruk-JakBar" yang dikirim oleh "Muhammad Haryo" <haryo.dakwah@…> pada Wed May 2, 2007 9:35 pm
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah <nashirussunnah@…> via web; 03 May 2007 05:40:11 0000"
Kutipan keanehan email : "hari sabtu, di masjid Ar-Rahmat Slipi, Jl Anggrek Cendrawasih. Jam 09-11 WIB. Materinya Shahih Bukhari, RIyadhush Shalihin, dan materi tematis lainnya [bergantian]. ustadz2nya juga bergantian :: Ust. Zainal Abidin Syamsuddin, Ust. Djazuli, Ust. Syaikh Mudrik.[47]"
Komentar : Nashirussunnah meloloskan kajian da’i resmi yayasan Al Sofwa, Zainal Abidin dkk
Ditambahkan lagi posting yang paling kontroversial menurut manhaj Salaf, yakni meloloskan pemikiran nyeleneh dan para pembawanya sbb :

22. Tilmidzi memposting sendiri pesan berjudul "Bedah Buku : JIHAD DALAM PANDANGAN ISLAM – Bekasi Timur" yang dikirim pada Mon Mar 12, 2007 5:07 pm.

Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 13 Mar 2007 00:08:42 0000"
Kutipan keanehan email : "Hadirilah Bedah Buku: “JIHAD” Dalam Pandangan Islam Karya: Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas Pembicara: Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas"
Komentar : Bulan Maret 2007 apakah termasuk awal 2007 ? Akan tetapi masih juga posting kajian Yazid Jawas

23. Tilmidzi memposting sendiri pesan berjudul "[Bagian 1] Sepercik Cahaya Keindahan Islam" pada Wed Mar 14, 2007 5:20 pm berseri sampai bagian 14 yang terakhir diposting pada Mar 14, 2007 5:24 pm.
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 15 Feb 2007 00:39:57 0000"
Kutipan keanehan email : "Sepercik Cahaya Keindahan Islam * Penulis: Ustadz Muhammad Arifin Badri [48]"
Komentar : Tulisan Muhammad Arifin Badri yang getol membela Ihya-at Turats diposting dirinya sendiri secara berseri 1- 14 sejak Feb 14, 2007 4:45 pm

24. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul "Pengakuan Jujur Seorang Penyusun Buku "Hakikat IM"" yang dikirim oleh "aa_teds" <septiadi@…> pada Thu Jul 26, 2007 2:54 am
Kutipan header email : "X-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 27 Jul 2007 00:04:52 0000"
Kutipan keanehan email : "Pengakuan Jujur Seorang Penyusun Buku "Hakikat IM "Written by gaza Friday, 01 June 2007 "
Komentar : Inilah tulisan si seribu wajah, Joko Waskito dengan nama Anwar Shiddiq, postingan ini juga diloloskan Tilmidzi

25. Tilmidzi juga memposting pesan berjudul "Re: [manhaj salaf] Tentang perpecahan…"yang dikirim oleh La Adri <tilmidzi@…> tilmidzi pada Sun Jul 29, 2007 6:21 pm

Kutipan header email : "-eGroups-Approved-By: tilmidzi <tilmidzi@…> via web; 30 Jul 2007 01:25:22 0000"
Kutipan keanehan email : "masya Allah… yaa tholibul ilm, kita ini para umat yang sedang tertatih-taih menegakkan dakwah salafiyah di kampung atau di kantor yang object dakwahnya awam semua, kita ini tidak memiliki apa-apa dan musuh kita mulai dari orang kafir sampai ahlul bid’ah. Ana dimarahi ust As Sewed, "ngapain antum duduk di majlis Hakim Abdat, gak usah baca buku lau kaana khoiron lasabaquna ilaihi, itu buku susuri.." Ana juga dimarahu ust Yazid, ngapain antum duduk di majlis As Sewed, jgn dengerin kajian Asykari nanti seperti dia…" Ya Allah… ana ikhlas di marahin sana sini, ana ikhlas diomelon temen-temen, "antum dah berubah haluan ya.. antum salafy campur aduk. Ana ikhlas dijauhi temen-temen. Tugas dakwah ana masih banyak, tugas ana masih banyak di kampung ngebina anak-anak kecil yang awam, ngelawan dukun dan kiayi bid’ah, dihajar sana sini oleh para sufi dan penyembah kubur. Allahu musta’an… Allahul musta’an… yaa ikhwah salafiyyin bersatulah antum dan biarkan para ustadz yg memahami masalah ini yang lebih paham, boleh antum ngaji terserah antum tapi jgn menghalang-halangi penuntut ilmu dan taklim mereka !! Bantulah saudara antum dan dakwahkan manhaj ini semampu antum !"
Komentar : Tilmidzi sedang menasehati agar pembaca ikutan bingung bersama dirinya

Kalau dicari berdasarkan kata "abu ihsan", maka bertaburan di milis manhaj-salaf sbb : 23 November 2007 [49], May 11, 2006, Feb 2, 2005. Disebarkan anggota milis lain bertaburan antara Oct 18, 2004 – Jul 25, 2007 sebanyak 18 email.[50] Sementara nama Abdul Hakim bin Amir Abdat disebarkan oleh Abu Tilmidz sendiri di milist manhaj salaf sbb : Dec 11, 2005, Dec 5, 2005, Aug 13, 2005, Aug 9, 2005, May 31, 2005, Dec 15, 2004 dst. Disebarkan anggota milis lain bertaburan antara Oct 7, 2004 – Dec 17, 2007 sebanyak 106 email.[51] Itulah hakikat milis Manhaj-Salaf yang membingungkan ummat.

Siapakah rekan moderator Abu Tilmidz yang ber-yahoo-id nashirussunnah ini ? Lewat catatan kaki yang tampil pada setiap pesan di milis manhaj-salaf, bisa nampak tulisan yang terkait kata "nashirussunnah"yakni : "Yayasan Nashirussunnah Indramayu Akta Notaris Fatimah Saleh SH No. 96 tanggal 25 April 2006 … an Taryaman (Ust. Abu Ayyub Taryaman Ibrahim)…"Ya, nama Ibrahim Taryaman, Indramayu pernah diusulkan oleh rekannya, Yusuf Utsman Ba’isa, — da’i resmi Ihya’at Turats Al Islami Kuwait — pada acara daurah Ma’had Ali Al Irsyad 10 – 13 Juli 2006 pada nomor urut 141 file peserta_daurah_alirsyad_10072006-4.jpg di direktori kelompok – turotsi – bukti. Jadi ternyata Abu Tilmidzi berdampingan dengan seorang ‘anggota turotsi’ aktif?

Link yang direkomendasikan di milis manhaj-salaf, bisa ditemukan di halaman awal situs milis Manhaj-Salaf, klik Links sbb [52] :
– Al – Manhaj
Kumpulan artikel- artikel yang cukup lengkap diatas pemahaman As-Shalafus shalih
http://www.almanhaj.or.id

Perekomendasi : tilmidzi
– Bagi-Bagi File
Download Center File Bermanfaat
http://annajiyah.notlong.com

Perekomendasi : tilmidzi
– Jendela Dakwah Online
Kumpulan ebook versi chm yang dicompile oleh La Adri At Tilmidz
http://jeda.co.nr

Perekomendasi : tilmidzi
– Ma’had Nashirussunnah Al-Islamiy
Situs Ma’had Nashirussunnah Al-Islamiy yang berlokasi di Indramayu – Jawa Barat
http://nashirussunnah.cjb.net

Perekomendasi : nashirussunnah
– Salafy Indonesia
Salafy Indonesia
http://salafy.or.id
Perekomendasi : tilmidzi
– tilmidz’s personal website

website pribadi Abu Tilmidz
http://cahayasalafy.blogspot.com

Perekomendasi : tilmidzi
Website Almanhaj jelas milik penjejak Turotsi, lihat screen shot berikut ini pada gambar 5 :

Gambar 5 : Lihat link teratas adalah situs Al – Manhaj yang menjejaki pembela Ihya-at Turats al Islamy direkomendasikan. Sumber : http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/links atau disimpan di http://img212.imageshack.us/img212/9766/groupsyahoocomgroupmanhjo8.jpg

Bersambung ke BAUS BUAS (6) … http://fakta.blogsome.com/2008/05/21/baus-buas-6-penyusup-itu-bernama/

Footnote:
[1] http://sunniy.wordpress.com/man-ana/
[2] http://www.geocities.com/tilmidzi/AbuTilmi.htm
[3] http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin/database?method=reportRows&tbl=1
[4] http://sunniy.wordpress.com/man-ana/
[5] http://muslimsalafy.googlepages.com / [redirect ke http://sunniy.wordpress.com/buku-sunniy-chm/ ] berarti memiliki Googlee ID muslimsalafy. Dan terlacak alamat emailnya muslimsalafy@gmail.com . Diperkuat posting ke milis manhaj-salaf@yahoogroups.com , pesan ke 3113 yang bertajuk "Download Rekaman mp3 http://audiosalafy.co.nr/ | Hak Seorang Muslim " pada Wed Aug 1, 2007 5:41 pm, yang memakai nick name (nama samaran) "La Adri" dengan email ini.
[6] Menurut http://www.geocities.com/dewa_ihp/tilmidzi/ , berarti memiliki Yahoo ID dewa_ihp, dan emailnya dewa_ihp@yahoo.com . Diperkuat posting ke milis manhaj-salaf@yahoogroups.com , pesan ke 2063 yang bertajuk "RE : Bantahan syaikh Al Albani Tentang Cadar" pada Tue May 16, 2006 6:08 am, yang memakai nick name "La Adri" dengan email ini.
[7]
Nampak alamat email ini saat mengirimkan posting ke milis Manhaj-Salaf pesan ke 3032 dikirim pada Jul 3, 2007 11:30 pm bertajuk " [Bagian 11-16][TAMAT] Membongkar Pikiran Hasan Al Banna dan Pewarisnya", nampak jelas pengirimnya "Dewa Inskari Harry Putra <Dewa.Putra@snsgroup.co.id>."
[8] http://sunniy.wordpress.com/man-ana/
[9] http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-10-arti-sebuah-keteguhan-iman.html
[10] http://img441.imageshack.us/img441/7735/groupsyahoocomgroupmanhln9.jpg
[11] http://www.geocities.com/dewa_inskari/nikah/ZAUJATI2.htm . Atau di http://img501.imageshack.us/img501/5995/wwwgeocitiescomdewainsker3.jpg . Berarti Yahoo ID Abu Tilmidz yang ketiga setelah tilmidzi, dewa_ihp, juga dewa_inskari.
[12] http://www.geocities.com/dewa_inskari/nikah/ZAUJATI2.htm
[13] http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin/database?method=reportRows&tbl=1
[14] http://sunniy.wordpress.com/2008/05/15/nasihat-untuk-sebuah-blog-yang-telah-menjauhkanku-dari-salafy/#more-414
[15] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/31085
[16] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/29261
[17] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/20739
[18] http://img514.imageshack.us/img514/1833/salafiyunpadwordpresscocf6.jpg
[19] http://img292.imageshack.us/img292/3636/abuzubairwordpresscomburp8.jpg
[20] http://img139.imageshack.us/img139/3263/alsofwahoridgbit5.jpg
[21] http://img412.imageshack.us/img412/263/aditya06wordpresscomaboza1.jpg
[22] http://img263.imageshack.us/img263/8683/almalanjiwordpresscomahiy3.jpg
[23] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/ atau http://img441.imageshack.us/img441/7735/groupsyahoocomgroupmanhln9.jpg
[24] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3372
[25] http://img263.imageshack.us/img263/7859/milismanhajsalaf3372tglny4.jpg
[26] http://img179.imageshack.us/img179/1498/groupsyahoocomgroupmanhzx6.jpg
[27] http://sunniy.wordpress.com/2008/05/15/nasihat-untuk-sebuah-blog-yang-telah-menjauhkanku-dari-salafy/
[28] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3324
[29] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3231
[30] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3203
[31] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3198?source=1&var=1&l=1
[32] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3174?source=1&var=1&l=1
[33] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3144?source=1&var=1&l=1
[34] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3120
[35] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3104
[36] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3103
[37] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3102
[38] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3101
[39] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3099?source=1&var=1&l=1
[40] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3084
[41] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3077?source=1&var=1&l=1
[42] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3071
[43] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3064
[44] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3037
[45] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3033?source=1&var=1&l=1
[46] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3023
[47] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/2908?source=1&var=1&l=1
[48] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/2664?source=1&var=1&l=1
[49] http://www.mail-archive.com/manhaj-salaf@yahoogroups.com/msg00481.html
[50] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/msearch?query=%22abu+ihsan%22&submit=Search&charset=UTF-8
[51] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/msearch?query=%22abdat%22&pos=100&cnt=10
[52] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/links atau di http://img212.imageshack.us/img212/9766/groupsyahoocomgroupmanhjo8.jpg

Ahmadiyah Telanjang Bulat (4)

22 - May - 2008 nyata Leave a comment

AHMADIYAH SEBAGAI DIABOLISME [x] (BAGIAN IV)
[x] gerakan/aliran yang ajaran-ajarannya diilhami oleh pengaruh-pengaruh Iblis.

LOVE AFFAIR MIRZA GHULAM, NABI PALSU FROM QADIAN
Sebuah kisah 1001 malam, Insya Allah membuat kita sedikit rileks daripada menceritakan terus menerus watak-watak keYahudian Mirza Ghulam Ahmad dan anak-anak buahnya. Sebuah kisah asmara dimana Mirza Ghulam Ahmad menjadi tokoh Majnun(gila)nya telah banyak diketahui masyarakat India.

Abubakar Najar seorang penulis India menceritakan kisah seribu satu malam itu dengan judul: "Tahukah Tuan Tentang Mirza Ghulam Ahmad yang Jatuh Cinta?" [1]

Artikel ini tidak ditulis sebagai suatu roman picisan sebagaimana buku komik khayalan Pustaka Al Kautsar editan Direktur Redaksi Abduh Zulfidar Akaha yang berkisah tentang kematian Lady Di, yang demi meraup keuntungan materi tega mencekoki kaum muslimin dengan Conspiracy kisah-kisah dusta. Ini adalah kisah nyata. Meskipun kedengarannya nanti sebagai suatu roman fantasi, namun cerita ini berasal dari tulisan yang orisinil dari pahlawan yang ada dalam cerita tersebut, yaitu: Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian yang oleh pengikut-pengikutnya diakui sebagai Al Masih, Al Mahdi, Nabi dan Rasul.

Ketika itu umur Mirza Ghulam Ahmad mencapai 50 tahun lebih. Keadaannya kian hari kian bertambah lemah disebabkan seringnya penyakit-penyakit datang menyerang. Ia juga mendapat serangan penyakit pada matanya.

Akan tetapi tidak disangka-sangka pada suatu ketika mendadak sorot mata Mirza menyala lagi. Apa gerangan yang menyebabkan mata yang sakit itu bersinar kembali? Ah, seorang dara ayu, bernama Muhammadi Begum telah tertangkap oleh pandangan mata Mirza. Dara itu adalah puteri dari paman ibunya, Mirza Ahmad Beg. Maka sudah menjadi suratan takdir bahwa pandangan pertama Mirza Ghulam menjadi titik mula terbakarnya sang api cinta dalam kalbunya.

Dan mujurlah kiranya, sebab ketika Mirza Ghulam Ahmad jatuh cinta, ia telah jadi rasul akhir zaman, sehingga harapannya untuk mempersunting sang dara tidak akan menemui kesulitan maupun rintangan.

Akan tetapi sayang sekali bahwa apa yang telah terjadi adalah sebaliknya. Ayah sang dara itu ternyata tidak tertarik pada kerasulan Mirza. Lebih-lebih lagi pinangan terhadap anaknya, ia tidak sudi mengorbankan anaknya demi memenuhi hasrat nafsu Mirza Ghulam yang sudah tua lagi sakit-sakitan itu. Apatah lagi reaksi sang dara, ia spontan menolak mentah-mentah pinangan nabi Ahmadiyah itu.

Mirza Ghulam Ahmad tidak menduga sama sekali, bahwa ia telah menerima jawaban yang sangat mengecewakannya. Karena itu ia segera mengumumkan tentang wahyu yang baru saja ia terima dari tuhannya. Ia berkata bahwa tuhannya telah mempertunangkan Mirza dengan dara ayu itu secara ghaib (spiritual). Dan bagi keluarga dara Muhammadi Begum, demikian kata Mirza, Tuhan akan memberi berkah bila nantinya mereka menyetujui pertunangan itu secara resmi. Juga Mirza tidak ketinggalan memberi satu peringatan keras, yaitu bila mereka menolak lamarannya itu atau mengawinkan anaknya dengan laki-laki lain, maka suami yang bukan Mirza itu akan mati dalam waktu dua setengah tahun kemudian. Tidak cukup itu, ayah sang dara akan mati dalam waktu tiga tahun sesudah perkawinan itu!

Mirza mengumumkan wahyu-wahyunya itu melalui risalahnya serta ia bagi-bagikan pada khalayak ramai. Hal ini pernah ia tulis dalam kitabnya: "Ainae Kemalati Islam" halaman 552. Juga tertulis dalam kitab Ahmadiyah "Facts About Ahmadiyyah Movement" halaman 34.

Dalam kitabnya yang lain yaitu "Izalatit Auham" halaman 396 Mirza mengumumkan bahwa Tuhan telah bersabda padanya:
"Bahwa puteri Ahmad Beg akan menjadi salah seorang isterinya, tetapi keluarganya akan menentangmu dan akan berusaha agar supaya perkawinanmu itu tidak terlaksana. Akan tetapi jangan kuatir karena Allah akan memenuhi janjiNya dan menyerahkan puteri itu padamu, dan tidak seorangpun yang sanggup menghalangi apa yang telah dikehendaki Allah".

Sungguhpun demikian, orang-tua gadis itu sama sekali tidak terpengaruh oleh wahyu nabi Qadian itu, dan dengan tegas ditolaknya lamaran Mirza.

Tatkala Mirza Ghulam mendengar lamarannya telah ditolak, maka hatinya menjadi gelisah dan kemudian segera ia umumkan wahyunya yang baru saja ia terima. Tersebut dalam kitab Asmani Risalat halaman 40 yang isinya antara lain:
"Aku Allah telah menikahkan gadis itu padamu, hai Mirza!" Tak ada perubahan atas kata-kataKu dan bila mereka melihat kekuasaanku terjelma, mereka akan berpaling dan berkata bahwa itu adalah sihir semata".

Juga dalam kitabnya yang lain yaitu: Tuhfah Baqdad halaman 28, Mirza berkata bahwa Tuhannya telah menyampaikan wahyu padanya, antara lain:
"Bergembiralah engkau hai Mirza, bahwa Aku menikahkan engkau dan Aku telah kawinkan gadis itu dengan engkau".

Sekali lagi wahyu-wahyu Mirza Ghulam tersebut tidak cocok dengan kejadian yang sebenarnya. Apa yang terjadi kemudian telah membawa kehidupan Mirza Ghulam menjadi semakin susah dan menderita karena cintanya tidak berbalas. Sebaliknya orang-tua gadis itu tetap menolak serta menganggap segala daya upaya Mirza itu sebagai kejenakaan belaka.

Tidak lama kemudian Mirza kembali mengumumkan tentang dirinya melalui berita berbahasa Arab dan ditujukannya pada para Ulama, Syaikh-syaikh dengan kata-kata:

"Telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa, dan waktunya telah terjadi bersama-sama berkahNya yang telah mengumumkan Muhammad sebagai Rasul dan menjadikan beliau sebagai utusan terbaik serta manusia terbaik. Maka inilah kebuktian yang disampaikan juga kepadaku, bahwa ramalanku menjadi kenyataan dan aku tidak berkata tentang sesuatu sebelum Tuhan berkata padaku".

Tampaknya Mirza Ghulam sedang bergembira karena turunnya wahyu itu, tapi anehnya ia masih tampak sedih dan letih. Semua hidupnya berangsur-angsur turun serta meredup, akhirnya ia menjadi buah tertawaan orang banyak karena wahyu-wahyunya selalu meleset!

Dengan sisa kekuatan yang ada Mirza Ghulam terpaksa harus membalas olok-olokan orang-orang itu serta berusaha menutupi kelemahannya. Dalam risalahnya tertanggal 10 Juli 1888 Masehi, ia membalas mereka yang memperolokkan itu dengan kata-kata :

"Mereka tidak percaya tanda-tandaku lalu mengejekku; tetapi Allah akan menjadikan hidupku jaya dan mengembalikan segala ejekan itu pada diri mereka sendiri. Inilah wahyu dan inilah kehendak Allah dan Dia tidak mengubah kehendakNya. Dia berbuat sesukanya. Sesungguhnya hai Mirza Aku beserta engkau dan engkau dengan Aku, kelak Tuhanmu akan mengangkat dirimu pada kedudukan yang terpuji".

Adapun yang dimaksud dengan kata-kata "terpuji itu" ialah bahwa perkawinannya dengan gadis itu akan terlaksana. Selanjutnya ia mengumumkan dalam kitab Dafa Elwathawis halaman 228, sebagai berikut :

"Biarlah mereka yang mengingkari kebenaran akan diperingatkan dan menyesali diri mereka, demikian ramalanku pasti tepat".

Semua itu adalah klimaks dari reaksi Mirza Ghulam, dimana ia telah mengancam melalui wahyu-wahyunya. Bahwa ia telah mengumumkan pertunangannya dengan Begum kemudian pertunangan itu ternyata diselenggarakan sendiri oleh Allah. Selanjutnya ia umumkan pula perkawinannya dan perkawinannya itu juga diselenggarakan oleh Allah karena kehendakNya pula. Akhirnya Mirza menegaskan bahwa semua itu pasti terjadi dan harus terjadi!

Dalam kitab Ahmadiyah, "Facts About Ahmadiyah Movement" halaman 31, seorang bernama Mesum Beg menulis satu pembelaan terhadap A1 Majnun Mirza Ghulam bahwa keluarga besar Ahmad Beg dimana sang dara itu berada, ternyata mereka ini kena pengaruh hukum maupun adat yang berlaku di kalangan masyarakat Hindu, yaitu bahwa satu perkawinan antar keluarga dekat seperti Mirza Ghulam dengan Muhammadi Begum tidak dapat dibenarkan. Hal ini, kata Mesum Beg terjadi juga tatkala Nabi Muhammad akan mengawini puteri Zainab. Maka jelaslah letak persoalan yang sebenarnya, mengapa Ahmad Beg menolak mengawinkan anaknya dengan Mirza yang masih kerabat dekat itu. Rupa-rupanya ia mengikuti satu peraturan bukan dari Islam. Benarkah itu semua? Abubakar Najjar melewati saja pembelaan Mesum Beg ini.

Bagaimana kisah selanjutnya dari love affair Mirza itu? Sembuhkah Mirza dari derita asmara yang terlanjur berkobar membakar sukmanya? Sayang sekali semua yang diimpi-impikan Mirza tidak terjadi.

Bagaimana dengan nasib Mirza? Hatinya makin remuk redam, lebih-lebih setelah didengarnya kabar bahwa keluarga gadis itu memutuskan untuk mengawinkan puterinya dengan seorang pemuda bernama Sultan Muhammad.

Mirza Ghulam sangat sedih, ia menangis dan menangis. Akhirnya ia menulis surat pada setiap keluarga gadis itu, mula-mula memberi peringatan, tapi akhirnya. ia mohon dengan sangat karena ia tak tahan lagi hidup tanpa gadis itu disampingnya.

Permohonannya tidak mendapat jawaban. Bahkan di antara mereka yang menolak permohonan Mirza itu adalah keluarganya sendiri, ia adalah anak isteri dari Fazl Ahmad. Akibatnya Mirza Ghulam terpukul lebih hebat lagi.

Kemudian iapun bertindak sesuatu yang tidak disukai oleh Agama, yaitu memerintahkan anaknya untuk menceraikan isterinya dengan segera. Terjadilah perceraian itu. Lebih dari itu, puteranya yang lain yang tidak menyukai cara-cara yang diperbuat ayahnya itu telah diusir oleh Mirza dari lingkungannya, bahkan ia tidak diberi hak untuk mewarisi. Peristiwa ini tersebut dalam kitab Seeratul Mahdi halaman 22.

Mirza Ghulam Ahmad menjadi seorang pecemburu tidak karuan; ia mengirim utusan-utusan pada keluarga gadis itu dan juga pada pamannya, mohon belas kasihan agar perkawinan gadis itu dengan Sultan Muhammad dibatalkan saja. Permohonannya itu ia umumkan dalam kitab Seeratul Mahdi halaman 174. Namun utusan-utusan itu tidak membawa hasil yang diharapkan. Mirza tidak dikasihani oleh keluarga gadis itu, juga tidak oleh gadis itu sendiri.

Bahkan suatu peristiwa yang mengejutkan Mirza Ghulam telah terjadi.

Pada tanggal 7 April 1892 Masehi, ketika pengikut-pengikut Mirza Ghulam sedang asyik berdo’a dalam masjid agar perkawinan itu batal, di luar masjid terjadilah keramaian dimana pernikanan dara ayu Muhammadi Begum dengan Sultan Muhammad tengah dilangsungkan.

Tidak ada yang lebih hebat terpukul selain yang dialami Mirza Ghulam Ahmad, suatu pukulan yang sekaligus menghantam hati dan prestisenya. Ia jadi patah hati, putus harapan. Dalam harian Al Hakam vol 5 no. 29 tertanggal 10-8-1901, ia menulis :
"Sesungguhnya gadis ini belum menjadi isteriku, namun demikian jangan kira aku tidak akan mengawininya, sebagaimana aku telah katakan sebelumnya. Dan barangsiapa yang mencemoohkan aku akan mendapat malu. Karena gadis ini masih hidup maka ia akan menemui aku dalam suatu perkawinan yang akan datang. Ini bukan hanya harapan melainkan suatu keharusan, karena Allah telah menyampaikan padaku tentang ini dan Allah tidak mengubah KehendakNya".

Mirza Ghulam menanti-nanti harapannya itu, akan tetapi waktu yang dinanti-nantikan tidak kunjung datang, sedang ia telah terlanjur mengumumkan wahyu-wahyunya, antara lain ia berkata bila pinangannya ditolak, maka suami Begum yang sekarang akan mati setelah dua setengah tahun kemudian, menyusul ayah sang Begum enam bulan kemudian.

Maka waktu yang dinanti-nantikan itu telah tiba, dan waktu itulah yang menjadi bukti kebohongan Mirza Ghulam.

Mungkin akan menjadi kebanggaan baginya bila yang ia ramalkan akan menjadi kenyataan. Akan tetapi yang jelas, kesialan selalu mengejar hidup Mirza Ghulam. Ia hidup berantakan, isterinya yang pertama tidak bahagia lagi.

Dua setengah tahun telah berlalu, dua sejoli itu masih hidup bahagia. Ketika perang dunia pertama pecah, suami Begum ikut dalam peperangan, ia mendapat luka-luka tapi kemudian sembuh dan hidup kembali bersama isterinya bertahun-tahun dalam damai dan bahagia.

Pada tahun 1908, jauh sebelum perang dunia pertama itu pecah, Mirza Ghulam sudah berangkat mati bersama wahyu-wahyu setannya akibat penyakit kolera yang dideritanya!

Satu hal yang aneh bagi orang-orang yang mengetahui kisah Mirza Ghulam ini ialah, bahwa pengikut-pengikutnya masih bersitegang ingin membela nabi yang sial ini, agar tertutup rasa malu akibat kegagalan Mirza memikat sang dara Begum.

Pembelaan mereka ditujukan pada dunia di luar Ahmadiyah, yaitu bahwa apa yang telah diramalkan nabi India itu mengandung makna yang lain daripada yang dikatakan.

Dr. Nuruddin, khalifah Ahmadiyah yang pertama telah mengumumkan apa yang menjadi percakapan orang banyak, yaitu tentang ramalan-ramalan Mirza yang selalu meleset, terutama sekali tidak jadinya ia kawin dengan gadis pujaannya itu.

Dalam Review of Religion vol. 7 — no. 6 tanggal 8 Juni 1908, Nuruddin berkata :
"Kalau sekiranya salah seorang dari anak-anak atau cucu Mirza Ghulam Ahmad kejadian telah mengawini salah seorang puteri dari keturunan Muhammadi Begum, maka yang demikian itulah yang sebenarnya dari ramalan Mirza Ghulam telah terlaksana".

Demikian pembelaan konyol kaum Ahmadiyah terhadap nabinya. Dan demikian pula kisah seorang yang mengaku Rasul, Nabi, Al Masih, dan Al Mahdi yang dinanti-nantikan telah menjadi korban asmara. Kisah yang sungguh terjadi, kisah A1 Majnun bertepuk sebelah tangan, lucu dan minta dikasihani.

Satu hal yang nyata dan benar dapat diangkat dari kisah yang diceritakan kembali oleh Abubakar Najjar yaitu kegagalan Mirza Ghulam Ahmad mempersunting seorang dara yang ia dambakan. Kegagalan inilah yang menghiasi kehidupan Mirza dalam segala aspek. Ia adalah manusia yang gagal segala-galanya.

ASNAGHAS WAHYU [2]
Habislah sudah masa rileks dengan Mirza. Kini beralih kembali pada sepak-sepak terjangnya yang menyakitkan. Ia mengetahui bahwa kegagalan-kegagalannya itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada usaha untuk menyembunyikannya dengan cara yang baik dan “sopan”.

Satu hal yang sering terjadi, jika seorang berkata terhadap dirinya sendiri: "Aku adalah orang terkuat", maka orang itu sebenarnya bukan terkuat melainkan termasuk dalam kategori orang sembarangan. Kebetulan sekali Mirza Ghulam Ahmad terlibat keseluruhannya dalam situasi macam di atas. Ia sangat membangga-banggakan dirinya, bahkan tuhannya sendiri mengangkatnya pada derajat kemuliaan yang tiada taranya.

Namun demikian, sejarah sangat meragukan kebenaran derajat kemuliaannya itu. Dan keraguan itu justru sangat tepat.

Bila kita lihat sepak-sepak terjangnya yang begitu berbelit-belit. Bahkan ia adalah pribadi yang sangat mentah. Ia dan Ahmadiyahnya adalah satu topengan, dimana wajah dibalik topeng itu merupakan contoh figur kepalsuan dan kemunafikan semata-mata.

Anehnya wajah yang disembunyikan dengan baik itu, dikupas sendiri olehnya maupun oleh pengikut-pengikutnya. Pada bab-bab yang sudah, kita telah mengetahui watak-watak keYahudiannya. Maka untuk Selanjutnya kita akan mengetahui bahwa Mirza Ghulam Ahmad maupun Ahmadiyahnya sangat menyukai watak keYahudian tersebut, yaitu watak yuharrifunal kalimah ‘an mawadhi’ih dan watak Judas dalam kisah Perjanjian Barunya kaum Nasrani.

la memperoleh gelar dari pengikut-pengikutnya dengan gelar :
"s.a.w." atau Sallalahu Alaihi Wasallam, satu gelar yang lazim disampaikan pada Nabi Muhammad. Kadang-kadang bila di Inggriskan gelar itu, maka sesudah menyebut nama Mirza Ghulam Ahmad ditambah di belakangnya dengan: "On Whom be Peace and Blessing of GOD upon Him" yakni upon Mirza. [3]

Sesudah itu, tidak ada lagi orang yang bisa menyamai Mirza, tidak juga seorang Nabi maupun seorang Rasul. Dengan lantang ia berkata :
"Jangan kamu samakan Aku dengan siapapun, dan jangan siapapun disamakan dengan Aku". [4]

Kemudian Mirza menambal lagi kata-katanya :
"Sesungguhnya telapak kakiku ini di atas satu menara yang disudahi atasnya sekalian ketinggian". [5]

Ia melanjutkan derajat ke-AKU-annya dengan berkata :

"Aku zahir sebagai satu kodrat Tuhan yang berjasad. Aku adalah kodrat Tuhan dan ada lagi beberapa wujud yang jadi , mazhar cermin, tempat zahir kodrat kedua. Sebab itu senantiasalah kamu berhimpun sambil berdoa menanti kodrat tuhan yang kedua itu".[6]

Siapa yang dimaksud Mirza dengan kodrat kedua itu, kurang jelas. Mungkin itu “rohul kudus” dari tuhannya sesudah kematian Mirza? (7) Kelihatannya mirip dengan Trinitas ummat Kristen.

Selanjutnya sebagai kodrat Tuhan yang berjasad, Mirza Ghulam Ahmad masih ada padanya beberapa wujud yang lain, antara lain tuhannya sendiri telah berkata padanya :

"Wahai sang rembulan, wahai sang surya Mirza, Engkau dari AKU, dan Aku dari Engkau". [8]

Mirza Ghulam sangat terharu mendapat panggilan dari tuhannya "sang rembulan dan sang surya". Perpaduan Engkau dari Aku dan Aku dari Engkau, benar-benar telah menggambarkan satu keadaan dimana Tuhan sangat membutuhkan Mirza serta sangat menghormatinya. Ia mengatakan bahwa Tuhan telah memanggilnya sang rembulan karena ia laksana rembulan dari sang surya. Dan kemudian ia laksana sang surya, dan Tuhan laksana rembulan, oleh karena dari Mirzalah bulan Tuhan itu mendapat sinar dan akan bersinar cahaya kemenanganNya. [9]

Ternyata Mirza Ghulam Ahmad adalah bagian dari “Tuhan” yang aktif dan ia juga terbikin dari Tuhannya. Berkata tuhannya pada Mirza Ghulam :
"Wahai Mirza, Engkau terbikin dari Air-KU, akan tetapi mereka itu terbikin dari bibit yang lemah" .[10]

Melihat “wahyu tuhan” yang hebat dan sangat tidak masuk akal di atas, kaum Ahmadiyah segera mempersiapkan jawaban bila ada serangan dari luar. Bagaimana bisa Mirza terbikin dari Air Tuhan? Ahmadiyah menjawab:

"Telah jelas bahwa wahyu-ilham, nubuwah-nubuwah dan sebagainya termasuk urusan mutasyabihaat, mengandung ma’na spekulatip yang dapat diartikan macam-macam. Dalam hubungan ini perlu diperhatikan pula orang yang mengatakan itu. Dengan demikian kita dapat terhindar dari tidak memberikan tafsiran yang bertentangan dengan maksud orang yang mengatakan sendiri. Ini adalah kaidah para ahli dalam ilmu" [11]

Oleh karena itu, kata Ahmadiyah selanjutnya, marilah kita lihat apa yang dikatakan oleh Mirza Ghulam Ahmad. Ia berkata :
"Yang dimaksud "air-KU" ialah: air iman, air istiqamah, air taqwa, air kesetiaan, air kebenaran, air kecintaan pada Allah yang datang dari Dia juga. Fasyal adalah kepengecutan yang datang_dari setan". [12]

Lebih lanjut Ahmadiyah menunjukkan contoh dalam Al Qur’an yang sama dengan wahyu "Air-KU" itu. Misalnya Tuhan berkata:

"Khuliqal insaanu min ‘ajal , artinya: manusia itu dijadikan dari kecepatan. (surah Anbiya 37) dan ayat : Khalaqakum min dhu’fin: kamu telah dijadikan dari kelemahan. (surah Rum 54). Benarkah manusia itu dijadikan dari kecepatan? Benarkah manusia dijadikan dari kelemahan? Jelaslah bahwa wahyu itu mengandung isti’arah yaitu kiasan". [13]

Demikian penjelasan kaum Ahmadiyah dalam rangka menafsirkan wahyu "Air-KU" yang menakjubkan itu. Secara sepintas lalu, “mungkin” alam pikiran bisa menerima cara pembelaan kaum Ahmadiyah .itu, termasuk ucapan isti’arah Mirza. Akan tetapi sejarah nabi India dan pengikut-pengikutnya sama sekali tidak bermaksud beristi`arah atau berkias. Sebab meskipun pada kenyataannya ada tulisan-tulisan Mirza sendiri maupun tulisan pengikut-pengikutnya yang segera mengatasi atau membela maupun menafsirkan ucapan-ucapan Mirza Ghulam yang melampaui batas itu, namun pada hakikatnya karena faktor-faktor tertentu, mereka tidak dapat menyembunyikan figur yang sebenarnya dari nabi India itu.

Faktor yang pertama ialah, cara atau macam contoh-contoh yang dikemukakan mereka serba terlanjur, tergelincir dan blunder. Faktor yang kedua, dan inilah faktor yang terutama, ialah, terletak pada sang nabi India itu sendiri. Antara lain, faktor kejiwaannya, faktor kondisi tubuhnya dan faktor sejarah yang terjadi di sekelilingnya maupun yang terjadi sebelum ia muncul dengan seribu satu macam pangkat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an, surah Ath Thariq ayat 5 dan 6, bahwa manusia dijadikan dari air yang terpancar ("khuliqa min maa in dzaafiq"), surah Al Mursalaat ayat 20, bahwa manusia dijadikan dari air yang hina ("Alam nakhluqum min maa in mahiin?"). Itulah "air" kejadian manusia yang terdapat dalam Al Qur’anul Karim. Jelas bahwa mereka itu ("wa hum" dijadikan dari — min maa in dzafiq, wa hum min maa in mahiin, wa hum min fasyal).

Sedangkan wahyu Tuhan pada Mirza Ghulam Ahmad bahwa ia terbikin dari "air Tuhan" hanyalah satu kiasan semata?! Terserah bila itu hendak dipaksakan menjadi satu kiasan! Namun yang jelas itu bukan hanya satu kias belaka; melainkan juga satu bukti betapa tingginya derajat Mirza pada sisi tuhannya.

Contoh kedua yang dikemukakan Ahmadiyah yaitu: ayat 54 surah Ar Rum : kamu dijadikan dari kelemahan, "khalaqakum min dhu’fin", Ayat ini sebenarnya masih panjang, tapi Ahmadiyah hanya mengambil sebagian dan memotong kelanjutan ayatnya. Kembali pada hobby mereka lagi. Padahal lengkapnya ayat itu berbunyi :

"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu0 sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

Jelas bahwa Ahmadiyah terang-terangan memotong ayat Al Qur’an, mengubah dha’fin menjadi dhu’fin, mengartikan lemah dengan arti kias, padahal lemah di situ adalah arti yang sebenarnya. Satu perbuatan blunder dan kurang ajar terhadap Kitab suci Al Qur’anul Karim, kitab sucinya umat Islam!!

Contoh ketiga yang dikemukakan Ahmadiyah yaitu ayat 249 dari surah Al Baqarah. Ayat tersebut dikutip sebagai berikut :

"Faman syariba minhu falaisa minni". Diartikan oleh Ahmadiyah, siapa yang minum daripadanya (air-sungai) dia bukan daripada-KU". Ahmadiyah langsung bertanya: "Apakah ini berarti bahwa orang yang tidak minum air sungai itu dia dari Tuhan? Ini senada dengan ilham hazrat Ahmad di atas (anta min maina — pen.) [14].

Ayat 249 suratul Baqarah di atas pernah kami kutip dalam bagian ketiga di bawah sub judul “Cabiklah Tirai Itu”, ketika membahas contoh watak-watak keYahudian kaum Ahmadiyah. Ayat tersebut sebenarnya masih panjang, tetapi pihak Ahmadiyah hanya mengambil sepotong saja. Kembali pada hobby mereka lagi, yuharrifunal kalimah ‘an mawadhi`ih. Padahal lengkapnya ayat ini berbunyi :

"Maka ketika Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: Sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu yang meminum airnya bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada merasakan airnya kecuali orang yang hanya menciduk seciduk tangan, maka ia adalah pengikutku".

Itulah arti yang sebenarnya sesuai dengan sejarah terjadinya peristiwa tersebut. Bukan diartikan seperti kehendak kaum Ahmadiyah bahwa yang minum air dari sungai itu bukan daripada-KU (yakni TUHAN). Jelas bahwa Ahmadiyah terang-terangan berbuat: memotong ayat Al Qur’an, mengaburkan sejarah yang difirmankan oleh Allah, mengubah makna yang sebenarnya dengan memalingkan ke makna kiasan. Lagi, suatu perbuatan blunder dan kurang ajar!

Dari faktor pertama ini saja, sudah lebih dari cukup bagi sejarah untuk memberi merek abadi pada kaum Mirza Ghulam Ahmad sebagai kaum Musailimah Al Kadzdzab dan sekaligus kaum Yahudi India.

Lebih-lebih faktor kedua, Mirza Ghulam dan kaumnya akan telanjang bulat di atas panggung sejarah mempertontonkan segala kemunafikannya. Mirza Ghulam Ahmad terlalu membesar-besarkan dirinya, ataukah tuhannya yang sudah terlalu menyanjung-nyanjung Mirza? Yang jelas dan yang pasti, Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Suci dari “tuduhan” Mirza Ghulam Ahmad dan Ahmadiyahnya bahwa Allah-lah yang memberikan ilham-ilham/wahyuNya kepada Dajjal Pendusta dari India ini!

Perhatikanlah bagaimana tuhannya Mirza berkata tentang Mirza :

"Ya Ahmad, Allah memberkahimu ("ya Ahmad barakallah fika") [15]

"Ya Ahmad, nama-Mu bisa sempurna, tapi nama-Ku tidak bisa sempurna". [16] (ya Ahmad yutimmu ismuka, wa la yutimmu ismii)

"wahai Ahmadku, kebahagiaan untukmu". (busyra laka ya Ahmadii) [17]

"wahai Ahmadku, Engkaulah tempat keperluanku, dan Engkau beserta Aku". (ya Ahmadi Anta muraadi wa ma’ii.) [18]

Demikian beberapa kali tuhan memanggil Ahmad, sebagai pujian serta sanjungan yang tak habis-habisnya sekaligus penghinaan terhadap dirinNya sendiri! Bagaimana kaum muslimin mengimani terhadap tuhan yang demikian? Namun tidak demikan dengan Mirza Ghulam dan Ahmadiyahnya, semua kegilaan, kekafiran, ketidakwarasan, keYahudian, keHinduan serta kekonyolan dan ketololan telah disatukan dalam molen putar yang bernama Ahmadiyah!!

Bagaimana kaum Muslimin akan “dipaksa” oleh Zoemrotin anggota Komnas HAM untuk menerima mereka sebagai saudara seiman seIslam yang harus dilindungi keyakinan bejat dan sesat serta kufurnya? Sungguh dia tidak menoleh sedikitpun kejahatan-kejahatan keji yang dilakukan oleh Ahmadiyah terhadap Islam dan umat Islam!! Adapun Ulil dan JIL, sebagai pramunikmat dan gundik-gundik orientalis, sudah menjadi pekerjaan mereka untuk mencium pantat orientalis-orientalis kafir! Dengan proposal “menyakiti Islam dan umat Islam” itulah mereka hidup dan mencari makan!!

Pembaca sekalian, kembali pada ayat-ayat setan Mirza Ghulan Ahmad di atas, nama Mirza Ghulam Ahmad bisa "sempurna" kata tuhan, tetapi nama tuhan sendiri "tidak bisa sempurna".
Satu hal yang luar biasa, betapa urgennya nama nabi India itu bagi tuhannya.

Bagaimana penjelasan Ahmadiyah tentang wahyu di atas, apakah kira-kira tidak keliru atau salah cetak? Bagi Ahmadiyah, karena itu adalah wahyu Tuhan maka tidak ada yang keliru atau salah cetak. Bahkan penjelasan dari wahyu yang luar biasa itu diberikan oleh Mirza Ghulam sendiri.

la mengatakan bahwa wahyu "namamu bisa sempurna" itu artinya: bahwa ia (Mirza) akan mati dan pujian baginya akan habis pula. Kemudian dengan wahyu: "Nama-KU tidak bisa sempurna" diartikan oleh Mirza, bahwa puji-pujian bagi Allah tidak akan habis-habisnya. [19]

Penjelasan Mirza Ghulam tersebut bertolak belakang dengan wahyu Tuhan yang ia terima. Bagaimana bisa demikian, namamu bisa sempurna, diartikan tidak sempurna, mati dan habis. Sedangkan, nama-KU tidak bisa sempurna, diartikan sempurna dan kekal? Blunder lagi, bukan?!

Meskipun demikian tuhan membutuhkan Mirza Ghulam. Bahkan lebih dari kebutuhan, ia menjadi pilihan bagi tuhannya. Untuk ini Tuhan berkata pada Mirza:
"Engkau Mirza terpandang di hadirat-Ku, AKU pilih engkau bagi Diri-KU". (wa Anta wajiihun fi hadhroti ikhtartuka li nafsii) [20]

"Engkau kepada-KU hai Mirza, di suatu martabat yang tidak diketahui oleh manusia". (wa Anta minni bimanzilatin la ya’lamuhal khalq) [21]

"Allah memujimu dari Arsy-Nya". (yahmadukallah min arsyihi) [22]

"AKU Allah memujimu dan menyampaikan salam sejahtera padamu". (nahmaduka wa nushalli). [23]

"AKU banyak menyampaikan salam padamu". (Alaika salaam katsir minni) [24]

‘Ya nabi Allah, tadinya AKU tidak kenal padamu". (ya nabiallah kuntu la a’rifuka) [25]

"Wahai gunung-gunung dan burung-burung! ingatlah AKU bersama Dia dengan perasaan asyik dan terharu". (ya jibaalu awwibii ma’ahu wath thair). [26]

"Engkau beserta AKU dan AKU beserta Engkau, rahasiamu itu adalah rahasia-KU". (Anta ma’i wa Ana ma’aka, sirruka sirri) [27]

Demikian limpahan puji dari tuhannya Mirza Ghulam Ahmad.

Karenanya tidak aneh kalau Mirza Ghulam berani memperlihatkan segala sepak terjangnya bahkan kalau perlu ia marah dan marah sekali! Sebab kemarahan Mirza adalah kemarahan Tuhannya. Berkata Tuhan pada.Mirza :

"Bila Engkau marah, AKUpun marah juga dan bila Engkau suka pada seseorang, AKUpun juga suka padanya". (idza ghadibta ghadibtu wa kullama ahbabta ahbabtu) [28]

Keberanian Mirza lebih galak lagi, tatkala Tuhan memberi kabar wahyu padanya :

"Bersamamu wahai Mirza, tentara di langit dan di bumi". (wa ma’aka jundus samaawati wal aradhiin) [29]

Kemudian Tuhan memberi satu jaminan pada Mirza bahwa tidak akan ada siksaan bila di suatu tempat ada Mirza Ghulam Ahmad. Tuhan Mirza berkata :

"Dan sesungguhnya Allah tidak akan mendatangkan adzab pada mereka jika engkau berada di tengah-tengah mereka". (ma kanallahu liyuadzdzibahum wa Anta fihim) [30]

"Aku besertamu, beserta keluargarnu dan beserta orang-orang yang mencintaimu"’ (inni ma’aka wa ma’a ahlika kullu man ahabbaka). [31]

"Siapa yang datang padamu, maka ia telah datang pada-KU". (man ja’aka ja’ani). [32]

"Allah memujimu dan mengangkatmu pada derajat yang tinggi". (sabbahakallahu wa rafa’aka). [33]

"Jika tidak karena Engkau ya Mirza, AKU tidak jadikan Alam ini (Lau laka lama khalaqtuliaflaaka) [34]

Bukan main, tidak dijadikan alam kalau tidak karena Mirza Ghulam Ahmad ! Alangkah hebat kedudukan Mirza. Ini adalah puncak dari semua kegilaan Ahmadiyah dan Mirza Ghulam Ahmadnya!! Tetapi jangan salah, wahyu Iblis di atas bukanlah puncak kegilaan tertinggi dari keIblisan Mirza Ghulam Ahmad bersama Ahmadiyahnya! Apa lagi yang kurang untuk ditambahkan bagi mempertinggi derajat Mirza Ghulam di sisi tuhannya? Tentu saja hal itu masih kurang, kata Mirza dan Ahmadiyahnya. Bahkan itu masih jauh daripada derajat yang diperoleh Mirza Ghulam Ahmad.

Wahyu-wahyu yang lebih hebat lagi turun melimpah menimpa Mirza Ghulam dari tuhannya. la selalu berhubungan dengan tuhannya. Kadang-kadang tuhannya turun untuk memujinya, dan pada saat-saat yang sangat luar biasa, Mirza Ghulam naik menemui tuhannya. Sungguh situasi kerohanian yang tiada tara bandingannya bagi sejarah Islam yang hampir-hampir dilupakan atau dilewati begitu saja.

Satu hal yang pasti mengapa sejarah tidak ambil pusing dengan peristiwa "orang Qadian" ialah, bahwa Mirza Ghulam Ahmad (disebabkan faktor-faktor yang sudah disebutkan terdahulu) bukan seorang yang mendapatkan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, melainkan ia memperoleh wahyu-wahyu Iblis. Dan memang itulah satu-satunya kenyataan.

QUR’AN MADE IN QADIAN
Satu hal lagi yang menarik dari tingkah laku nabi India itu ialah koleksi wahyu-wahyunya. Di antara kitab-kitab yang ia tulis ada semacam kitab suci, di mana di dalamnya terdapat kumpulan kumpulan wahyu yang ia terima dari tuhannya kemudian wahyu wahyu itu ia gabungkan dengan potongan-potongan ayat suci Al Qur’anul Karim.

Ayat-ayat Al Qur’an yang dijiplak Mirza Ghulam Ahmad itu dimasukkan dalam karangannya secara terpotong-potong. Kemudian ia rangkaikan potongan-potongan ayat suci itu dengan ucapan-ucapannya sendiri dan hasilnya mirip firman-firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an, namun pada kenyataannya merupakan Qur’an Baru made in Qadian.

Bila hendak memulai membaca kitab suci Qadian itu, bagi orang-orang Ahmadiyah ditanam pada lubuk hati mereka keimanan bahwa kitab suci Mirza Ghulam Ahmad sama dengan kitab suci Al Qur’anul Karim. Tentu saja keimanan yang demikian itu harus tertanam pula pada orang-orang yang bukan Ahmadiyah apabila mereka bermaksud memasuki aliran Mirza Ghulam.

"Kita mengimani sebagaimana kita mengimani kitab yang diturunkan pada Nabi Khaliqil Anam. [35]" demikian kata Mirza.

Mirza Ghulam selanjutnya mengatakan bahwa wahyu-wahyu yang ia terima dari tuhannya itu terkadang ia terima secara langsung, atau melalui perantara, yakni melalui malaikat. Ia berkata :

"Telah datang kepadaku Malaikat Jibril. Malaikat Jibril dalam kitab Mirza Ghulam Ahmad disebut : Ayl. [36]

Di manakah wahyu-wahyu dari tuhannya itu diturunkan? Tentu saja jawabnya: “di India, jelasnya di Qadian maupun di sekitarnya.”

Mengenai tempat di mana wahyu itu diturunkan dan mengenai hakikat dari wahyu itu sendiri, tuhan Mirza Ghulam Ahmad berkata padanya :
"Sesungguhnya dia (Kitab) itu diturunkan pada tempat yang dekat dengan Qadian. Dengan Kebenaran dia diturunkan, serta dengan Kebenaran pula turunnya". [37]

Maka inilah dia, Qur’an made in Qadian. Dimulai dengan ucapan : "Bismillahir Rahmanir Rahiim. [38]
Ya Ahmad Barakallah fiika, Ma ramaita idza ramaita wa laakin Allaha rama; Ar-Rahmaan; ‘Allamal Qur’an; Litundzira Qauman maa undzira aabauhum wa litastabiina sabilal mujrimin, Qul inni umirtu wa ana awwalul mu’minin; Qul ja’al haqqu wazahaqal batil innal baatila kana zahuuqa. [39]

Di halaman yang lain dari kitab suci Qadian itu, Mirza menerima wahyu;
"Fantazhiru Ayaati hatta hiin; Sanuriihim ayaatina fil afaaq wafi anfusihim, Hujjatun qaaimatun wa fathun mubiin, Innallah yafsilu bainakum innalaha hia yahdi man huwa musrifun kadzdzaab, Wadha’na Anka wizrak alladzi anqadha dhahraq; Waqatha’a dabiral qaumal ladzhiina la yu’minun, quli’malu ala makamatikum inni ‘amilun fasaufa ta’malun, Innallaha ma’alladzinat taqau walladzina hum muhsinun, hal ataaka haditsuz zalzalah, idza Zulzilatil ardhu zilzalaha, wa akhrajatil ardhu atsqalaha, waqaalal Insaanu malahaa, yaumai idzin tuhaddisu akhbaraha, bi anna Rabbaka auha laha, Ahasiban nasu anyutraku, Wama ya’tiihim illa baghtatan,” [40].

Di halaman lainnya lagi dari kitab suci Qadian, Mirza menerima wahyu tuhannya:
"Afata’tunas sihra wa antum tubshirun, haihaata haihaata lima tu’adun, man hadzal ladzii huwa mahinum jahilun au majnun, qul indi syahaadah minallah fahal antum muslimun, aul indi syahadah minallah fahal antum mu’minun, walaqa labistu fikum ‘umraan min qalbihi afala ta’qilun, hadza min rahmati rabbika yutimmu ni`matahu ‘alaika, fabasysyir wamaa anta bini’mati rabbika bimajnun, laka darajah fissaama’ wafil ladziina hum yubshirun, [41]

Itulah di antaranya koleksi wahyu-wahyu Mirza Ghulam Ahmad sebagai kitab suci yang sejajar dengan Al Qur ‘anul karim. Pada kitab karangan Mirza Ghulam lainnya yaitu Khutbati Ilhamiyah, terdapat rangkaian bahasa Arab yang dilukiskan sebagai bahasa Arab yang tidak terlawankan ketinggiannya. Bashiruddin Mahmud Ahmad puteranya, berkata:

"Keajaiban dari bahasa Arab Mirza Ghulam Ahmad menyamai keajaiban bahasa Al Qur’an. Itulah salah satu tanda kebenaran missi Al-Masihnya". [42]

Bagaimana dengan kedudukan Al Qur’an? Untuk Al Qur’an sendiri, Mirza Ghulam Ahmad mempunyai pandangan yang menghina. Ia berkata :
"Al Qur’an itu Kitab Allah dan Kalimah-kalimah yang keluar dari mulutku". [43]

Dengan kata-kata sihirnya yang menarik itu, bahwa kitab suci karangannya harus diimani sebagaimana mengimani Al Qur’an, keajaiban bahasa arabnya sama dengan keajaiban bahasa Al Qur’an, dan Al Qur’an sendiri merupakan kalimah-kalimah yang keluar dari mulut Mirza! Maka bisa dipastikan sepasti-pastinya bahwa ucapan-ucapan yang demikian itu tentunya dituntun dan diajarkan oleh Iblis laknatullah ‘Alaihi. Wallahu a’lam, tidak ada seorang nabi palsu yang pernah muncul dalam sejarah Islam yang lebih berani bertingkah ucap sebagaimana nabi India Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab.

Justru yang dikatakan wahyu-wahyu dari tuhannya itu lebih banyak merupakan sanjungan pada dirinya bahkan sangat berlebih-lebihan cara memujinya. Pernah tuhannya Ahmadiyah berkata pada Mirza Ghulam Ahmad:
"Tidak aku utus engkau ya Mirza, kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam". [44]

Lebih tinggi dari itu, tuhan Mirza mengeluarkan emosinya dengan puja-puji yang luar biasa pada Mirza Ghulam Ahmad. Antara lain tuhannya berkata:
"Engkau wahai Mirza bagiku adalah seperti tauhidku dan ketunggalanku". [45]
"Engkau wahai Mirza bagiku adalah seperti anak-anakku". [46]

Ahmadiyah dengan cepat mengomentari wahyu tuhan pada nabi India itu, dengan mengatakan bahwa siapa dari orang-orang yang taat pada Tuhan maka mereka adalah anak-anakTuhan, walaupun ini maksudnya bukan dalam arti anak-anak Tuhan yang riil. [47] Children of God yang dikomentarkan Ahmadiyah itu kelihatannya sangat mirip dengan ajaran Kristen bahwa kaum Israili ataupun mereka yang taat pada Tuhan adalah juga terkenal dengan panggilan “putera-putera tuhan”.

Pada kesempatan yang lain, tuhan Mirza lebih menyanjung Mirza Ghulam Ahmad pada posisi top yang mungkin telah cukup memadai (baca: melebihi) kedudukannya jika dibanding Yesus Kristus. Tuhan Mirza berkata padanya :
"Engkau wahai Mirza bagiku adalah anakku".[48]

Bagaimana komentar Ahmadiyah; bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah anak Tuhan.?! Untuk ini kaum Ahmadiyah berkata :
"Karena orang-orang masehi dengan bohong dan palsu menempatkan Al Masih sebagai anak Tuhan yang asli, sebab itu ghairahKu menghendaki supaya AKU mencintai engkau sebagai halnya mencintai anak, sehingga nyatalah kepada dunia bahwa murid dari Nabi Muhammad s.a.w. pun dapat sampai kepada maqam Athfatullah". [49]

Dengan pangkat yang sedemikian meroket, Mirza Ghulam telah sampai pada derajat yang tidak terjangkau lagi oleh Yesus Kristus kaum Nasrani.

Bahkan tuhannya berkata pada Mirza Ghulam Ahmad :
"Apabila engkau wahai Mirza menghendaki sesuatu apa saja, maka cukup engkau katakan: jadilah, maka jadilah ia [50]

Di sinilah Mirza Ghulam Ahmad mengikrarkan diri telah duduk dalam posisi derajat ketuhanan, bukan hanya meletakkan dirinya dalam jajaran para Nabi Palsu, bahkan dia adalah tuhan palsu! Bukan saja lampu Aladin menjadi miliknya, melainkan juga kata-kata "Kun fa yakun" ada dalam kekuasaannya. Apakah ada yang lebih dahsyat dari semua kegilaan dan ketololan ini?!

Sudah tentu orang yang mempunyai kekuasaan kun fa yakun akan mampu melahirkan segala yang luar biasa termasuk bahasa Arab yang tidak tertandingi oleh siapapun juga. Mu’jizat bahasa Arab Mirza Ghulam Ahmad sama dengan mu’jizat Al Qur’an, sebagaimana dikatakan terdahulu. Yang perlu untuk ditilik kehebatan bahasa Arabnya ialah bagaimana pada suatu waktu tuhan Mirza mengirim wahyu kepadanya dengan bahasa Arab yang membuat mata terbelalak terbahak-bahak. Bukan terbelalak karena keindahan bahasanya melainkan terbelalak karena ketololan kata-katanya.

Inilah dia wahyu tuhan pada Mirza itu :
"Wahai Maryam tinggallan engkau bersama istrimu di sorga". (Ya Maryam Askun Anta Wa zaujukal jannata.) [51]

Kelihatan di sini tuhan Mirza memang tuhan tolol. Ia tidak bisa bahasa Arab bahkan keliru besar. Mula-mula, nama Maryam itu sendiri adalah nama wanita. Seharusnya kata-kata Anta di situ diganti Anti. Kemudian yang lebih menarik lagi Tuhan mengatakan, ya Maryam engkau bersama isterimu, ini jelas berarti perempuan kawin dengan perempuan, apa bukan lesbian yang demikian ? Lesbian di negeri Baitul Futuhnya Ahmadiyah, UK Inggris http://img81.imageshack.us/img81/4779/dipangkuanibuse8.jpg adalah hal yang “resmi” dan dianggap sebagai bagian dari HAM (Hak Asasi Manusia) yang mesti dilindungi dan dibela-bela, adapun di surga, di jannah? Tidak ada yang meresmikannya kecuali “surga”nya ahlul maksiat dan kuffar!!

Semoga Ibu Zoemrotin “sempat” membaca tulisan ini di sela-sela kesibukannya yang padat dan sungguh-sungguh dalam membela HAM (Hak Asasi Maksiat) Ahmadiyah. Jangan mentang-mentang menjadi “pegawai negeri” kemudian melecehkan dan mencibir “kelompok atau organisasi swasta”.

http://img131.imageshack.us/img131/8736/komnasbekingahmadiyahtv3.jpg

Kalau ibu Zoemrotin merasa tersinggung dengan penyesatan MUI terhadap Ahmadiyah, maka kami umat Islam lebih tersinggung dan marah karena ibu telah membela kanker kesesatan dan kekufuran Ahmadiyah yang diberi label Islam. Kalau saja ibu seorang muslimah yang baik, tentulah kehormatan Islam, Al Qur’an, Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lebih berhak dan lebih wajib dibelanya serta dijunjung tinggi-tinggi dan bukan penista-penista Islam dan ajaran kufur Ahmadiyah yang dibela-belanya. Semoga Allah memberinya hidayah dan petunjuk, amin.

Jadi wahai saudaraku sekalian rahimakumullah, Ahmadiyah bukanlah perseteruan “lokal” antara MUI di satu sisi dengan Ahmadiyah bersama pembela-pembelanya di sisi lainnya, tetapi persoalan Ahmadiyah adalah persoalan Islam, persoalan seluruh kaum Muslimin yang mendapatkan serangan dari agama yang dibentuk dan didirikan oleh penjajah Brittania, Inggris ketika menjajah anak benua India.

Pembaca rahimakumullah, di manakah letak kewarasan akal Mirza Ghulam Ahmad, putranya maupun para pengikut-pengikutnya apabila melihat bentuk wahyu Tuhan di atas? Jika mereka masih bisa menggoyang lidah dengan memutarbalikkan fakta keblunderan bahasa nabinya itu dengan mengatakan bahwa yang dimaksud nama Maryam itu adalah Mirza Ghulam Ahmad, seorang laki-laki atau lebih jelas yang dimaksud adalah Ibn Maryam sebab Mirza sering dinamakan Al Masih ibn Maryam; maka dengan cara itu pula berarti Tuhan telah keliru berfirman. Maunya sebut Ibn Maryam, yang kena hanya Maryamnya saja. Jika itu maksudnya, maka tuhan Mirza nyatanya sudah keliru juga dalam menyusun bahasanya. Ataukah sebagaimana lazimnya Ahmadiyah akan mengatakan bahwa itu adalah keliru cetak? Ataukah “nabi” Mirza memiliki gangguan pendengaran atau mengidap “kopoken” (bahasa Jawa untuk penyakit telinga yang mengeluarkan cairan dan baunya Masya Allah) sehingga salah mendengar isi wahyu dari tuhannya? Sungguh hal yang sangat sangat berbahaya bahwa seorang nabi India jika memiliki penyakit THT, wahyu bisa salah alamat, bengkok dan tidak tepat sasaran! Maunya “syariat” pernikahan antara lelaki dan wanita, karena nabinya “kopoken” akhirnya “salah sasaran” sehingga a diresmikanlah syariat wanita menikah dengan wanita. Pantas saja di Inggris Ahmadiyah berkembang pesat! Selain memang Ahmadiyah “made in” Brittania, juga daya tarik wahyu “lesbianisme” Ahmadiyah yang begitu sebanding dengan kekufuran dan kemaksiatan. Ahmadiyah…Ahmadiyah.

Tentu saja mana-mana yang bisa diterima oleh logika boleh diambil Ahmadiyah. Namun yang pasti, gelar Sultanul Kalam yang ada pada Mirza Ghulam Ahmad hanyalah sultan-sultanan saja alias SULit taTANannya alias ngawur-ngawuran, konyol-konyolan dan tolol-tololan. Bukankah demikian wahai Ulil Abshar Abdalla?!

MIRZA TUKANG LAKNAT
Pada suatu hari seorang Aligarh (tentang organisasi ini, lihat catatan kaki terhadap Sayyid Ahmad Khan di artikel bagian pertama) bernama Muhammad Ismail Sahib telah melontarkan tuduhan-tuduhan pada Mirza Ghulam Ahmad. Menurut Mirza sendiri ulama tersebut adalah imam dari mesjid Aligarh, seorang sastrawan yang kenamaan. Akan tetapi celakanya, kata Mirza melanjutkan, bahwa ulama itu telah melancarkan tuduhan-tuduhan gila pada Mirza. Ia menggunakan kecurangan dan kebohongan terhadap diri Mirza.
Segala fitnahannya itu telah diterbitkan oleh sahabat Mirza Ghulam Ahmad bernama dokter Jamaluddin. [52]

Maulvi Muhammad Ismail Sahib dalam “fitnahannya” menuduh Mirza Ghulam Ahmad dengan kata-kata:
"Orang ini, yakni Mirza, sama sekali tidak berwenang dan tak mencapai apa-apa dalam lapangan sastra".

Mendengar tuduhan Ismail Sahib itu, Mirza bangkit amarahnya dan spontan menjawab:
O, tuan, saya tidak mendakwai suatu kearifan atau ilmu tentang dunia ini; apakah yang saya buat dengan ilmu kelicikan duniawi itu, tetapi bagi saya satu hal saja sudah cukup yakni bahwa kemurahan tuhanku telah datang membantu saya dan memberkati saya dengan ilmu pengetahuan yang tak berasal dari sekolah atau sekolah tinggi manapun juga, melainkan dari Guru dari langit jua. Jika saya buta-huruf bagaimana kehormatan saya direndahkan karenanya? Bahkan sebaliknya itu adalah kebanggaan bagi saya sebab bukan saja pengajar saya melainkan juga pengajar seluruh makhluk-makhluknya sendiri (yakni Nabi Muhammad) adalah seorang buta huruf atau ummi".

Jelasnya Mirza Ghulam Ahmad tidak merasa terhina dengan tuduhan Ismail Sahib, sebab ia tidak belajar dari sekolah tapi dari langit jua. Itulah kemuliaan sebagaimana yang diterima setiap nabi.

Kemudian Maulvi Muhammad Ismail Sahib meneruskan tuduhan-tuduhannya pada Mirza Ghulam Ahmad dengan perkataan-perkataannya yang tajam:
"Saya tidak dapat percaya bahwa orang itu (Mirza) juga menulis karangan-karangan yang baik".

Maka Mirza Ghulam Ahmad dengan emosi tak tertahankan menangkis kata-kata lawannya itu dengan jawaban-jawaban lantang:

"Tak mengherankan kalau saudara tak percaya sebab kepercayaan seperti itu tak tercapai oleh orang-orang kafir yang melihat sendiri nabi suci sekalipun dan jika mereka itu tidak diberi malu, keunggulan nabi suci tak akan dapat jadi terang atau nyata bagi mereka….Dan apa yang keluar dari mulut Maulvi Sahibpun boleh jadi benar juga, sebab tidak syak lagi kata-kata Qur’an suci jauh melebihi kemampuan akal nabi di dalam hal gaya bahasanya, pilihan kata-katanya dan kearifannya…. Demikian pula buku-buku yang dikarang dan juga diterbitkan oleh hamba yang hina ini sesungguhnya hasil dari bantuan Ilahy dan buku-buku itu sungguh melampaui kecakapan dan kemampuan yang sebenarnya dari pada hamba yang hina ini… Bahwa ada orang yang berkata kemudian bahwa buku-buku ini bukan hamba yang mengarangnya".

Terasa legalah bagi Mirza Ghulam setelah seluruh emosi kemarahannya terlontarkan pada Ismail Sahib. Padahal tanpa mengeluarkan kemarahan demikian, Mirza Ghulam seharusnya sudah lega dengan serangan lawannya itu. Bukankah ia sudah diidentikkan nasibnya dengan nabi Muhammad? Perbedaannya di sini ialah bahwa pada zaman Mirza yang meragukan maupun yang membantah ialah seorang muslim, bukan seorang kafir.

Bagi Ismail Sahib sendiri, ia tidak menghentikan serangannya sampai di situ, melainkan bertambah gencar serangannya. Berkata Ismail pada Mirza:

"Sayid Ahmad seorang Arab yang saya kenal sebagai seorang yang berkata benar…, setelah hadir pada setiap kesempatan yang penting untuk menguji dan menyelidiki dia (Mirza Ghulam) maka dia (sayid) itu berpendapat bahwa dia (Mirza Ghulam) memiliki tenaga-tenaga sihir dan menggunakan tenaga itu".

Mau apa lagi Mirza Ghulam Ahmad? Empat belas abad yang silam nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dituduh juga sebagai seorang yang memiliki tenaga sihir dan menggunakan tenaga itu. Seharusnya Mirza Ghulam lebih lega lagi dengan tuduhan itu. Akan tetapi dengan kemarahannya yang meluap-luap ia berkata:

"Mari kita panggil anak-anak lelaki kamu dan anak-anak lelaki kami dan perempuan-perempuan kamu dan perempuan-perempuan kami dan orang-orang kamu dan orang-orang kami, kemudian baiklah kita berdo’a dengan sungguh-sungguh dan memohon laknat Allah atas pendusta".

Ismail Sahib tidak ambil pusing dengan panggilan anak-anak kamu dan anak-anak kami itu, melainkan aa terus melancarkan serangannya pada Mirza dengan berkata:
"Kalau saya memikirkan kalimat-kalimat yang diwahyukan padanya maka saya sekali-kali tak dapat percaya bahwa kalimat-kalimat itu wahyu".

Ada-ada saja yang dituduhkan Ismail pada Mirza Ghulam; dengan sendirinya kalau ia tidak percaya pada kenabian Mirza Ghulam Ahmad, bagaimana ia bisa percaya pada kalimat-kalimat wahyunya itu? Namun demikian tuduhan sudah terlanjur dilontarkan dan bagi Mirza sendiri tidak ada alternatif lain selain melabrak lawannya itu dengan pukulan-pukulan yang jitu. Mirza Ghulam Ahmad berkata:

"Tentu saja, keturunan-keturunan yang tentang mereka itu tuhan berkata: Dan mereka itu menolak pekabaran-pekabaran kami dengan mendustakannya. Keturunan-keturunan itupun tidak percaya, Fir’aun tidak percaya; alim-ulama dan orang Farisi (orang-orang munafik di zaman nabi Isa) tidak percaya; Abu Jahald an Abu Lahab tidak percaya".

Maka Ismail Sahibpun termasuk dari keturunan-keturunan yang tidak percaya itu. Celakalah orang dari Aligarh ini, ia telah dipersamakan dengan kaum kafir zaman nabi. Akan tetapi bagi Ismail Sahib sendiri, ia mempunyai alasan kuat untuk tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad, baik sebagai nabi maupun sebagai Al Masih Al Mau’ud. Itulah sebabnya ia masih terus melancarkan serangannya pada Mirza Ghulam Ahmad yang pemarah. Ia berkata pada Mirza:

"Bahwa ia Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya penerima ilham atau wahyu itu tidak selaras dengan kuasa ghaib dan menjawab dengan berkata: bahwa orang yang menolak harus datang melihat adalah suatu alasan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan".

Mirza Ghulam Ahmad menjawab:
"Perkara-perkara ini bukan dari seorang manusia melainkan dari DlA…maka pemuja kebenaran yang manakah dapat menolaknya sebagai perkara-perkara palsu?”

Demikian beberapa tuduhan Ismail Sahib pada Mirza Ghulam Ahmad yang sangat mirip dengan tuduhan kaum kafir pada nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Suatu kebahagiaan buat Mirza jika ia menerima tuduhan itu apa adanya. Bukankah ia senasib dengan nabi? Apa mau dikata kalau si “nabi” tidak mau kata-katanya…

YESUS INDIA (Inkarnasi Srinagar)
Pada waktu Ismail Sahib melancarkan tuduhan-tuduhan pada Mirza Ghulam, orang yang terakhir ini sudah berada dalam puncak kemuliaannya. Di samping pangkatnya sebagai Al-Mahdi, Nabi, ia terkenal pada pengikut-pengikutnya sebagai Al Masih Al Mau’ud pula. Perihal dirinya sendiri, Mirza berkata :

"Saya keelokan yang elok dalam abad ini, barangsiapa meninggalkan saya, meninggalkan DIA yang mengutus saya. Lihatlah saya memegang lampu di tangan saya, maka barangsiapa datang padaku, akan memperoleh sebagian dari cahayaku dan barangsiapa memilih melarikan diri dari saya, karena ragu-ragu dan sak wasangka atau takhayul akan dilemparkan ke dalam kegelapan dan kebinasaan". [53]

Kemudian tentang hakikat dirinya yang superior elok itu, Mirza berkata:
"Saya ini adalah baruz (titisan) Nabi Isa ‘Alaihis Salam karena saya diutus dalam roh dan kuasa beliau dan budi pekerti yang sama. Demikian pula saya menerima nama Muhammad Ahmad berdasarkan jabatan saya sebagai pembangun lagi daripada pelanggaran-pelanggaran kepada hukum Tuhan. Karena itu saya diutus buat mengembangkan ke-Esaan Allah dalam roh dan kuasa serta budi-pekerti yang bersamaan dengan nabi Muhammad. Dengan kemurahan Allah dan PengasihNya maka saya dijadikan ahli waris kedua gelaran itu dalam abad ini dan keduanya tergabung menjadi satu ternyata atas diri saya dan batin saya ini ialah pergabungan kedua nabi yang mulia itu" [54]

Pada suatu ketika yang tidak terduga-duga Mirza Ghulam berkata lagi tentang dirinya:
"Aku melihat dalam mimpi bahwa aku ini jadi Allah".[55]

Dengan gabungan baruz Nabi Isa dan Nabi Muhammad serta sekaligus dalam mimpi Mirza Ghulam Ahmad telah jadi Allah, maka ahlak yang ia miliki tentu saja akhlak termulia. Ini cocok dengan kata-kata pujian dr.Meer dan ‘Mirza Mubarak Ahmad, bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang pengampun pada mereka yang bersalah, berbudi pekerti baik, rendah hati, suka memberi maaf, wajahnya selalu tersenyum, dimana dalam hidupku saya belum pernah melihat seorang seperti dia, lebih berbudi, lebih pemurah lebih berkasih sayang, dan seterusnya, dst.[(56]

Maka marilah meneliti bagaimana orang gila dari Qadian yang membual jadi Allah itu bertingkah laku ketika menghadapi kritikan-kritikan Muhammad Ismail Sahib dari Aligarh. Apa yang sebenarnya dikatakan tuduhan-tuduhan, fitnahan-fitnahan Ismail Sahib tidak lain hanyalah bantahan-bantahan yang sederhana saja. Ia katakan bahwa Mirza :

"Tidak tahu sastra, tidak percaya bahwa ia seorang yang telah dapat wahyu, tidak percaya bahwa buku-buku itu adalah karangan Mirza, dan Mirza mempunyai tenaga sihir serta menggunakan tenaga itu".

Maka andaikata Mirza Ghulam Ahmad tidak membalas tuduhantuduhan atau fitnahan itu, hal mana itu adalah yang terbaik baginya. Bagi seorang yang memiliki dua roh kenabian dan sekaligus mimpi jadi Allah, hanya akan membuang waktu dan tenaga saja bila melayani obrolan Ismail Sahib itu.

Namun pada kenyataannya tidak demikian dengan nabi Qadian itu. Justru ia menjadi marah dan meradang. Ia berkata dengan seluruh emosinya :

"Maulvi Ismail Sahib telah tenggelam dalam kegelapan, tenggelam dalam keinginan yang mementingkan diri sendiri serta kesukaan yang sia-sia. Saya (Mirza Ghulam Ahmad) tidak menaruh penghargaan lebih besar dari pada terhadap cacing yang sudah mati. Tuan seorang yang dungu, ulama yang tidak cakap. Faham tuan sudah ketinggalan zaman. Tuan berada dalam kehinaan, tuan bertabi’at mencurigakan, fikiran jahat dan berbuat kejahatan, tuan terbawa dalam ketakhayulan, tuan tidak mempunyai pikiran sehat, tuan berputar lidah, tidak mengerti, keras hati dan congkak dan tak berbudi. Tuan seperti orang-orang munafik zaman Isa, tuan seperti Fir’aun, tuan seperti Abu Jahal, tuan pendusta, tuan kafir ". [57]

Sungguh kasihan Maulvi Ismail Sahib mendapat balasan yang demikian dari Mirza. Namun itu sudah seharusnya bahwa orang seperti Maulvi Ismail berani menyerang nabi Qadian itu. Balasannya kelihatan setimpal. Akan tetapi kalau ditilik kembali derajat

orang Qadian yang diserang Maulvi Sahib itu maka ada kejanggalan-kejanggalan yang menyolok dalam tingkah-lakunya pada waktu ia sudah menjadi Nabi, Al-Mahdi, Al Masih Al Mau’ud. Maka pada kedudukan yang ia miliki itu, sudah selayaknyalah jika ia merasa malu atas kata-kata yang telah ia lontarkan pada lawannya yang juga dikenal sebagai seorang muslim. Tidak ditemukan dalam sejarah “keagamaan” kiranya, seorang nabi yang membual menjadi Allah dengan seribu satu macam pangkat kemuliaan, betapapun ia dari desa, yang membalas kata-kata lawannya dengan kata-kata pedas serta mengutuk, bahkan mengkafirkan!

Maka gambaran apakah yang lebih terang tentang Mirza Ghulam Ahmad ini? Itu semua sudah sangat keterlaluan, jauh keluar melampaui sejarah orang-orang beradab dan berakal sehat jika menyamakan seorang pengumpat, penghina, pengutuk macam Mirza Ghulam Ahmad ini dengan pribadi Nabi Isa ‘Alaihis Salam dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Salam. Apakah mereka telah rabun mata terhadap sejarah sepak-terjangnya yang berlebih-lebihan itu? Tidak, Ahmadiyah bahkan telah buta mata hatinya dan pekak telinganya.

Ismail Sahib sekadar mengatakan tentang nabi Qadian itu, bahwa ia tidak percaya, lalu datang balasan Mirza Ghulam Ahmad dengan kata-kata:
"Kamu tidak berbudi, kamu jahat, cacing mati lebih kuhargai daripadamu, kamu munafik, kamu pendusta, kamu kafir".

Seorang yang mengaku Al Masih tidak layak berkata demikian. Justru kenyataan-kenyataan yang terdapat dalam pribadi Mirza Ghulam Ahmad dan jemaatnya selalu kita temukan bentuk-bentuk kepalsuan dan penipuannya. Rombongan Musailamah modern ini masih banyak mempertontonkan kisah-kisah ajaib serta ketidak warasan logika pada mereka yang akan membuat mereka telanjang bulat di atas panggung sejarah Islam.

MIRZA RAJA KUMAN-KUMAN
Baru saja kita meninggalkan karakter Mirza yang emosional, maka teringatlah kembali betapa sang cucu memujinya dengan pujian-pujian yang luar biasa, antara lain Mirza Mubarak Ahmad memuji Mirza Ghulam Ahmad dengan karakter "Rahmat Mujassam" yakni rahmat untuk keluarga, rahmat untuk kawan, rahmat untuk tetangga, untuk musuh, untuk pembantu-pembantu peminta peminta dan rahmat untuk manusia. [58]

Apabila kita teringat akan peristiwa penyakit pes yang terjadi di daerah Punjab, maka rahmat untuk tetangga, rahmat untuk musuh dan rahmat untuk manusia yang dimiliki Mirza Ghulam Ahmad itu, akan menjadi suatu problema di sini. Peristiwa pes abad ke-sembilanbelas di Punjab itu, berkaitan dengan kedudukan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi Musa India. Ia memang memiliki semua kenabian terutama pada kenabian Muhammad, Isa, Musa dan Ibrahim. Sebagai nabi Musa abad ke-19 masehi dari India, Mirza Ghulam Ahmad ternyata memegang peranan yang sangat meyakinkan dalam peristiwa pes itu.

Peristiwanya berkisar pada wabah pes yang melanda daerah Punjab. Tiap hari banyak orang meninggal karena pes tersebut. Dan korban kematian selalu bertambah. Pada peristiwa yang sangat menyedihkan itu, demikian sang cucu bercerita, hazrat Maulvi Abdulkarim r.a. pernah mendengar do’a hazrat Masih Mau’ud waktu menyendiri tengah malam; dan dengan menyaksikan hal itu beliau sangat ta’jub. Hazrat Maulvi Abdulkarim berkata :

"Dalam do’a itu suara beliau demikian pedih dan penuh keharuan sehingga orang yang mendengarnyapun akan turut terharu pula. Beliau di hadapan Arasy Ilahi merintih-rintih

laksana seorang ibu merintih kesakitan ketika menghadapi saat bersalin. Ketika itu aku perhatikan, maka kedengaranlah do’a beliau itu memohonkan supaya ummat manusia dihindarkan dari adzab pes yang sedang berkecamuk itu. Beliau berulang- ulang berseru: "Ilahy, jikalau ummat manusia ini binasa semuanya oleh adzab pes, maka siapakah nanti yang akan menyembah Engkau". [59]

Sungguh sangat mengharukan do’a Nabi Musa India itu. Do’anya persis do’a Muhammad s.a.w. ketika peperangan Badar akan dimulai. Sayangnya situasi yang melingkupi nabi dari India itu bukannya suasana peperangan melainkan penyakit. Yang kena wabah pes adalah daerah Punjab atau katakanlah negeri India; apakah kaum muslimin yang menyembah Allah Yang Maha Esa hanya orang-orang di India? Mirza Ghulam Ahmad, barangkali masih belum tahu bahwa semasa ia menjabat nabi-nabian itu, ummat Islam sudah berserak hampir sepertiga dari bumi selatan ini. Apakah do’anya juga tertuju pada mereka ataukah hanya khusus untuk orang Punjab, dan lebih khusus lagi pada pengikut-pengikutnya saja? Justru yang terakhir inilah tujuan dari do’a Mirza Ghulam. Ia hanya berdo’a untuk keselamatan pengikut-pengikutnya saja.

Kenyataannya memang demikian; dan satu hal yang menarik ialah konon tuhan Mirza mengabulkan permintaannya itu: Dengan melalui isyarat dalam mimpi Mirza Ghulam memperoleh hasil yang menggembirakan dari do’anya yang mengharukan itu. Adapun Mimpi Mirza Ghulam pada malam itu ialah:

"Ketika aku tidur aku bermimpi melihat seekor gajah yang luar biasa besarnya, ganas dan berjalan dengan sangat angkuhnya di atas permukaan bumi ini. Jelas bagiku, bahwa gajah itu adalah gambaran atau lambang dari wabah pes yang datang melanda serta menimbulkan korban kematian yang sangat besar. Akan tetapi kesudahan dari mimpiku itu ialah, bahwa sang gajah yang ganas itu tatkala mendekat padaku, tiba-tiba ia menjadi jinak, hormat dan dengan tawadhu’nya duduk bersimpuh di dekatku". Demikian sesudah itu Mirza Ghulam Ahmad mengumumkan makna atau ta’wil dari mimpinya itu serta diberitakan dengan luas, bahwa ia dan pengikut-pengikutnya akan selamat dari bencana pes itu" . [60]

Jelasnya, dari hal mimpi Mirza Ghulam itu bahwa kota Qadian hampir dikatakan selamat seluruhnya dari wabah pes, tidak seperti kota-kota lainnya. Lebih meyakinkan lagi akan makna mimpi Mirza ialah ketika Tuhan berkata:

"Ketahuilah, Allah tidak akan melibatkan penduduk yang tinggal di Qadian terkena wabah pes itu. Ini dikarenakan ditengah-tengah mereka ada dia. (yakni Mirza Ghulam Ah mad". [61]

Demikian jelasnya tujuan do’a "Ilahy" yang diucapkan Mirza Ghulam Ahmad, bahwa hanya pengikut-pengikutnya sajalah yang akan diselamatkan. Bahkan tujuan lebih sempit dari doanya ialah bahwa yang akan selamat terkena wabah pes bukanlah daerah Qadian, melainkan hanya mereka yang berada di bawah naungan ruang atap rumah Mirza Ghulam Ahmad saja! [62] Maknanya siapa orang-orang yang berada di rumah Mirza Ghulam Ahmad, maka mereka selamat dari bencana pes itu.

Teringatlah kita akan sejarah Nabi Musa ‘Alaihis Salam "serupa" peristiwanya dengan peristiwa nabi Musa India itu. Benarkah bahwa hanya di rumah Mirza Ghulam Ahmad saja yang selamat dari pes?

"Sungguh ajaib, kata Ahmadiyah menceritakan, bahwa pes yang ganas itu tidak menyentuh rumah Mirza Ghulam Ahmad; dan semua orang Ahmadiyah yang tinggal di dalamnya aman selamat, padahal di sebelah menyebelah rumah Mirza, yakni para tetangganya, pes yang ganas itu masuk ke rumah-rumah mereka dan membinasakan penghuninya” [63]

Yang lebih ajaib lagi, demikian Bashiruddin Mahmud Ahmad menceriterakan: "bahwa tidak seekor tikuspun dalam rumah Mirza Ghulam Ahmad yang menderita pes itu, padahal justru tikus-tikus itulah yang lebih dahulu kena wabah itu. Kalau bukan malaikat yang menolong, Apatah lagi?" [64]

Sungguh suatu peristiwa yang paling ajaib, justru tikus-tikus dalam rumah Mirza Ghulam lebih berharga dari nyawa-nyawa manusia tetangganya. Apakah tikus-tikus itu masuk Ahmadiyah? Ataukah tuhannya menyelamatkan binatang-binatang itu dan membinasakan manusia-manusianya?!

Mirza Ghulam Ahmad dikabarkan berakhlak "khuluqin azhiim" juga seorang yang mempunyai jiwa "rahmat mujassam" yakni rahmat untuk tetangga, untuk musuh-musuhnya dan rahmat untuk manusia. Dimanakah itu semua?

Seharusnyalah kalau ia berdoa untuk keselamatan manusia dari pes itu, tidak sampai pada orang-orang yang tinggal di bawah atap rumahnya, melainkan sampai pada Qadian, Punjab bahkan seluruh India. Andaikata itu sudah ia lakukan dalam do’anya yang mengharukan tetapi tuhannya Ahmadiyah hanya memilih keselamatan pada orang-orang Ahmadiyah raja atau mereka yang tinggal di rumah Mirza, maka sekali lagi kita mengatakan, alangkah kejam tuhan Mirza, ia lebih sayang pada tikus kiranya.

Rupa-rupanya, balk tuhan Mtrza maupun Mirza Ghulam sendiri pada waktu pes melanda Punjab, kedua-duanya berada dalam sikap "angkara murka" terhadap manusia-manusia yang bukan Ahmadiyah. Ini lebih meyakinkan kita jika kemudian sesudah itu, kita melihat betapa Mirza Ghulam Ahmad telah menyemburkan kata-kata yang paling menegakkan bulu roma pada saat-saat terjadinya kematian orang-orang karena wabah pes. Sejarah memaklumi bahwa Nabi Musa ‘Alaihis Salam memiliki sebuah tongkat mu’jizat yang sanggup mengalahkan ahli-ahli sihir istana Fir’aun. Akan tetapi tidak demikian dengan nabi Musa India Mirza Ghulam Ahmad ini. Ia tidak mewarisi tongkat mu’jizat, akan tetapi. ia memiliki sesuatu mu’jizat yang paling hebat. Apa yang tidak terduga-duga kiranya telah terjadi. Mirza Ghulam Ahmad memiliki senjata yang paling ampuh untuk membinasakan lawan-lawannya.

Apakah senjata ampuh milik Mirza Ghulam Ahmad itu? Tidak lain senjatanya adalah "kuman-kuman pes". Hal ini ia kabarkan, tatkala wabah pes itu hebat-hebatnya mengganas dan membinasakan. Mirza Ghulam Ahmad secara drastis lagi angktih berkata:

"Ketahuilah! secara diam-diam aku tengah membangkitkan bala-tentara kuman-kuman pes untuk menghancur-leburkan mereka. Karena itu mereka yang memusuhiku akan terkapar mampus di rumah-rumah mereka seperti binasanya onta-onta" [65]

Nah, Mirza Ghulam Ahmad, nabi Musa India abad 19 masehi, si Raja Kuman Pes, siapakah gerangan yang berani memusuhinya?

MIRZA TARTUFFE [x]
[x] Tartuffe ialah seorang munafik, penipu besar.

Karakter Mirza Ghulam Ahmad yang berperan sebagai Nabi, Al Masih Al Mau’ud, Yesus, Musa, bahkan Allah (semoga Allah membalas kedustaan-kedustaan yang jauh melampaui batas ini dengan balasan yang setimpal, amin) gagal total, ia sebagai pencaci maki, penghina, pengutuk, pengkafir maupun sebagai penyebar kuman kematian pada sesama manusia telah membawa effek pada tingkah lakunya, pada fisiknya dan pada jiwanya. Atau mungkin keadaan jiwa dan fisiknya yang membawa efek pada karakternya yang tidak karuan itu. Kedua-duanya dari kemungkinan itu pasti terjadi pada diri Mirza Ghulam Ahmad, sebab ia termasuk dari contoh figur kemunafikan dan kepalsuan dalam sejarah kerohanian, yang berkedok sebagai nabi maupun sebagai Al Masih A1 Mau’ud.

Ahmadiyah dalam rangka mengangkat Mirza Ghulam ke tongkat derajat yang paling atas menyatakan bahwa maksud kedatangannya ialah untuk memikul misi suci yang lebih dahulu telah diwahyukan Allah dalam Al Qur’an. Kedatangan Mirza Ghulam oleh Ahmadiyah digambarkan sebagai cahaya fajar sang surya. la datang dalam lailatul qadr, malam utama yang lebih balk dari pada 1000 bukan. [66]

Ahmadiyah menegaskan dengan kata-kata:
"Tegas pengakhiran malam itu dengan saat fajar pembawa cahaya sang surya yang menerangi bumi. Cahaya inilah dibawa oleh Al Masih kedua atau Imam Mandi". [67]

Ummat manusia seharusnya mengelu-elukan kedatangan cahaya fajar Mirza Ghulam Ahmad itu, sebab ia datang untuk kebangkitan Islam dan meletakkan Islam sebagai agama tertinggi. Ketahuilah! kata Ahmadiyah, bahwa:

”Pada surah At Taubah ayat 33 dan surah Al Fath ayat 29 kemudian surah Ash Shaf ayat 9, tersebut firman Tuhan yang berbunyi: DIA-lah yang mengutus utusannya_dengan petunjuk dan Agama yang benar yang akan memenangkannya atas semua agama".

Ketiga ayat tersebut di atas, kata Ahmadiyah, mengandung berita yang belum disempurnakan. Maksud Ahmadiyah belum disempurnakan itu ialah bahwa agama Islam belum mengatasi agama-agama lain dan ummat Islam juga belum mengatasi (melebihi dari segi apapun) ummat-ummat agama yang lain. [68]

Maka, kata Ahmadiyah melanjutkan, menurut para ahli dan mufassirin bahwa ayat di atas akan disempurnakan di akhir zaman bilamana tokoh yang dijanjikan itu datang. Dalam tafsir Al Bayan di bawah ayat tadi dicatat tafsir yang berikut : "wa dzalika inda nuzuli Isa ibn Maryam". yaitu: kemenangan Islam atas semua agama yang dimaksud ayat tadi ialah akan terjadi bila turun Isa anak Maryam. [69]

Lebih meyakinkan lagi Ahmadiyah menegaskan, bahwa Islam bukan hanya belum sampai pada titik yang dinubuwatkan di atas malah agama-agama lain masih memiliki supremasi atas Islam sendiri. [70] Kemudian Ahmadiyah berkata:

"Nubuwat Al Qur’an tersebut di atas pasti genap dan sempurna pada akhir zaman di tangan UtusanNya yang dikenal dengan sebutan Isa Masih/Imam Mahdi a.s". [71]

Demikianlah penegasan Ahmadiyah. Mula-mula dikatakan bahwa ayat itu mengandung berita yang belum disempurnakan, padahal Islam telah ditegakkan dengan sempurna. Jika memang ayat itu mengandung berita yang belum disempurnakan, maka bukan

mufassirinlah yang tahu makna maupun tafsir dari ayat itu melainkan Rasulullah sendiri adalah orang pertama yang akan mengatakannya.

Kemudian Ahmadiyah mengatakan, bahwa Islam belumn mengatasi agama-agama yang lain. Artinya bahwa Islam masih berada pada tempat paling bawah dari semua agama di dunia. Kalau ummat Islam yang dikatakan masih belum mengatasi ummat agama yang lain, mungkin ada benarnya terutama pada segi-segi sosial ekonominya. Akan tetapi kalau Islam dikatakan masih belum mengatasi agama-agama yang lain, itu sudah merupakan bentuk pelecehaan yang sangat sangat menghinakan, sangat sangat keterlaluan. Ataukah jumlah orangnya yang masih belum mengatasi, padahal pada abad ke-19 Masehi Islam penganutnya sudah melebihi penganut agama Zarathustra dan penganut agama Yahudi, dan daerah wilayahnya lebih besar dari wilayah agama-agama itu bahkan lebih luas lagi dari wilayah agama Buddha dan agama Hindu.

Maka jelaslah yang dimaksud Ahmadiyah bahwa Islam belum mengatasi agama-agama yang lain mengandung makna hakikat dari Islam itu sendiri, yang belum mengatasinya. Ini bukan saja suatu pengingkaran terhadap sejarah perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahkan juga pengingkaran terhadap kandungan ayat Al Quran.

Lebih lantang lagi Ahmadiyah berkata tentang ayat 33 dari surah At Taubah, Al Fath ayat 29 dan Ash Shaf ayat 9 itu sebagai berikut :
"Tetapi tampaknya Tuhan belum menghendaki" liyuzhhirahu ‘aladdini kullihi" (memenangkan Islam atas semua agama) itu terjadi pada masa perkembangan Islam yang pertama. Oleh karena di dalam ayat yang sama kalimat-kalimat lanjutan melukiskan bentuk dan corak perkembangan Islam masa yang kedua yang akan mencapai garis kemenangan atas semua agama yang ditentukan itu". [72]

Jelasnya bahwa Allah (di sisi aqidah rusak dan sesat Ahmadiyah) belum menghendaki kemenangan Islam terjadi pada masa perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat beliau, melainkan akan terjadi kemenangan itu pada masa Al Masih Al Mau’ud Mirza Ghulam Ahmad! Kata-kata "belum menghendaki" yang ditekankan oleh Ahmadiyah itu pastilah merupakan bentuk menyakiti Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam serta sahabat beliau. Makna dan pengorbanan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah diabaikan dan disepelekan oleh Ahmadiyah. Suatu penghinaan yang mengandung tujuan dan target yang keji untuk membuyarkan iman ummat Islam serta perasaan kecintaan pada Nabinya.

Akan tetapi Ahmadiyah tetaplah Ahmadiyah, ia telah mengatakan sesuatu, namun di tempat yang lain ia terperosok sendiri oleh kata-katanya itu. Kalau kita melihat betapa kedatangan Mirza Ghulam Ahmad telah dinyatakan sebagai tokoh Al Masih anak Maryam/Al Mahdi yang akan memenangkan Islam atas semua agama, demikian yang dikatakan Ahmadiyah, anehnya pada tempat yang lain Ahmadiyah mengganti peranan sukses gemilang yang dicapai nabi India itu dengan seorang tokoh yang lain yang datang sesudahnya. Orang Ahmadiyah terakhir inilah sebenarnya yang akan memenangkan Islam atas semua agama? Ahmadiyah berkata:

"Kesempurnaan ayat liyuzhhirahu aladdini kullihi yaitu Islam akan menaklukkan semua agama, yang khusus akan dilaksanakan oleh Imam Mahdi atau Al Masih, insya Allah akan tercapai di tangan khalifah Masih ke-II hazrat Basiruddin Mahmud Ahmad, al Muslihil Mau’ud putra yang dijanjikan".[73]

Kata-kata "insya Allah akan tercapai" merupakan isyarat nyata yang menunjukkan betapa peran Mirza Ghulam Ahmad pada pertengahan dan akhir-akhir dari hidupnya sangat menyedihkan dan mengalami depressi yang memalukan. Seyogyanya kalau Ahmadiyah segera melakukan tindakan emergency untuk menyelamatkan organisasi Musailamah Modernnya dengan cepat-cepat mengangkat Paulus Ahmadiyah untuk bertahan dari keruntuhannya. Hanya dengan organisasi dan finansiil yang padat serta lindungan maupun naungan yang rindang, maka Bashiruddin Mahmud Ahmad benar-benar seorang "Paulus" Ahmadiyah demi menutupi dan mengoper semua gelar-gelar yang terlanjur dipasang di pundak bapaknya. Itulah sebabnya Ahmadiyah memberikan titel yang luar biasa pada sang khalifah itu. Justru dialah yang paling ketat menutupi seluruh aspek kehidupan ayahnya yang berantakan. Namun anehnya tidak satu segipun dari kehidupan Mirza Ghulam Ahmad yang hancur itu dapat tertutup rapat. Tidak juga sang putra maupun organisasinya berhasil menyembunyikan nabi penyebar kuman kematian itu.

Tadi telah dikatakan bahwa dikarenakan tugasnya yang berat, yakni tugas menjadi nabi palsu di India, maka Mirza Ghulam Ahmad mengalami depressi hidup yang memalukan serta memilukan hati. Namun demikian juga tidak bisa diabaikan, sebagaimana dikatakan sebelum ini, bahwa karena efek-efek kejiwaan dan badaniahlah, maka Mirza Ghulam Ahmad gagal total dalam hidupnya.

Entah karena jabatannya sebagai Musailamah Modern telah membuatkan tertekan dan menderita, baik jiwa maupun badannya. Ataukah ia memang sudah mengalami masa menderita yang begitu lama dan parah sehingga timbul gagasannya untuk menjadi pemimpi kerohanian, yang tidak pernah diharapkan bangsanya. Kenyataannya, kedua-duanya memang ada dan benar. Atau justru ini merupakan adzab kehinaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi orang-orang yang jauh melampaui batas melakukan penghinaan Islam, Al Qur’an dan Sunnah Nabinya, suatu adzab yang disegerakan janjiNya di dunia sebelum diadzab lebih dahsyat di akhirat kelak. Nas’alullahas salamah wal ‘afiah.

Perkenalan atas perjalanan hidupnya sudah banyak kita ketahui, akan tetapi Ahmadiyah sendiri maupun sang khalifah Bashiruddin masih dengan senang hati menambah lagi sajian-sajian tarian telanjang sejarah tentang Mirza Ghulam Ahmad. Tentu saja sajian-sajian yang sekaligus menikam langsung dada sang nabi palsu itu. Maka inilah dia sajian-sajian yang berakhir dengan klimaks yang menggelikan akan tetapi sangat menyayat-nyayat hati.

JERITAN GOLGOTTA TERULANG
Kali ini Mirza Ghulam Ahmad menjabat sebagai nabi Ibrahim India dengan mu’jizat yang terkenal, memadamkan api. Ia sendiri dengan bangga berkata:

"Zaman Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam sudah lampau. Aku atas perintah Allah Ta’ala mewakili beliau di abad ini. Boleh lihat kalau ada musuh yang mencampakkan aku ke dalam api, dengan karunia Allah Ta’ala api itu akan menjadi dingin untukku". [74]

Kemudian tuhan Mirza menyatakan padanya :
"Aku selalu menjaga keselamatanmu dan memerintahkan: wahai api (mereka yang menentangmu) dinginlah engkau pada Ibrahim ini dan damailah padanya" . [75]

Demikian jaminan tuhannya pada Mirza Ghulam Ahmad sebagai Ibrahim abad 19 masehi.

Pada suatu hari nabi Ibrahim India ini telah memperaktekkan mu’jizatnya dengan hasil yang cukup memuaskan. Diceritakan oleh cucunya, Mirza Mubarak Ahmad, bagaimana kakeknya Ibrahim Mirza Al Mogholi itu telah berhasil menyembuhkan penyakit TBC

seorang pemuda yang hampir mati. Ceritanya begini, kata si cucu :
"Pada sekali peristiwa Lala Malawamal ini diserang penyakit TBC; keadaannya sangat payah, bahkan tidak ada harapan lama-sekali. Pada suatu hari ia menghadap Hazrat Masih Mau’ud Mirza Ghulam Ahmad dan menceritakan penyakitnya sambil menangis-nangis tersedu-sedu. Ia minta dengan kerendahan hati agar hazrat Mau’ud mendoakannya. Pemuda Malawamal itu seorang musuh Islam juga tetapi hatinya mengakui kesucian beliau a.s. Melihat keadaan Malawamal demikian beliau merasa kasihan dan terus mendo`akannya dengan tawajuh yang khusus, sehingga turun kepada beliau ilham: "qul ya naaru kuni bardan wa salaaman". [76]

Ilham tersebut oleh Ahmadiyah diterjemahkan menjadi: "Wahai api penyakit, dinginlah engkau bagi anak muda ini, jadilah engkau sebagai penjaga dan keselamatan baginya".[77]

Karena ilham itulah maka pemuda Malawamal menjadi sembuh. Bahkan menurut Ahmadiyah ia mencapai usia 100 tahun.

Sungguh suatu surprise bahwa hanya dengan do’a semata-mata, penyakit TBC yang hampir merenggut nyawa anak muda itu dapat dilenyapkan oleh Mirza. Padahal jika sejarah memperhatikan jalan hidup Mirza Ghulam Ahmad, akan diketahui secara menyolok bahwa sang penyembuh Mirza itu sendiri ternyata tidak pernah sembuh dari sakit. Bahkan kematian yang merenggut Mirza Ghulam Ahmad dikarenakan ia menderita sakit berak-berak yang kronis (diarhoea).

Latar-belakang kehidupannya merupakan rangkaian dari penyakit-penyakit berat yang menahun sehingga meruntuhkan seluruh kekuatan tubuh maupun jiwanya. Ia ternyata mengidap penyakit penyakit "diabetes" dan “vertigo" di mana kedua penyakit itu benar-benar menerkam hidup Mirza sepanjang hayatnya. Mengapa tidak disembuhkan penyakit-penyakitnya itu oleh dokter pribadinya Nuruddin sang Khalifah? Mungkin obatnya tidak ada atau mungkin karena jabatan-jabatan Mirza yang kelewat batas itu membawa efek-efek yang berat bagi penyembuhannya.

Kedua kemungkinan itu ternyata tidak dibenarkan oleh Ahmadiyah baik oleh anaknya, cucunya maupun oleh pengikut-pengikutnya. Mereka mempunyai alasan kuat mengapa penyakit-penyakit Mirza Ghulam itu tidak sampai disembuhkan. Mereka tidak kehilangan langkah untuk membela situasi “gawat” nabinya. Bashiruddin Mahmud Ahmad berkata membela ayahnya:

"Penyakit-penyakit yang diderita Mirza Ghulam Ahmad itu sudah termaktub, artinya bahwa Al-Masih Al Mauud akan menderita dua-penyakit. Separoh dari bagian tubuhnya ke bawah mengidap penyakit diabetes dan separoh dari bagian tubuhnya ke atas mengidap penyakit vertigo". [78]

Demikianlah penyakit-penyakit itu sudah termaktub sebagai hiasan hidup Al Masih Mirza Ghulam Ahmad Qadiani. Jadi sudah takdir baginya untuk menerima penyakit-penyakit itu. Usaha-usaha untuk menyembuhkannya hanya akan menentang takdir Allah saja. Bukankah Mirza Ghulam Ahmad pada saat-saat itu sedang memangku jabatan Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam? Bedanya, Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam tidak terkena diabetes dan vertigo. Dan Mirza Ghulam “sanggup” untuk mengemban jabatan Nabi Ayub. Ya, sanggup untuk mempertontonkan seluruh karier nabi gadungannya menjadi berantakan.

Mirza Ghulam Ahmad sebenarnya sangat menderita karena penyakit-penyakitnya itu. Rasanya ia tidak bisa menerima kalau penyakit-penyakitnya itu adalah takdir Allah yang harus ia rasakan sepanjang hidupnya. Jangankan dengan diabetes dan vertigo, dengan sakit-sakitan yang sangat tidak berarti saja, Mirza Ghulam Ahmad sudah mengeluh merana. Buktinya pada suatu hari Mirza Ghulam pada salah satu jari tangannya sakit, mungkin bengkak nanah (cantengan) atau kena sayat pisau. Ia sudah mengaduh-aduh dan tidurnya tidak nyenyak lagi [79].

Dalam keadaan sakit yang demikian ”hebat” itu ternyata tuhannya menaruh rasa kasihan pada Mirza. Bagaimana sembuhnya? Cukup dengan kabar wahyu dari Tuhan:

"Sejuklah tanganmu wahai Mirza dan rilekslah engkau". [80]

Maka dengan wahyu Tuhan di atas sakit jari Mirza Ghulam ternyata sembuh sama sekali. Sungguh enak baginya bahwa hanya dengan wahyu saja ia segar kembali.

Pernah pada suatu hari Mirza Ghulam Ahmad terkena sakit demam. Inipun Tuhannya sangat menaruh kasih padanya. Maka turunlah kabar wahyu padanya :

"Assalamu alaikum wahai Mirza, semoga damai engkau serta panjang umur". [81]
Dengan wahyu itupun Mirza Ghulam sembuh dari sakit demamnya.

Kita ingin bertanya, jika dengan penderitaan "sakit salah satu jarinya "dan" sakit demam" saja Mirza Ghulam Ahmad sudah mengeluh merana, maka bagaimana dengan sakit-sakit beratnya itu? Ahmadiyah dalam hal ini tidak pernah mempertontonkan penderitaan nabinya karena penyakit-penyakit diabetes dan vertigonya.

Mereka tidak mau bicara tentang itu. Akan tetapi ilmu pengetahuan tentang kesehatan mau dan bisa berbicara tentang pasien yang menderita penyakit gula (diabetes) dan sakit bingung (vertigo) itu. Ensiklopedi kesehatan mengatakan bahwa penderita sakit gula dalam beberapa hal dan keadaan mengalami : kebingungan serta mudah tersinggung hatinya tanpa ada sebab; sakit pada bagian saraf kepala, radang saraf; kerabunan pada mata, sangat sayu pandangannya, akhirnya sering tak sadarkan diri. [82]

Adapun pada penderita sakit bingung (vertigo) dalam beberapa hal dan keadaan mengalami : tingkah laku yang abnormal, gejolak emosi meluap-luap, depressi yang memilukan, perasaan rendah diri, "jeritan putus-asa", bahkan sering jatuh pingsan. [83]

Mirza Ghulam Ahmad dengan diagnosa sebagai "pasien penderita sakit gula dan sakit bingung" yang diakui dan dinyatakan sendiri oleh Ahmadiyah serta oleh puteranya Bashiruddin Mahmud Ahmad, [84] dengan sendirinya mengalami komplikasi-komplikasi di atas yang sangat parah. Bahkan sialnya ia mengidap penyakit-periyakit itu secara kontinyu. Bagaimana dalam keadaan yang parah itu ia bisa mengimbangi ambisinya yang meluap-luap? Tentu saja ia berbuat, bertingkah, berpose sebagai tokoh yang abnormal. Gagal dalam cinta, gagal dalam karier, gagal dalam akhlak dan gagal menjaga stamina tubuh serta jiwanya.

Bashiruddin Mahmud Ahmad khalifah kedua Ahmadiyah, putera penerus Mirza Ghulam Ahmad berkata tentang ayahnya yang bergelar Nabi, Rasul, al Mahdi dan al Masih yang dijanjikan itu : "Keadaan kesehatan badannya Hazrat Masih Mau’ud a.s. ada begitu lemah, sampai sering ketika penyakit datang kepada orang-orang yang di sekitarnya menganggap bahwa beliau telah wafat". [85]

Dengan anggapan bahwa beliau telah wafat, sebenarnya Mirza Ghulam Ahmad telah jatuh pingsan yang lama. Pandangan matanya akan sayu bahkan redup menyusul keadaan tak sadarkan diri. Mungkin dalam situasi di alam tak sadar itulah Mirza Ghulam mencetuskan segala gagasan-gagasannya yang bernama: Ahmadiyah. Ia sering mengalami halusinasi; justru pada saat-saat itulah lahir segala tingkah laku yang abnormal. Bagaimana dengan "jeritan putus asanya" yang histeris itu? Sungguh tidak terlintas dalam pikiran bahwa sejarah mengulangi dirinya. Pada peristiwa GOLGOTTA kurang lebih 1800 tahun yang lalu, “konon” terdengarlah jeritan Yesus Kristus mengakhiri hayatnya pada kayu salib [86]. Jeritan itulah yang terulang pada sejarah hidup nabi India abad 19 masehi.

Jauh dari Jerusalem menuju ke timur melewati gurun, gunung dan padang rumput, melalui negeri-negeri Mesopotamia, Persia, Afghanistan, menerobos lembah subur Kashmir, singgah di Srinagar kemudian masuk ke Anak benua India, menuju ke Propinsi Punjab langsung ke distrik Gurdaspur dan berakhir pada sebuah desa bernama QADIAN, di situlah muncul seorang laki-laki bernama MIRZA GHULAM AHMAD, mengaku sebagai Nabi dan Rasul, Al Mahdi dan Al Masih yang dijanjikan. Entah karena apa, entah dalam keadaan bagaimana, pada suatu saat yang menegangkan, tiba-tiba tersembur dari mulut Mirza Ghulam Ahmad rintihan suara histeris:

"ELI, ELI LAMA SABACHTANI" (TUHANKU, TUHANKU,
MENGAPA ENGKAU TINGGALKAN AKU" [87]
Persis sama dengan suara rintihan Jesus Nazareth di lembah Golgotta, bahkan dalam bahasa yang sama, bahasa: I b r a n i!

ltulah tokoh Qadian Mirza Ghulam Ahmad, apa sebab ia menjerit dengan bahasa Ibrani pula?! Sebuah jeritan yang menyayat kaki, puncak manifestasi keputusasaan dari pertolongan tuhannya yang selama ini memberikan wahyu-wahyu ilham kepadanya. Fatal, frustasi, gagal total, ataukah ia juga dipaku salib oleh penyakit-penyakitnya yang berat itu?!

MIRZA BERJUMPA "TUHANNYA"
Bukanlah yang kami maksudkan “Berjumpa Tuhannya” adalah Mirza mati, karena masih harus kita tuntaskan perjalanan tragis dari nabi palsu India yang satu ini. Mungkin dikarenakan gagal memperoleh balasan cintanya pada dara ayu Muhammadi Begum, mungkin kuga karena gagal menyembunyikan perangai-perangainya yang buruk dan kejam, mungkin juga dikarenakan gagal melaksanakan tugasnya sebagai nabi palsu, atau mungkin dikarenakan gagal memelihara kondisi tubuhnya maupun jiwanya, atau last but not least dikarenakan jeritannya yang pilu di lembah Golgotta Qadian itu, maka orang ini yakni Jesus Kristus dari India Mirza Ghulam Ahmad, mendapat simpati dan belas kasih dari BAPAKNYA di sorga untuk istirahat serta mendapat cuti.

Mirza Ghulam Ahmad tidak cuti ke Srinagar Kashmir menziarahi Jesus Kristus Israeli atau cuti ke London menghadap tuannya British, melainkan ia cuti naik ke atas, ke langit ketujuh terus lagi ke Sidratul Muntaha, terus lagi dan terus lagi sampai ke tempat dimana tuhan Bapanya bertahta. Tentu saja kisah cuti berlibur Mirza Ghulam Ahmad itu adalah kisah "Mi’raj"nya yang paling hebat, lebih hebat daripada, seandainya ia sanggup mengeringkan lautan India. Inilah dia jalan cerita "mi’raj" Mirza Ghulam Ahmad:

Kisah tentang "Tetes-tetes Merah" [88]
"Waktu itu musim panas bulan Mei atau Juni 1884, ketika Hazrat Ahmad selesai sembahyang subuh pada suatu pagi menyingkir ke sebuah kamar sebelah timur dari masjid Mubarak. Tempat itu sejuk disebabkan tembok-temboknya baru dilepa (diplester). Beliau membaringkan diri di atas sebuah carpai (semacam balai-balai tempat tidur dengan alasnya tali yang dianyamkan pada bingkainya) yang beliau biasa sediakan di sana. Carpai itu tak berlapik atau berbantal. Beliau berbaring menghadap ke utara dengan kepala ke arah barat. Lengannya yang sebelah dijadikan sebagai bantal dan lengan yang satu beristirahat di atas kepala.

Maulvi Abdullah Sanauri mulai memijati kaki beliau sebagaimana lumrahnya orang timur untuk memperlihatkan rasa hormat dan bakti; dan beliau ini mengatakan bahwa waktu itu ialah hari Jum’at, hari ke 27 bulan Ramadhan.

Beliau tengah menekuri dan merasa-rasakan akan besarnya nikmat yang melimpah atas diri beliau, tiba-tiba sekujur badan Hazrat Ahmad sekonyong-konyong menggigil. Hazrat Ahmad menoleh kepada Maulvi Abdullah Sanauri yang dapat melihat bahwa kedua belah mata hazrat Ahmad berlinang-linang.

Beberapa saat sesudah itu beliau melihat setetes cairan berwarna merah di atas salah satu kaki hazrat Ahmad, di dekat mata kaki, dan nampaknya baru saja saat itu menetes.

"Saya raba dengan satu tangan kanan saya, "kata beliau, dan kemudian saya menciumnya, tetapi tidak ada baunya. Kemudian saya perhatikan ada lagi tetes besar di kemeja beliau di betulan rusuk beliau. Tetes itu juga masih baru. Saya berdiri perlahan-lahan dan melihat ke sekitar kamar untuk menyelidiki sumber atau sebab dari pada tetes-tetes itu. Kamar itu ukurannya kecil berlangit rendah, dan saya selidiki dengan cermat tiap sudut supaya saya merasa puas tetapi tidak nampak sesuatu jejak yang kiranya dapat menjadi sebab adanya tetes-tetes merah itu.

Oleh karena itu saya duduk lagi di atas carpai dan mulai memijit-mijit kaki Hazrat Ahmad. Beberapa detik kemudian beliau bangkit lalu keluar dari kamar dan duduk di masjid. Saya mengikuti ke sana dan duduklah saya di belakang beliau untuk memijit pundak beliau. Lalu saya bertanya pada beliau tentang tetes-tetes itu. Beliau menjawab dengan acuh tak acuh, tetapi saya bertanya lagi atas pertanyaan itu beliau kembali bertanya, bahwa tetes-tetes apa yang saya maksudkan. Saya menunjuk pada tetes yang melekat di kemeja beliau.

Beliau melihatnya dan kemudian menerangkan kepada saya dengan beberapa tamsil akan gejala-gejala suatu kashaf dengan mana beberapa hal yang nampak dalam pandangan ghaib, benar-benar terwujud ke dalam alam fisika. Apa yang telah terjadi dituturkan oleh Hazrat Ahmad sebagai berikut:

"Di dalam kashaf dalam keadaan bangun, nampak padaku suatu gedung yang anggun lagi indah. Di dalamnya ada sebuah sofa yang di atasnya duduk seseorang yang berkepribadian hebat.’ Dia adalah TUHAN sendiri. Pikiranku merasa seolah-olah aku menjadi seorang petugas di dewan Ilahi. Aku telah menuliskan dekrit-dekrit tertentu yang kupersembahkan di hadapan YANG MAHA KUASA untuk di tandatanganiNya. Aku diajakNya duduk di atas sofa itu dengan rasa kasih dan sayang yang mendalam seperti seorang ayah.

Kemudian IA mencelupkan tangkai pena-NYA ke tempat tinta, digoyangkanNYA sedikit, dan kemudian menandatangani dokumen-dokumen itu. Tetes-tetes merah yang kau lihat adalah dia itu yang jatuh dari tanganNYA tatkala IA menggoyangkan NYA".

Kemudian.Hazrat Ahmad meminta kepada Maulvi Sanauri untu melihat apakah barangkali ada tetes-tetes yang jatuh pada bajunya dan alangkah gembiranya beliau ketika dilihatnya bahwa satu tetes terdapat pula pada kopiyah beliau sendiri.

Maulvi Sanauri Abdullah sangat tergerak hatinya dan terkesan oleh gejala yang ajaib itu, dan karena beliau merupakan saksi dari tindakan kecil dari penciptaan Ilahi, beliau meminta kepada hazrat Ahmad untuk memberikan kemeja yang dibekasi oleh tetes-tetes merah itu.

Hazrat Ahmad yang mempunyai roh seperti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agak segan dan ragu-ragu, takut kalau-kalau di kemudian hari para pengikut beliau akan memuja-muja kemeja itu akan tetapi ketika Maulvi Sanauri mendesaknya juga, akhirnya Hazrat Ahmad memberikannya kepada beliau dengan satu syarat, bahwa kemeja itu harus dipendam bersama beliau apabila beliau meninggal dunia.

Maulvi Abdullah Sanauri ketika itu berusia duapuluh tahun. Beliau datang ke Qadian dua tahun sebelum itu. Beliau tetap sebagai seorang sahabat imam Mahdi yang setia sampai akhir hayat beliau. Beliau pulang ke rahmatullah pada hari Jum’at tanggal 7 Oktober 1927. Beliau dikebumikan dengan mengenakan kemeja peringatan yang dibekasi tetesan tinta kudus itu yang beliau bawa serta selama-lamanya ke mana-mana, siang malam selama 43 tahun lamanya. Beliau tidak pernah bercerai dari kemeja itu. Kemeja itu merupakan suatu tanda yang murni dari Tuhan dan suatu hadiah yang berharga yang seorang manusia yang mendapatnya dari atas. Beliau simpan benda pusaka itu baik-baik di dalam sebuah peti kayu yang khusus dibuat untuk itu, yang sebelah atasnya dipakaikan kaca, dan kemeja itu dilihatnya sedemikian rupa hingga tetes-tetes merah itu dapat terlihat.

Atas perintah dari Hazrat Khalifatul Masih II (Khalifah II meninggal tahun 1965) beliau suka mempertunjukkan kemeja itu kepada orang-orang sehingga saksi-saksi dari pertanda Ilahi itu mungkin sudah berjumlah ribuan orang banyaknya. Diantara saksi-saksi itu dapat disebutkan bapak Maulvi Zaini Dahlan, bapak Maulvi Abubakar Ayyub H.A, bapak Maulvi Ahmad Nurdin dan lain-lain dari Indonesia yang sedang belajar di Qadian pada waktu itu. Acapkali beliau memandangnya dengan air mata menggenangi kedua mata beliau karena dirangsang oleh perasaan suka dan duka. Muka beliau akan menjadi bersinar-sinar layaknya sewaktu memandangi benda hadiah yang amat berharga itu dan tiba-tiba saja akan berubah menjadi lesu dan sayu, karena kenangan beliau sampai kepada seorang yang beliau cinta dan khidmati setiap detik seumur hidup beliau". [89]

Demikianlah cerita kejadian yang unik tentang tetes-tetes merah itu. Suatu peristiwa yang merupakan saksi dari tindakan kecil, kata Ahmadiyah, dari penciptaan Ilahi. Suatu tindakan kecil dari Allah? Amboi, itu adalah sebaliknya; Itu adalah suatu peristiwa besar, peristiwa hebat, sangat hebat. Itu adalah kisah mi’raj nabi dari India, kisah pertemuan mesra dengan tuhannya, kisah pertemuan anak dengan Bapanya, kisah penanda-tanganan dekrit, kisah sang nabi dengan dokumen bertanda-tangan TUHAN. Itu adalah kisah jatuhnya tinta Tuhan ke dunia, kisah pemberian hadiah orisinil dari atas, kisah ribuan mata saksi-saksi dari kemeja sang nabi yang kena tinta merah Tuhannya.

Bahkan itu semuanya adalah kejadian yang terhebat yang pernah terjadi dalam sejarah peradaban ummat manusia. Maka ketahuilah, inilah bukti yang tidak bisa dibantah oleh seorangpun dari pengikut-pengikut Mirza Ghulam Ahmad. Setiap Ahmadiyah harus meyakininya.

Menanggapi kisah tetes-tetes merah dan kisah mi’raj nabi palsu Qadian, baik dari segi alam spirituil yang mempunyai hukum-hukum tersendiri, maupun dilihat dari segi dimensi lain yang “tidak tertangkap” oleh sembarang orang, maka tidak seorang berakal sehatpun yang akan percaya pada peristiwa yang dialami Mirza Ghulam. Lebih-lebih lagi orang beriman tauhid akan mencampakkan cerita dari Ahmadiyah itu ke keranjang sampah.

Itu adalah suatu kejenakaan dan sekaligus kegilaan! Peristiwa itu lebih “seronok” daripada peristiwa Isa ‘Alaihis Salam yang diangkat oleh kaum Kristen sebagai anak Tuhan sekaligus sebagai tuhan Yesus. Manusia normal manakah yang akan mempercayai cerita Mirza Ghulam Ahmad itu? Ini adalah kebatilan-kebatilan yang sengaja disusukan oleh Iblis dan balatentaranya untuk mengobrak-abrik iman aqidah Islam atas nama Islam itu sendiri!

Mirza Ghulam Ahmad telah menjadi arsitek tuhannya, melihat tuhannya sebagai "Seseorang yang berpribadian hebat, sedang duduk di atas sofa dalam suatu gedung yang anggun lagi indah" kemudian Mirza mengajukan dokumen dan tuhannya menandatanganinya, dengan mencelupkan dahulu tangkai penanya yang kemudian di-goyangkanNYA dan karena goyangan itu maka beberapa tetes telah jatuh ke dunia, di India-Punjab-Gundaspur-Qadian, tepatnya di dalam bilik Mirza Ghulam Ahmad dan langsung kena kaki, kemeja dan kopiyah sang nabi itu.

Mirza Ghulam Ahmad telah menunjukkan bukti dari pengalamannya, dan kebetulan sekali kita semua menghendaki bukti. Akan tetapi sayang sekali kita tidak mendapat barang bukti "tetes-tetes merah" itu sebagai bahan bukti, sebab Maulvi Sanauri Abdullah lekas mati. Lebih sayang lagi barang bukti kemeja yang kena tinta tuhan itu dibawanya ke liang kubur. Sehingga laboratorium tidak mungkin lagi dapat meneliti tinta Tuhan itu untuk dijadikan bukti.

Akan tetapi kiranya dapat dijadikan suatu jaminan bahwa tetes-tetes merah alias tinta Tuhan itu tetap terpelihara di dalam tanah, baik warna maupun zatnya. Bukankah itu tinta Tuhan?

Warna itu sendiri, ah sayang sekali tidak sama dengan warna ke Islaman selama ini. Juga sayang bahwa tinta tuhannya Mirza itu tidak berbau sedap, padahal tinta parker yang kita pakai selalu segar baunya.

Walhasil barang bukti telah lenyap dalam tanah, kecuali jika khalifah Ahmadiyah yang sekarang memberi izin untuk membongkar kubur Sanauri Abdullah mengambil kemeja yang bertinta Tuhan itu dan memeriksakannya ke laboratorium. Jika tidak mungkin, bukankah masih ada bukti-bukti yang lain? Yaitu dokumen-dokumen yang ditanda-tangani tuhan Mirza? Tidakkah itu masih tersimpan aman di Qadian atau di Rabwah? Dan betapa besar hasrat hati ummat manusia sedunia untuk melihatnya, melihat TANDA-TANGAN ALLAH!

Orang-orang Ahmadiyah yang tanpa berpikir lagi langsung meyakini cerita-pengalaman nabinya bertemu dengan Tuhan, adalah bukti nyata dari berbagai bukti lainnya tentang kejahilan alam pikiran mereka dan kebekuan hati mereka. Mereka dengan penuh

kesadaran, tanpa malu telah menunjukkan pada dunia di luar organisasi mereka akan tingkah laku nabinya yang aneh dan gila itu. Suatu halusinasi dari Mirza Ghulam Ahmad disebabkan penderitaan sarafnya, radang otak kesadarannya, pengaruh diabetesnya dan komplikasi yang lain, telah mengelabui mata, pikiran dan hati pengikut-pengikutnya.

Maha Besar Allah, Maha Suci DIA yang telah menjalankan hambaNya dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha, kemudian naik ke atas sampai pada suatu tempat dimana tidak seorang Rasul maupun Malaikat bisa sampai kesana. Akan tetapi tidak dengan mi’raj itu beliau Shallallahu ‘Alaihi wa salam telah melihat Allah!

Akan tetapi pada abad ke-XIX Masehi, justru muncullah seorang dari Qadian India, yang mengaku Al Mahdi, Al Masih, Nabi dan Rasul, pergi ke atas dan melihat Tuhan. Ia amat berani untuk tidak merahasiakan keajaiban pengalaman-pengalamannya itu, ia sedemikian berani sebab ia adalah utusan IBLIS untuk mengobrak-abrik ajaran-ajaran Islam, meracuni alam pikiran kaum muslimin serta merusak iman mereka. Ia, Mirza Ghulam Ahmad ini, adalah Musailamah modern abad ke-19 Masehi dan kumpulan dari DAJJAL yang disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa salam dalam sabda beliau :

"Tidakkan datang hari kiamat sebelum muncul tigapuluh DAJJAL yang masing-masing mengaku dirinya adalah NABI".

(Shahih Muslim – Ahmad bin Hambal)

Semoga tidak ada seorang muslimpun yang terkecoh apalagi masih tergoda untuk melindungi dan membela HAD (Hak Asasi Dajjal) dari Qadian. Allahul Musta’an.

(Bersambung Insya Allah dengan tema: “Muslim India, Awal Abad 19 Masehi”)

Footnote:

[1] Abubakar Najjar, Do You Know about Mirza in love? Islamic Publication Bureau, Athlone Cape South Africa, tanpa tahun, series no. 5 (terjemah bebas).

[2] Asnaghas wahyu ialah wahyu yang datang dari IBLIS.

[3] Mirza Bashir Ahmad, Durr I Manthur, Rabwah, Ahmadiyya Muslim Foreign Missions Office, 1960, hal. 1; Khutbatul Ilhamiyah hal. muka dan Tukhfah Bagdad, hal. muka.

[4] Mirza Ghulam Ahmad, Khutbah Ilhamiyah, hal. 6 (La tagisuni Bii Ahadin Wala Ahadin Bii)

[5] Mirza Ghulam Ahmad, Khutbah Ilhamiyah, hal. 10 (Wa inna qadami hadihi ala Manaratin khutima Alaihi kullu rif’atinn).

[6] Mirza Ghulam Ahmad, Al Wasiyat, terjemah A. Wahid H.A. Jakarta, Neraca Trading Company, 1949, hal. 12.

[7] Mirza Ghulam Ahmad, Al Wasiyat, hal. 13.

[8] Mirza Ghulam Ahmad, Fountain of Christianity, Rabwah m.f.m.o., 1961, hal. 45; Istifta’ hal. 80: (ya qamar ya syamsu Anta minni wa Ana minka).

[9] Mirza Ghulam Ahmad, Fountain of Christianity, hal. 45: (that God made me

first, the "moon" for I came like the moon from the real "sun"; and, then, He became the "Moon"; for, through me shone and will shine, the light of His Glory.)

[10] Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah Membantah Tuduhan Wahid Bakry, hal. 37.

[11] Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah Membantah Tuduhan Wahid Bakry, hal. 37.

[12] Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah Membantah Tuduhan Wahid Bakry, hal. 37.

[13] Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah Membantah Tuduhan Wahid Bakry, hal. 38.

[14] Saleh A. Nandi, Ahmadiyah membantah tuduhan Wahid Bakry, hal. 38.

[15] Mirza Ghulam Ahmad, Tuhfah Bagdad, hal. 21.

[16] ibid, hal. 25.

[17] Mirza Ghulam Ahmad, Tuhfah Bagdad, hal. 23.

[18] Mirza Ghulam Ahmad, Tuhfah Bagdad, hal. 23.

[19] Analyst, Facts about Ahmadiyya Movement, hal. 29.

[20] Mirza G.A., Tuhfah Bagdad, hal. 26; M.G.A., Al Wasiyat, hal. 40.

[21] Mirza GhulamAhmad, Al Wasiyat, hal. 40; Tuhfah Bagdad, hal. 26.

[22] M.G.A. Tuhfah Bagdad, hal. 25.

[23] M.G.A., Tuhfah Bagdad, hal. 25.

[24] M.G.A., Al-Istifta, hal. 86.

[25] M.G.A., Istifta’, hal. 86.

[26] M.G.A., Al Wasiyat, hal. 42.

[27] M.G.A., Tuhfah Bagdad, hal. 30.

[28] M.G.A., Al Wasiyat, hal. 41.

[29] M.G.A., Tuhfah Bagdad, hal. 26.

[30] M.G.A., Al Istifta’, hal. 85.

[31] M.G.A., Al Istifta’, hal. 85.

[32] M.G.A., Al Istifta’, hal. 84.

[33] M.G.A.; Al Istifta’, hal. 85.

[34] Mirza Ghulam Ahmad, Al Istifta’, hal. 86.

[35] Mirza Ghulam Ahmad, Istifta’, hal. 77 (Wa nu’minu kama nu’minu bi Kitaabillah Khaliqul Anaam).

[36] Mirza Ghulam Ahmad, Istifta’, hal. 87 (Ja`ani Ayl).

[37] Mirza Ghulam Ahmad, Istifta’, hal. 82 (Inma Anzalnahu ghariiban minal Qadiaan wabil haqqi anzalnahu wabil haqqi nazal).

[38] ibid, hal. 77.

[39] Ibid, hal. 77.

[40] ibid, hal. 84.

[41] Mirza Ghulam Ahmad, Istifta’, hal. 78.

[42] Bashiruddin Mahmud Ahmad, Invitation, hal. 97.

[43] Mirza Ghulam Ahmad, Istifta’, hal. 81 (innal Qur’an kitabullah wa kalimaatun kharajat min tuhi.)

[44] Mirza Ghulam Ahmad, Istifta’, hal. 81 (wa ma arsalnaka illa rahmatan lil `alamin).

[45] Mirza Ghulam Ahmad, Istifta’, hal. 82 ; al Wasiyat, hal. 36 (anta minni bimanzilati tauhidi wa tafridi).

[46] M.G.A., Istifta, hal. 82; M.G.A., Fountain of Christianty, hal. 45: (anta minni bimanzilati aulaadi).

[47] Analyst, Fact about Ahmadiyaa Movement, hal. 18.

[48] M.G.A., Istifta’, hal. 82 (anta minni bimanzilati waladi).

[49] Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mau’ud a.s., hal. 15.

[50] M.G.A., Istifta’, hal. 88 (inhama amraka idza aradta syai’an an taqula lahu Kun

Fa yakun)

[51] Mirza Ghulam Ahmad, Istifta’, hal. 79.

[52] Mirza Ghulam Ahmad, Kemenangan Islam, Darul Kutubil Islamiyah, Jakarta, 1960, hal. 31.

[53] Mirza Ghulam Ahmad, Kemenangan Islam, hal. 57.

[54] Sudewo, Asas-asas Ahmadiyah Lahore, 1937, Tansocijbing, Sukabumi, hal. 47.

[55] Sudewo, Asas-asas Ahmadiyah Lahore, hal. 70: (wa raaitani fil manaam

‘ainullah.

[56] M.B. Ahmad, Seerati Tayyiba, A.Q. Niaz Lion Press, Lahore, 1960, hal. 68: 18 dan lih. Mubarak Ahmad, Masih Mau’ud a.s., hal. 85/86.

[57] Mirza Ghulam Ahmad, Kemenangan Islam, hal. 36 – 45.

[58] Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mau’ud a.s., hal. 47

[59] ibid, hal. 30.

[60] Bashiruddin. M.A., Invitation, hal. 93: Hazrat Mirza Sahib saw an elephant work-

ing havoc in the world. The elephant was symbolic of the plague which was to take a heavy toll of death. In the dream the animal becomes tame and hamrless and sits respect fully when it comes near the Mirza Sahibba promise of immunity. Hi declared that he and his true followers wouldsuffer little from the ravages of the plague: the town of qadian would suffer much less than other towns and place. Hazrat’s household was. to remain completely safe.

[61] The Muslim Herald, London, February 1972, vol. 12 — no. 2, hal. 30: God will not bring punishment on the residents of Qadian because of him who lives amongs them.

[62] Hazrat’s household was completely sate. (Bashiruddin. M.A., Invatation, hal. 93).

[63] Bashiruddin Mahmud Ahmad, Invitation, hal. 94: Cases of plague occured next

door to him. His own household was pretty large. About a hundred souls consisting of his family, his friend and their families, lived more or less permanently under his roof. Dan lih. Saleh Nandi, Ahmadiyah membantah tuduhan Wahid Bakry, hal. 62.

[64] Not even a rat suffered. In plague the first casualties are rats. If it was not the angels what was it? (Bashiruddin Mahmud Ahmad, Invitation, hal. 94)

[65] The Muslim Herald, London, February 1972, vol. 12 — no. 2 hal. 30: (I am secretly raising an army (of plague germs) to attack them. So they (i.e. the opponents) will lie dead in their homes like the dead camels.)

[66] Sinar Islam, no. 13, Th. XV/1965, hal. 32.

[67] ibid, no. 66 hal. 32.

[68] Saleh Nahdi, Masalah Imam Mahdi, 1966, Raja Pena Surabaya, hal. 15.

[69] Saleh Nahdi, Masalah Imam Mahdi, hal. 16.

[70] Sinar Islam, no. 13/th. XV/1965, hal. 31.

[71] ibid, no. 70. hal. 31.

[72] Sinar Islam, no. 13/th. XV/1965, hal.32

[73] Sinar Islam, no. 10/1965. hal. 13/14

[74] Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mau’ud a.s., hal.62

[75] Muslim Herald, London, vol. 12 – February 1972, no.2 hal. 21. (we have turned our eyes towards you ana have ordered: 0 tare (otopposition) cool down on this Abraham and bring peace on him.

[76] Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mauud a.s., hal. 44

[77] Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mauud, hal. 45.

[78] Bashiruddin Mahmud Ahmad, Ahmadiyya movement, hal. 45: (Again it was

written that the Messiah would suffer from two disorders, one affecting the upper half of his body and the other affecting the lower half. accordingly the promised Messiah suffered from vertigo and diabetes).

[79] The Muslim Herald, London, vol. 12 February 1972 no. 2, hal. 23: (hazrat Ahmad had once a severe pain in his forefinger. He feared its intensity might not allow him to have peaceful sleep).

[80] ibid, vol. 79, hal 23 (he them immediatly had this revelation: "cool down and bring peace".

[81] ibid. 80, hal. 26 : (the hazrat had fever when it was revealed to him:

"assalamo alaikum, i.e. may peace and long life be with you" Shortly afterwards he recovered his health.

[82] Randolp Lee Clarks and Russel W. Cumley, The Book of Health, a medical

encyclopedia for every one, 1962, D. Van Nostrand company, inc. Princetton New Jersey, hal. 333: (in some cases, the pationt may become nervous and irritable without cause, exhaustion, ow even fainting preceding, cataracts, neuralgias, meuritis ate.

[83] ibid no. 82; (emotional strain, generalized or lower abdominal distress, abner

mality of the bowel habit …(hal. 418) and nervous or emotional basis, sunstrekke the patient may become unconscous, may experience" crying pell" a feeling of depression, and general lislessnes. (hal. 325 dan 653).

[84] Bashiruddin M.A., Ahmadiyya Movement, hal. 45/46.

[85] Bashiruddin Mahmud Ahmad, Djasa Imam Mahdi a.s., hal. 14.

[86] Perjanjian Baru.

[87] Mirza Ghulam Ahmad, Tuhfah Bagdad, hal. 29.

[88] Majalah Ahmadiyah "Sinar Islam" judul: Suatu Kejadian Yang Unik" no.

4/5/6 th. XIV, April/Mei/Juni, 1964, Jakarta Djemaat Ahmadiyah Indonesia, hal. 47.

[89] Sinar Islam, no. 4/5/6. th. XIV 1964, April/Mei/Juni, hal. 45/48

Categories: Umum